Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Jangan Sampai Puasa Tak Sah: Ketentuan Niat Ramadhan yang Wajib Diketahui

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Februari 2026 13:09 1:09 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Februari 2026 13:04
Bagikan
Niat Puasa Ramadhan Tiap Malam atau Sekali
Bagikan

Ulama sepakat puasa tidak sah tanpa ucapan niat. Karena niat adalah fondasi sahnya puasa Ramadhan, inilah yang wajib kita ketahui

Hidayatullah.com | MENJELANG Ramadhan, banyak Muslim lebih sibuk menyiapkan menu sahur dan berburu jadwal imsakiyah daripada memastikan satu hal paling mendasar dalam puasa: niat. Padahal para ulama sepakat, puasa Ramadhan tidak sah tanpa niat. Kesalahan kecil dalam memahami niat bisa berimplikasi pada sah atau tidaknya ibadah yang dijalankan sebulan penuh.

Niat adalah Penentu Nilai Ibadah

Prinsip niat ditegaskan dalam hadis agung yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Baca Juga

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

“Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi fondasi hampir seluruh pembahasan fikih ibadah. Tanpa niat, amal tidak bernilai secara hukum.

Dalil Wajibnya Niat Puasa

Mayoritas ulama berpegang pada sabda Nabi ﷺ:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Barang siapa tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. An-Nasa’i)

Dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Imam Nawawi menegaskan bahwa puasa Ramadhan tidak sah kecuali dengan niat pada malam hari. Pendapat ini juga diikuti banyak ulama lintas mazhab.

Kapan Waktu Niat Puasa?

Menurut Mzhab Syafi’i, niat dilakukan sejak matahari terbenam hingga sebelum fajar.

Imam Ibrahim Al-Bajuri menjelaskan dalam Hasyiyah al-Bajuri:

التبييت إيقاع النية ليلا في أي جزء منه من غروب الشمس إلى طلوع الفجر

“Memalamkan niat berarti menghadirkan niat pada malam hari, kapan pun waktunya, sejak terbenam matahari hingga terbit fajar.”

Artinya, seseorang tidak harus menunggu tengah malam — bahkan niat setelah Maghrib sudah mencukupi.

Wajib Menentukan Jenis Puasa (Ta’yin)

Dalam Minhaj ath-Thalibin, Imam Nawawi menulis:

ويجب التعيين في الفرض

“Wajib menentukan niat dalam ibadah fardhu.”

Ta’yin berarti memastikan jenis puasa yang diniatkan adalah puasa Ramadhan, bukan puasa lain seperti qadha atau nazar.

Khatib asy-Syirbini menjelaskan dalam Mughni al-Muhtaj:

لأنه عبادة مضافة إلى وقت فوجب التعيين في نيتها كالصلوات الخمس

“Puasa adalah ibadah yang terikat waktu, sehingga wajib ditentukan niatnya sebagaimana shalat lima waktu.”

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Minimal niat:

نَوَيْتُ صَوْمَ رَمَضَانَ

Nawaitu shauma Ramadhāna

Artinya: “Aku berniat puasa Ramadhan.”

Dalam Madzab Syafii (yang diikuti mayoritas Muslim Indonesia) lafaz lengkap yang diucapkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

Apakah Niat Harus Dilafalkan?

Menurut Wahbah az-Zuhaili dalam Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, niat adalah tekad hati untuk melakukan ibadah, bukan sekadar ucapan.

Adapun sebagian ulama Madzhab Hanbali seperti Ibnu Taimiyah menyatakan bahwasannya hal itu bi’dah. Ibnu Taimiyah berkata:

كُلُّ مَنْ عَلِمَ أَنَّ غَدًا مِنْ رَمَضَانَ وَهُوَ يُرِيدُ صَوْمَهُ فَقَدْ نَوَى صَوْمَهُ

“Siapa yang mengetahui bahwa besok adalah Ramadhan dan ia ingin berpuasa, maka ia telah berniat — baik dilafalkan atau tidak.”

Sebagian besar ulama dari madzhab empat sepakat bahwasannya melafalkan niat puasa bukan merupakan syarat sah atau bukan hal wajib. Adapun Madzhab Hanafi dan Madzab Syafi`i serta pendapat madzhab dalam Hambali menyatakan mustahab dan sunnah.

Sedangkan Madzhab Maliki menyatakan makruh (tidak haram).  Sementara bagi sebagian ulama lain, syarat melafalkan niat, untuk membantu hati memperjelas niat. Hal tersebut sebagaimana yang dijelaskan dalam Fathul Mu’īn oleh Imam Imam Zainuddin Al-Malībārī.

وفرضه، أي: الصوم: النية بالقلب، ولا يشترط التلفظ بها بل يندب.

“Kewajiban puasa salah satunya adalah niat dalam hati. Tidak disyaratkan untuk diucapkan. Akan tetapi dianjurkan.” (Fathul Mu’īn: 261).

Lalu Imam Sayyid Bakri dalam I’ānah Thõlibīn menambahkan alasan dianjurkannya melafalkan niat.

وقوله: (بل يندب) أي: التلفظ بها ليساعد اللسان القلب.

“Pengucapan niat itu (dianjurkan) agar lisan dapat membantu hati.” (I’ānah Thõlibīn: 2/1217).

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Beberapa kekeliruan yang masih sering terjadi:

  • Mengira niat cukup di siang hari tanpa uzur
  • Tidak menentukan bahwa puasa yang dilakukan adalah Ramadhan
  • Terlalu fokus pada lafaz hingga lupa menghadirkan hati

Masalah melafalkan niat merupakan masalah ranah perbedaan pendapat antar ulama sejak dulu. Dalam menyikapi perkara seperti ini maka berlaku kaidah yang disebutkan Imam As Suyuthi dalam Al-Asybah wa An Nadzair (hal. 158):

((لَا يُنْكَرُ الْمُخْتَلَفُ فِيهِ وَإِنَّمَا يُنْكَرُ الْمُجْمَعُ عَلَيْهِ))

Artinya: Tidak diinkari perkara yang diperselisihkan padanya, dan sesungguhnya yang diinkari perkara yang ada kesepakatan atasnya (yakni perkara yang disepakati untuk dilarang).

Memahami dasar ini membantu Muslim menjalani ibadah dengan lebih tenang dan yakin.*

Baca juga>>> Niat Puasa Sekali atau Setiap Malam?…

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinenawaitu shouma ghodinniat puasaPilihan RedaksiPuasa RamadhanRamadanucapan niat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Persiapan Menyambut Ramadhan Menurut Ulama
Tulisan selanjutnya Niat Puasa Sekali atau Setiap Malam? Ini Perbedaan Ulama Madzab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

30 Juni 2026 22:36
Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?