Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

100 Ribu Anti-Islam ‘Pegida’ Menentang “Islamisasi di Barat”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Desember 2014 07:04 7:04 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Desember 2014 07:04
Bagikan
Pegida tumbuh dari sebuah grup Facebook yang diluncurkan oleh Lutz Bachmann, 41, ahli masak yang beralih menjadi desainer grafis dan pernah terlibat obat bius
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah unjuk rasa besar-besaran menentang “Islamisasi Barat” berlangsung di Dresden, Jerman bagian timur, dengan jumlah peserta diperkirakan mencapai sekitar 10.000 orang.

Sebuah demonstrasi tandingan juga disiapkan, dengan jumlah masa yang diperkirakan sama besarnya.

Dresden adalah tempat kelahiran gerakan yang disebut “Warga Eropa Patriotik Terhadap Islamisasi Barat” (Pegida), yang menggelar unjuk rasa besar seminggu yang lalu.

Menteri Kehakiman Heiko Maas menyebut aksi Pegida itu “memalukan”. Namun kaum Eurosceptik, AFD menunjukkan simpati.

“Sebagian besar tuntutan mereka itu sah,” kata Bernd Lucke, pemimpin kelompok konservatif Alternatif untuk Jerman (Alternativ fuer Deutschland, AFD), yang selama ini berkampanye untuk penerapan kebijakan lebih keras terhadap imigrasi, serta penolakan terhadap euro.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Di kota Koeln atau Cologne, sekitar 15.000 orang menghadiri demonstrasi pada hari Minggu untuk mempromosikan toleransi dan keterbukaan pikiran, di bawah motto: “Kalian Cologne – tidak ada Nazi di sini.”

Imigrasi telah menjadi topik panas di Jerman tahun ini di tengah melonjaknya jumlah pencari suaka, akibat perang di Suriah dan Iraq.
Jerman menampung pencari suaka lebih banyak dibanding negara lain.

Jerman diperkirakan mendapat 200.000 permintaan suaka tahun 2014, naik dari 127.000 pada tahun 2013.

Media Jerman melaporkan bahwa Pegida tumbuh dari sebuah grup Facebook yang diluncurkan oleh Lutz Bachmann, 41, seorang ahli masak yang pernah terlibat obat bius dan beralih menjadi desainer grafis.

AntiShariah_Eropa
Penolakan Syariah di Eropa [bbc]

Dia bersikeras bahwa dia tidak rasis. Ia mengaku pernah dipidana di masa lalu, termasuk pengedaran obat terlarang. Dia bilang dia sudah menghabiskan dua tahun di penjara.

Pemimpin AFD di Dresden, Frauke Petry, mengatakan Pegida “memprotes perundangan yang tidak memadai tentang hak-hak suaka – mereka juga menuntut agar hukum Jerman diterapkan terhadap para pelanggar hukum, dan mereka menentang ekstrimisme agama,” ujarnya dikuti BBC.

Partai demokrat sosial berhaluan kiri-tengah, SPD, yang turut dalam koalisi yang berkuasa dengan Kristen Demokrat pimpinan Kanselir Angela Merkel – menyebut Pegida sebagai “Nazi dengan baju garis-garis”.

Sumber kepolisian yang dikutip Spiegel, situs berita online der Spiegel mengatakan ratusan aktivis Pegida di Dresden merupakan anggota dua kelompok hooligan dianggap sebagai kaum ultrakanan.

Selain menentang ‘Islamisasi di Barat’, pemerintah Jerman juga mengawasi gerakan dakwah Salafy yang dituduh menjadi faktor ancaman paling serius bagi keamanan dalam negeri itu.

Menteri Kehakiman Heiko Maas mengatakan Pegida harus “dibuka kedoknya”, dan ia menyerukan “gerakan tandingan yang luas yang merangkul masyarakat sipil dan semua partai politik.” [Baca: Salafy dan Neonazi Dianggap Dua Ancaman Serius di Jerman]
Sumber lain juga menyebutkan, Pegida diduga keras disetir kelompok Neonazi.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratdakwahEropakristen
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenag Akan Perluas Madrasah Aliyah Unggulan
Tulisan selanjutnya Ormas Islam Surakarta Himbau Pengusaha Tak Paksa Karyawan Gunakan Atribut Natal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya

Sejarah
16 Oktober 2026 09:32
Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?