Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI Kecam Penusukan Brutal di Masjid Prancis, Serukan Penegakan Hukum Kasus Islamofobia

Ahmad
Terakhir diupdate: 1 Mei 2025 15:04 3:04 pm
Ahmad
Dipublikasikan 1 Mei 2025 15:02
Bagikan
Rumah Sakit Indonesia Hebron Palestina
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan duka mendalam dan mengecam keras aksi penusukan brutal terhadap Aboubakar Cissé, seorang Muslim asal Mali, yang terjadi di sebuah masjid di La Grand-Combe, Prancis selatan.

MUI menegaskan bahwa kejadian ini adalah bukti nyata bahwa kebencian terhadap umat Islam masih terus terjadi dan belum mendapat perlindungan hukum yang memadai di berbagai negara.

“Ini peristiwa yang sangat menyedihkan dan sekaligus semakin menyadarkan serta membuktikan kepada masyarakat luas bahwa kebencian terhadap seseorang karena dia beragama Islam masih terjadi,” kata Sudarnoto, dalam pernyataan yang dikirim ke redaksi, Rabu (30/4/2025).

“Jelas sekali sang pembunuh adalah seorang yang anti-Islam dan Muslim, yang terang-terangan melakukan tindakan kekejiannya tanpa rasa takut, bahkan dilakukan di masjid,” ujarnya.

MUI menyoroti bahwa Islamofobia yang seharusnya dilawan secara global sesuai resolusi PBB, justru masih terbiarkan. Sudarnoto menegaskan bahwa memilih jalan hidup sebagai seorang Muslim adalah hak asasi manusia yang harus dihormati dan dilindungi secara sosial, hukum, dan politik di mana pun seseorang tinggal.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

“Prancis yang memiliki semboyan liberté, égalité, fraternité seharusnya memiliki undang-undang yang menjamin kebebasan beragama,” tegasnya.

“Karena itu saya meminta kepada pemerintah Prancis dan negara-negara lain di mana Muslim menjadi minoritas, untuk bersungguh-sungguh melawan Islamofobia melalui undang-undang. Jangan biarkan Islamofob terus bergerak. Tangkap mereka dan hukum mereka.”

Sebuah serangan mengerikan terjadi pada Jumat pagi, 25 April 2025, di Masjid La Grand-Combe ketika Aboubakar Cissé (22), seorang imigran asal Mali, ditikam secara brutal hingga tewas oleh Olivier A. (21), warga Prancis. Pelaku diketahui merekam aksinya sambil meneriakkan hinaan terhadap Islam, menandakan motif kebencian yang kuat.

Pelaku melarikan diri ke Italia dan menyerahkan diri kepada polisi di Pistoia pada 28 April. Polisi mengungkapkan bahwa Olivier memiliki ketertarikan terhadap kematian dan ingin menjadi pembunuh berantai.

Presiden Emmanuel Macron mengecam keras insiden ini, namun Menteri Dalam Negeri Bruno Retailleau dikritik karena dinilai lamban bereaksi.

Baru dua hari setelah kejadian, ia mengunjungi lokasi, berbeda dari respons cepat terhadap kasus-kasus lain. Kritikus menilai hal ini mencerminkan ketimpangan perhatian terhadap korban Muslim.

Ludovic Mendes, anggota parlemen dari partai tengah, mengatakan bahwa peristiwa ini menggarisbawahi ketidaksetaraan perlakuan terhadap komunitas Muslim di Prancis.

Dewan Muslim Prancis dan organisasi hak asasi manusia menuntut agar penusukan ini dikategorikan sebagai kejahatan kebencian atau terorisme domestik.

Lebih dari 1.000 orang turun ke jalan dalam aksi damai untuk mengenang korban dan menyerukan penghapusan Islamofobia di Prancis dan Eropa.

Pemerintah Prancis pun mulai meningkatkan pengamanan di sekitar masjid-masjid, namun komunitas Muslim menyatakan bahwa perlindungan sejati memerlukan komitmen hukum dan politik yang lebih kuat.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aboubakar CisséislamofobiaLa Grand-CombemaliMasjid PrancisMUIMuslimMuslim Prancispenusukan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komunitas Yahudi Mengaku Kalah dalam “Perang Digital” Merebut Hati Gen Z
Tulisan selanjutnya DPR:   Pemboikotan Produk Israel Bentuk Solidaritas pada Rakyat Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?