Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Media ‘Israel’: Tahap Pertama Negosiasi Rencana Trump tentang Gaza Dimulai Besok

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Oktober 2025 20:18 8:18 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Oktober 2025 20:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Media ‘Israel’ melaporkan bahwa tahap pertama negosiasi terkait pemulangan seluruh tawanan yang ditahan di Gaza, berdasarkan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akan dimulai pada hari Ahad (5/10/2025), demikian dikutip Al Jazeera, Sabtu, 4 Oktober 2025

Laporan itu dikutip dari Otoritas Penyiaran ‘Israel’ yang mengutip sumber politik, setelah Trump menyerukan kepada pemerintah penjajah ‘Israel’ untuk segera menghentikan pengeboman di Jalur Gaza, agar pembebasan para tawanan dapat dilakukan dengan aman. Trump menyebut pernyataan Hamas sebagai tanda bahwa gerakan tersebut siap menuju perdamaian permanen.

Menurut laporan Channel 12 ‘Israel’, Menteri Urusan Strategis Ron Dermer akan memimpin delegasi penjajah ‘Israel’ dalam perundingan mengenai Gaza besok. Sumber tersebut menambahkan bahwa para tawanan bisa dikembalikan dalam beberapa hari.

Channel 12 juga melaporkan bahwa utusan Amerika untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, sedang menuju Mesir untuk berpartisipasi dalam perundingan tidak langsung antara pemerintah penjajah ‘Israel’ dan Hamas, sebagai bagian dari rencana Trump guna mewujudkan gencatan senjata dan pertukaran tawanan.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan pada Sabtu bahwa pihaknya siap untuk melaksanakan segera tahap pertama rencana Trump, yang mencakup pembebasan semua tawanan di Gaza.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Sementara itu, tentara penjajah melaporkan bahwa Kepala Staf Eyal Zamir memimpin rapat khusus untuk menilai situasi terkini, dihadiri oleh wakil kepala staf, kepala operasi, intelijen, perencanaan, serta komandan komando selatan dan angkatan udara.

Militer mengatakan Zamir menginstruksikan peningkatan kesiapan untuk melaksanakan tahap pertama rencana Trump, sesuai arahan kepemimpinan politik.

Dalam rapat itu ditegaskan bahwa keamanan pasukan menjadi prioritas utama, dan semua kemampuan militer akan difokuskan untuk melindungi komando selatan.

Situs berita Amerika Axios mengutip seorang pejabat pendudukan yang mengatakan bahwa militer akan beralih ke operasi defensif di Jalur Gaza dan menghentikan upaya penguasaan Kota Gaza.

Surat kabar ‘Israel’ Hayom juga mengutip sumber politik yang mengatakan bahwa penghentian operasi ofensif di Gaza bertujuan memberi waktu bagi pejuang Hamas untuk mempersiapkan pelaksanaan pembebasan tawanan.

Namun, sumber tersebut menegaskan bahwa langkah itu bukan merupakan gencatan senjata resmi. Ketika tahap pertama mulai dijalankan, Hamas diwajibkan membebaskan para tawanan dalam waktu tiga hari, dan hal itu tidak menandai dimulainya penarikan pasukan.

Sumber itu menambahkan bahwa pasukan pendudukan akan terus memantau situasi di lapangan dan tidak akan membiarkan kelompok pejuang perlawanan memanfaatkan situasi untuk melakukan serangan atau memperkuat kendali di wilayah Gaza.

“Negosiasi yang dimulai besok akan segera menunjukkan apakah Hamas kembali menunda-nunda atau telah menyadari bahwa mereka tidak punya pilihan selain menerima rencana Trump,” ujar sumber tersebut.

Tekanan Domestik di ‘Israel’

Sementara itu, keluarga tawanan ‘Israel’ di Gaza menyerukan kepada masyarakat untuk turun ke jalan dan berunjuk rasa di Tel Aviv pada Sabtu malam, menyebut hari-hari ini sebagai waktu yang menentukan.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Institut Studi Keamanan Nasional ‘Israel’ menunjukkan bahwa 64 persen warga ‘Israel’ berpendapat sudah saatnya perang di Gaza diakhiri, sementara 72 persen lainnya tidak puas dengan cara pemerintah menangani perang tersebut.

Hamas Tanggapi Rencana Trump

Sebelumnya, Hamas telah menyampaikan tanggapannya kepada para mediator terkait rencana Trump. Dalam pernyataannya, gerakan itu mengatakan telah melakukan konsultasi luas untuk mencapai posisi yang bertanggung jawab, sebagai bagian dari upaya menghentikan agresi pasukan pendudukan ‘Israel’.

Hamas menegaskan kesediaannya untuk membebaskan seluruh tawanan, baik yang hidup maupun yang telah gugur, sesuai dengan proposal Trump yang menjamin penghentian perang dan penarikan penuh pasukan pendudukan dari Jalur Gaza, serta menciptakan kondisi di lapangan yang memungkinkan pelaksanaan pertukaran tersebut.

Gerakan itu juga menyatakan kesiapan segera untuk memulai perundingan melalui para mediator guna membahas seluruh rincian pelaksanaan kesepakatan.

Respons Amerika Serikat

Menanggapi langkah tersebut, Presiden AS Donald Trump menyerukan agar pemerintah pendudukan ‘Israel’ segera menghentikan serangan di Gaza, setelah Hamas menyatakan kesediaannya untuk membebaskan tawanan dan menerima sejumlah ketentuan lain.

Trump mengatakan ia yakin Hamas kini siap untuk perdamaian yang abadi. Dalam unggahannya di platform Truth Social, ia menulis: “‘Israel’ harus menghentikan pengeboman Gaza sekarang juga agar kita bisa mengevakuasi para sandera dengan aman dan cepat. Saat ini terlalu berbahaya untuk melakukannya.”

Trump menambahkan bahwa pembahasan mengenai rincian pelaksanaan rencana sedang berlangsung. “Ini bukan hanya tentang Gaza, tetapi tentang perdamaian yang telah lama ditunggu di Timur Tengah,” ujarnya.

Situasi Kemanusiaan di Gaza

Sejak 7 Oktober 2023, pasukan pendudukan ‘Israel’ dengan dukungan Amerika Serikat telah melancarkan agresi militer yang disebut sebagai genosida terhadap rakyat Gaza. Serangan itu telah menewaskan 66.288 warga Palestina dan melukai 169.165 orang lainnya, sebagian besar anak-anak dan perempuan.

Kondisi kemanusiaan juga kian memburuk dengan terjadinya kelaparan parah yang telah menewaskan 457 orang, termasuk 152 anak-anak.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Donald Trumpgenosida GazaHeadlineJalur GazaMedia Israelpemulangan tawananPerdamaian PalestinaTahanan Palestinatawanan Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya (Video) Warga Gaza Bergembira setelah Hamas Menjawab Rencana Gencatan Senjata AS
Tulisan selanjutnya Rabithah Ulama Yaman Ingatkan Hamas Tak Mudah Percaya Janji Palsu Barat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?