Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

Runtuhnya Dominasi Politik Amerika Serikat [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2015 09:29 9:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2015 10:30
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

Oleh: Umar Syarifudin 

PADA konflik Ukraina hingga sampai tahun 2015, Rusia menentang AS secara terbuka di setiap kesempatan. Rusia kembali menemukan identitasnya sebagai kekuatan regional yang merebut kembali Kazakhstan dan Uzbekistan dari cengkraman AS. Setelah 20 tahun tak tertandingi, AS mengalami shock ketika menemukan banyak negara-negara kapitalis lainnya berani bermanuver.

Setelah 200 tahun mendominasi benua Amerika, AS kini kehilangan pengaruhnya di Amerika Latin yang mulai kembali ke akar budayanya sejak masa Deklarasi Monroe 1823.

Walau demikian, AS masih berhasil menangkis segala intervensi Uni Eropa ke benua Amerika. Kemenangan pemerintahan-pemerintahan berhaluan kiri di Venezuela, Brazil, Argentina, Uruguay, Bolivia, Chili, dan Nikaragua, mampu menjadi negara-negara independen yang menjalankan agenda mereka tanpa intervensi Washington.

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Cengkraman ekonomi Amerika Serikat yang dimulai sejak PD II kini bersaing kekuatan-kekuatan ekonomi baru seperti China, India, Jepang, Jerman, dan Rusia. Dan tantangan terbesar ekonomi AS datang dari China, dimana keduanya telah memilki hubungan kompleks. Perusahaan-perusahaan AS ingin menggarap 1,5 miliar penduduk China, sementara pada saat yang sama 70% produk China memasuki pasar AS.

China lebih diuntungkan. Kesempatan besar AS adalah mensuplai kebutuhan minyak China. Namun, AS tidak memiliki kendali sepenuhnya dan tak dapat dengan mudah mendikte China.

Dulu raja Faishal dari Saudi Arabia pernah melakukan embargo kepada Barat November 1973. Ketika balik digertak, bahwa Saudi akan diembargo secara ekonomi, dia mengatakan bahwa bangsa kami tidak butuh produk anda. Kami semenjak masa nenek moyang telah terbiasa makan kurma dan air. Itu sudah cukup buat kami.

Karena faktor islamlah, Amerika Serikat enggan untuk berkonfrontasi langsung dengan rakyat Suriah, sehingga harus memanfaatkan negeri-negeri tetangganya seperti Iran, Arab Saudi, dan Yordania untuk melumpuhkan perlawanan rakyat.

AS menyadari karakter Islam pada kelompok pejuang Islam di Suriah telah menjadi dilema besar bagi negara itu. kedekatan pejuang Islam dengan masyarakat membuat mereka mendapat simpati dan dukungan dari rakyat. Sementara Amerika Sendiri, khawatir dengan para pejuang Islam yang menginginkan pemerintahan Islam yang menerapkan syariah Islam.

Ya, sekarang runtuhlah dogma bahwa Amerika Serikat tak tertandingi. Amerika Serikat sedang menyaksikan hari ini. Kejayaannya berakhir.

Posisi Kita

Negeri-negeri Islam memang diberkahi, pertumbuhan jumlah penduduknya yang bagus, luas wilayahnya membentang dari Maroko sampai Merauke, jika kekuatannya digabung akan menjadi angkatan bersenjata terbesar di dunia dan memiliki potensi senjata nuklir terkuat. Paradoks, hari ini telah dipaksa membungkuk di depan Amerika melalui sekelumit agen-agennya di dalam tubuh kepemimpinan politik dan militer.

Agen-agen pengkhianat ini menggunakan angkatan bersenjata, intelijen, wilayah darat dan udara untuk memungkinkan Amerika mengontrol negeri kita,  sesuatu yang tidak bisa direalisasi sendiri oleh Amerika. Kelompok kecil pengkhianat itu adalah kepanjangan tangan-tangan imperialis barat. Imperialis barat itu telah dicampakkan di seluruh penjuru dunia karena kezaliman dan arogansi mereka.

Sementara Allah Subhanahu Wata’ala telah memerintahkan kita untuk tidak memberikan loyalitas kepada musuh, seperti yang tercantum pada firman-Nya berikut:

“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri -Nya. Dan hanya kepada Allah kembali.” (QS Ali Imran: 28)

Padahal kita memiliki sumber-sumber daya yang tidak dimiliki oleh kekuatan besar di dunia. Agen-agen pengkhianat telah mengangkat kaum kafir di atas kepala kita padahal mereka adalah orang-orang yang membenci Islam dan pemeluknya. Padahal kita meyakini Islam agama hakiki satu-satunya di dunia yang membangkitkan umat yang memimpin dunia selama beberapa abad, dan dahulu Peradaban Khilafah menjadi stasiun ketakjuban dan belum bisa disaingi sama sekali.

Bagaimana kita menyerah kepada Amerika Serikat padahal Allah Subhanahu Wata’ala telah mewajibkan kepada kita untuk meninggikan kalimat kebenaran sehingga Allah memenangkan Islam dan negaranya yang agung di atas muka bumi ini?

Penulis Lajnah Siyasiyah HTI Kota Kediri

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaAmerika Serikatislampolitik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arifin Ilham: Penyerangan Semakin Buka Kedok Kesesatan Syiah
Tulisan selanjutnya Komite Pemilu Israel Larang Politisi Arab Mencalonkan Diri Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?