Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 Januari 2026 19:58 7:58 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 Januari 2026 19:57
Bagikan
Bagikan

Sebagian karāmah tidak hadir sebagai keajaiban yang melanggar hukum alam, melainkan sebagai hasil kesetiaan panjang pada ilmu dan kesabaran

Hidayatullah.com | DI MAJELIS Khalifah Harun ar-Rasyid, hidangan istana dihidangkan dalam mangkuk batu fayrūz. Minyak samin terbaik berkilau di permukaannya. Para pembesar negara mengelilingi jamuan, berbincang ringan sambil menanti isyarat makan.

Seorang lelaki tua duduk tenang di antara mereka. Pakaiannya sederhana, wajahnya bersih tanpa kesan dibuat-buat. Namanya Ya‘qub bin Ibrahim, yang kelak dikenal dengan panggilan Abu Yusuf.

Ketika jamuan dimulai, Abu Yusuf justru tersenyum kecil. Tawa lirih lolos dari bibirnya. Ia menunduk, seolah sedang menyaksikan sesuatu yang tidak terlihat oleh orang lain.

Khalifah Harun ar-Rasyid menangkap isyarat itu.

Baca Juga

Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia
“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

“Apa yang membuatmu tersenyum, wahai Abu Yusuf?” tanyanya.

Abu Yusuf mengangkat kepala. “Wahai أمير المؤمنين,” katanya pelan, “aku teringat sebuah perkataan guruku puluhan tahun silam. Saat itu aku hampir meninggalkan majelis ilmu karena kemiskinan. Beliau berkata kepada ibuku: biarkan anak ini bersama kami. Suatu hari ia akan makan bersama para penguasa.”

Abu Yusuf memandang mangkuk di hadapannya.

“Hari ini aku menyaksikan kalimat itu terwujud.”

Kisah ini disebutkan oleh Ibn ‘Abd al-Barr dalam al-Intiqā’ fī Faḍā’il al-A’immah al-Thalāthah dan dinukil pula oleh al-Khatib al-Baghdadi dalam Tārīkh Baghdād ketika membahas biografi Abu Yusuf.

Seorang Anak Miskin di Kufah

Abu Yusuf lahir dalam kondisi serba kekurangan. Ayahnya wafat saat ia masih kecil. Dalam Ṭabaqāt al-Fuqahā’, Ibn Sa‘d menyinggung bagaimana kemiskinan menjadi penghalang utama pendidikan bagi banyak anak Kufah pada masa itu.

Ibunya menginginkan ia bekerja. Abu Yusuf justru memilih duduk di halaqah Abu Hanifah. Pilihan ini bukan tanpa harga: lapar, pakaian seadanya, dan masa depan yang belum jelas.

Abu Hanifah melihat ketekunan itu. Ia tidak menjanjikan keajaiban, tidak pula menyebut karāmah. Ia hanya berkata sebagaimana dinukil oleh al-Muwaffaq al-Makki dalam Manāqib Abī Ḥanīfah: bahwa ilmu akan mengangkat derajat orang yang bersabar bersamanya.

Kalimat Guru yang Menjadi Kenyataan

Ucapan Abu Hanifah kepada ibu Abu Yusuf sering dipahami secara keliru sebagai ramalan gaib. Padahal, jika diletakkan dalam konteks metodologi ulama, itu adalah pembacaan tajam atas sunnatullah: siapa yang tekun dalam ilmu, akan dibutuhkan oleh masyarakat dan penguasa.

Imam al-Dzahabi dalam Siyar A‘lām al-Nubalā’ menegaskan bahwa Abu Yusuf adalah contoh murid yang tumbuh karena konsistensi, bukan karena keistimewaan supranatural.

Dua puluh tahun berlalu. Abu Yusuf tidak “tiba-tiba” sampai ke istana. Ia menulis, mengajar, berfatwa, dan membangun reputasi ilmiah.

Dari Halaqah ke Qāḍī al-Quḍāt

Pada masa Abbasiyah, Abu Yusuf diangkat sebagai Qāḍī al-Quḍāt, ketua hakim agung pertama dalam sejarah Islam. Peran ini disebutkan secara rinci oleh al-Māwardi dalam al-Aḥkām al-Sulṭāniyyah ketika membahas institusi peradilan.

Ia menulis Kitāb al-Kharāj atas permintaan Khalifah Harun ar-Rasyid, membahas keadilan fiskal, hak rakyat, dan kewajiban penguasa. Kitab ini hingga kini menjadi rujukan politik hukum Islam.

Tidak ada mukjizat instan. Tidak ada cerita menembus ruang dan waktu. Yang ada adalah ilmu yang terus bekerja.

Karāmah atau Janji Allah?

Allah berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. (QS. al-Mujādilah: 11)

Apa yang dialami Abu Yusuf berada dalam koridor ayat ini. Karena itu, sebagian ulama enggan menyebutnya karāmah dalam arti teknis, dan lebih memilih menyebutnya sebagai taḥqīq al-wa‘d, terwujudnya janji Allah.

Imam Ibn Taymiyyah dalam al-Furqān bayna Awliyā’ al-Raḥmān wa Awliyā’ al-Shayṭān menjelaskan bahwa karāmah sejati tidak pernah bertentangan dengan syariat dan tidak memutus rantai sebab-akibat.

Karāmah yang Tidak Riuh

Imam al-Junayd berkata:

لو رأيت الرجل يطير في الهواء فلا تغتر به حتى تنظر كيف وقوفه عند الأمر والنهي
Jika engkau melihat seseorang terbang di udara, jangan tertipu olehnya sebelum engkau melihat bagaimana sikapnya terhadap perintah dan larangan.

Ucapan ini dicatat oleh al-Qushayri dalam al-Risālah al-Qushayriyyah.

Dengan kacamata ini, kisah Abu Yusuf justru menampilkan bentuk karāmah yang paling sunyi: keteguhan, kesabaran, dan ilmu yang perlahan mengubah nasib.* dirangkum dari ceramah Dr Maza

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineilmuKaramahkaramah. keajaibankesabaranPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 
Tulisan selanjutnya Serangan Udara Saudi Hantam Pasukan Pro-UEA di Hadramout, Koalisi Yaman Terancam Retak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump
Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Cermin

Kisah Tukang Bangunan: Dulu Shalat Bolong-bolong, Kini Rajin ke Masjid

16 Desember 2021 05:40
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?