Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Ratusan Tentara Ajukan Pensiun Dini, Militer ‘Israel’ Dihantam Krisis Moral

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 November 2025 16:24 4:24 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 November 2025 17:00
Bagikan
Tentara elite Israel dari Brigade Golani menangis
Bagikan

Hidayatullah.com – Ratusan tentara berpengalaman ‘Israel‘, termasuk perwira, dilaporkan mengajukan permohonan pensiun dini. Kabar ini memperparah krisis personel yang dialami militer selama perang genosida Gaza, lapor media setempat pada Rabu.

Menurut harian Yedioth Ahronoth, perwakilan dari Administrasi Personalia Angkatan Darat mengatakan kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset bahwa sekitar 600 tentara, termasuk perwira senior dan bintara profesional, telah meminta untuk secara efektif “mengundurkan diri” lebih awal.

“Ada mereka yang pensiunnya kami tunda selama perang (di Gaza) karena kebutuhan mereka, hanya karena tidak ada pengganti mereka,” kata seorang pejabat militer kepada anggota parlemen.

Para pejabat militer mengatakan 85 persen tentara pensiun “dengan pangkat letnan kolonel atau di bawahnya.”

Bar Kalifa, seorang pejabat militer ‘Israel’ yang berbicara kepada komite tersebut, mengaitkan krisis yang semakin meningkat ini dengan putusan Mahkamah Agung baru-baru ini yang membatalkan tunjangan pensiun bagi perwira karier.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Ia juga menyoroti “masalah yang lebih luas, yaitu kekurangan tenaga kerja (tentara Israel) di tengah pengecualian wajib militer bagi kaum Yahudi ultra-Ortodoks yang masih berlaku” di saat pasukan “mulai bermanuver di Gaza.”

Tentara “membutuhkan 12.000 tentara lagi,” tambahnya.

Pada 8 Agustus, Kabinet Keamanan Israel menyetujui rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menduduki kembali Gaza secara bertahap, dimulai dengan Kota Gaza, sebelum rencana tersebut dibatalkan setelah gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Haredi “meningkatkan retorikanya, dan protes mereka menguras sumber daya baik dari militer maupun kepolisian.”

Kalifa juga memperingatkan akan adanya lonjakan warga yang mangkir wajib militer.

“Kita sekarang memiliki lebih dari 17.000 orang yang mengelak wajib militer. Menghindar wajib militer telah menjadi hal yang biasa,” ujarnya. “Ada banyak pengacara yang secara curang mengamankan pengecualian bagi para pengelak wajib militer.”

Yahudi Haredi, yang mencakup sekitar 13 persen dari 10 juta penduduk ‘Israel’, mengklaim bahwa wajib militer mengancam identitas agama dan struktur komunitas mereka, karena mereka mendedikasikan hidup mereka untuk mempelajari Taurat. Para rabi terkemuka telah mendesak para pengikutnya untuk menolak wajib militer dan “merobek perintah pendaftaran.”

Selama beberapa dekade, sebagian besar pria ultra-Ortodoks menghindari wajib militer melalui penundaan studi agama yang berulang hingga mencapai usia pengecualian, yang saat ini ditetapkan pada usia 26 tahun.

Anggota parlemen oposisi menuduh Netanyahu mendorong undang-undang untuk mengecualikan Haredi secara permanen guna memenuhi tuntutan partai ultra-Ortodoks Shas dan United Torah Judaism, yang keduanya meninggalkan koalisi awal tahun ini tetapi diperkirakan akan bergabung kembali setelah undang-undang tersebut disahkan.

Lebih dari 69.000 warga Palestina telah syahid dan lebih dari 170.700 lainnya terluka dalam perang genosida ‘Israel’ di Gaza sejak Oktober 2023.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:genosida Gazapalestinatentara Israelwajib militer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dubes Turki untuk Suriah Nuh Yilmaz Ditunjuk Sebagai Dubes Turki untuk Suriah, Siapa Nuh Yilmaz?
Tulisan selanjutnya Ma’ruf Amin Dua Misi Besar Ulama Menjaga Umat dan Menjaga Negara Ma’ruf Amin: Dua Misi Besar Ulama Menjaga Umat dan Menjaga Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?