Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Feminisme Menjauhkan Perempuan Dengan Keluarga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 November 2014 23:18 11:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 November 2014 23:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bertempat di Aula Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis, 20 November 2014 perkuliahan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL kesebelas kembali dimulai.

Acara dihadiri oleh beberapa perwakilan aktivis dari lembaga dakwah berbasis kampus dan Chapter ITJ di sekitar Jabodetabek.

Perkuliahan kesebelas ini mengangkat tema “Feminisme” dengan menghadirkan Akmal Sjafril, M.Pd.I sebagai narasumber.

Dalam uraiannya, Akmal menjelaskan definisi gender yang jelas berbeda dengan jenis kelamin sebagaimana yang dijelaskan dalam Islam. Penyimpangan kesetaraan gender saat ini telah digandrungi oleh beberapa orang yang mengaku sebagai cendikiawan Muslim murni berasal dari Barat, bukan Islam.

“Islam telah jelas membedakan; yang laki-laki maskulin, yang perempun feminim. Jadi, sifat laki-laki dan perempuan sudah inheren dengan kelaminnya. Cara mendidiknyalah yang mengubah sifat tersebut dari fitrahnya,” ujar Akmal.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Sementara agama Islam telah menempatkan segalanya dengan jelas, Kristen justru sebaliknya.

Akmal juga mengungkapkan bahwa pada tahun 1595, seorang profesor dari Wittenberg University melakukan perdebatan serius yang membahas apakah perempuan itu manusia atau bukan.

“Bayangkan, seorang profesor Kristen masih memperdebatkan perempuan itu manusia atau bukan! Ini membuktikan bahwa konsep agama Kristen tidaklah tuntas, sehingga memunculkan perdebatan sengit dalam masalah yang sangat penting seperti ini,” ungkap penulis buku Islam Liberal 101 ini.

Sebagaimana sekularisme di Barat, feminisme juga lahir karena tiga faktor yang berkaitan dengan agama Kristen, yaitu problem sejarah Kristen, problem teks Bibel dan problem teologi Kristen.

Akibat dari feminisme ini beberapa orang di Barat membuat gerakan anti lelaki yang sangat radikal. “Feminisme ini bukan hanya menjunjung tinggi hak-hak perempuan, tapi juga membuat ‘gerakan anti lelaki’. Bahkan, dalam suatu kelompok feminis di Barat, ada yang berpendapat bahwa jumlah laki-laki harus dikurangi dan dipertahankan pada angka 10% dari jumlah populasi manusia di dunia. Inilah wajah pemikiran liberal Barat, akibat dari tak ada kejelasan yang pasti dari agamanya,” ujar Akmal yang juga peneliti di INSISTS ini.

Skibat dari gerakan feminisme ini, maka lahirlah faham relativisme, karena feminisme itu sendiri dikembangkan menurut definisi masing-masing penganutnya. Banyak perempuan yang justru menjadi korban karena ketidakpahaman mendefinisikan feminisme ini.

“Feminisme menjauhkan perempuan dari keluarga, membuat mereka menganggap kewajiban-kewajibannya adalah beban, bahkan penindasan. Lebih dari lima puluh juta bayi tewas akibat aborsi. Aborsi dianggap masalah ringan bagi kaum feminis, sebab mereka menganggap bahwa janin atau bayi yang ada di dalam tubuhnya adalah miliknya, karena itu terserah dia mau melakukan apapun terhadap bayinya,” jelasnya.

Di akhir sesi perkuliahannya, Akmal kembali menengaskan bahwa paham feminisme ini dapat merusak struktur sosial dalam masyarakat, karena mempertentangkan perempuan dalam segala hal dengan laki-laki. Saking kerasnya ‘persaingan’, sampai-sampai ada yang mengatakan tidak membutuhkan peran laki-laki lagi.

“Feminisme adalah salah satu elemen pemikiran yang lahir dari konsep gender yang dibangun oleh pemikiran sekuler Barat. Karena itu, paham ini tidak akan sejalan dengan pemikiran Islam,” ujar Akmal menutup penjelasannya.*/kiriman Adif Widhianto Fauzi (Jakarta)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:feminismeINSISTSperempuanwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Remaja Palestina Yang Dibakar Pemukim Yahudi Dibuat Kartun
Tulisan selanjutnya Waspadai Propaganda LGBT Pada Tayangan Televisi!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?