Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Otoritas Palestina yang Didukung AS dan ‘Israel’ Ingin Kelola Gaza setelah Genosida

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 November 2025 16:13 4:13 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 November 2025 16:11
Bagikan
Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa dan Mahmoud Abbas
Bagikan

Hidayatullah.com—Otoritas Palestina (PA) mengatakan Ramallah harus diberi peran utama dalam mengelola Gaza setelah perang, menambahkan bahwa mereka yakin mereka berada dalam posisi terbaik untuk melakukannya meskipun ada tentangan dari pemerintah ‘Israel’ yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa mengatakan, “hanya PA, dengan dukungan internasional, yang dapat memulihkan stabilitas di Gaza dan Tepi Barat.”

Sebagian besar komunitas internasional mendukung Otoritas Palestina menggantikan Hamas sebagai administrator Gaza, tetapi ‘Israel’ terus menghalangi transisi dengan menuduh Otoritas Palestina korup dan mendukung terorisme.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump, juga mengkritik PA dan sebelumnya melarang Presidennya, Mahmoud Abbas, menghadiri Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mustafa menyoroti tantangan utama yang dihadapi Otoritas Palestina termasuk blokade 1.000 pos pemeriksaan militer ‘Israel’ di Tepi Barat yang membatasi pergerakan warga Palestina dan mempengaruhi ekonomi.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Dia juga mengklaim bahwa ‘Israel’ menahan dana sebesar lebih dari US$3 miliar yang seharusnya disalurkan ke PA.

Dia mengatakan kurangnya dana telah menyebabkan pekerja sektor publik tidak menerima gaji penuh selama 13 bulan dalam tiga tahun, sementara para guru mogok untuk menunda sesi sekolah.

Dia juga menyalahkan kebijakan perbankan baru ‘Israel’ yang mencegah Otoritas Palestina menyetor lebih dari US$4,6 miliar, menyebabkan krisis uang tunai yang parah. Tingkat pengangguran di Tepi Barat mencapai 35 persen setelah lebih dari 200.000 warga Palestina kehilangan pekerjaan mereka.

Mustafa mengatakan Otoritas Palestina sudah memiliki 35.000 staf di Gaza, termasuk guru, dokter dan personel keamanan yang dapat menjadi dasar bagi pemerintahan baru di wilayah itu.

Beberapa ribu personel lagi dilatih di Yordania dan Mesir untuk ditempatkan di Gaza.

Mustafa juga menyatakan kesediaan PA untuk mengundang pasukan keamanan internasional untuk membantu menstabilkan Gaza.

Popularitas Menurun

Otoritas Palestina (PA) merupakan lembaga pemerintahan yang mengelola sebagian wilayah Tepi Barat dan didirikan sebagai hasil kesepakatan Oslo antara Palestina dan ‘Israel’ pada awal 1990-an.

Pemimpin utama PA saat ini adalah Mahmoud Abbas, yang juga menjabat sebagai Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Pada 2025, Abbas menunjuk Hussein al-Sheikh sebagai calon wakil presiden PLO, sebuah langkah penting untuk persiapan transisi kepemimpinan dalam organisasi tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Otoritas Palestina (PA) menghadapi kritik tajam karena dianggap tidak lagi mewakili kepentingan rakyat Palestina, melainkan menjadi instrumen stabilitas bagi ‘Israel’ di wilayah pendudukan.

“PA tetap berpegang pada kerangka Oslo yang sudah usang dan mempertahankan struktur patronase yang menjauhkan diri dari rakyatnya,” ujar Anas Iqtait, peneliti di Institute for Palestine Studies.

Sementara laporan Carnegie Endowment for International Peace (2022) menyebut, “koordinasi keamanan yang berkelanjutan dengan ‘Israel’ telah mengikis legitimasi PA di mata rakyat, menjadikannya penopang utama strategi kontrol ‘Israel’ terhadap Palestina.”

Kritik serupa datang dari analis Arab yang melihat bahwa PA terjebak dalam ketergantungan finansial terhadap penjajah ‘Israel’ dan dukungan diplomatik dari negara-negara Arab yang lebih menekankan stabilitas regional ketimbang kemerdekaan Palestina sendiri.

Krisis legitimasi ini tercermin jelas dalam survei opini publik terbaru. Menurut Palestinian Center for Policy and Survey Research (PCPSR) (Mei 2025), sebanyak 73 % warga Palestina menyatakan tidak puas dengan kinerja PA, sementara hanya 23 % yang menyatakan puas. Survei Arab Barometer memperkuat temuan ini dengan menyebut bahwa “tiga perempat responden (74 %) tidak memiliki kepercayaan pada pemerintahan PA.”

Penurunan kepercayaan ini menandakan kelelahan publik terhadap kepemimpinan Presiden Mahmoud Abbas dan sistem pemerintahan yang dianggap korup, tidak demokratis, serta terlalu tunduk pada tekanan keamanan ‘Israel’.

Seiring meningkatnya dukungan terhadap kelompok perlawanan dan munculnya wacana reformasi radikal di tubuh PA, masa depan lembaga ini kian dipertanyakan — apakah akan mampu bertransformasi menjadi representasi sejati rakyat Palestina, atau terus terperangkap sebagai “perpanjangan tangan” dari kekuasaan luar.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida GazaHeadlineisraelJalur GazaOtoritas PalestinaPLO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Warga Sudan Terancam setelah Al-Fasher Jatuh ke Tangan RSF
Tulisan selanjutnya Genosida Sudan: Siapa RSF yang Dibackup AS, UEA, dan ‘Israel’?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?