Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wilayah Xinjiang Bergejolak Lagi, 19 Orang Ditangkap

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 30 April 2013 13:18 1:18 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 30 April 2013 13:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Wilayah Xinjiang di China bergejolak lagi. Dikabarkan, polisi menangkap 19 tersangka yang berhubungan dengan bentrokan mematikan, setelah pihak berwenang melihat orang-orang yang dituduh teroris membuat bahan peledak di wilayah barat China, Xinjiang.

Sebanyak 21 orang tewas dalam kekerasan pada Selasa lalu di satu kota dekat Kashgar. Ini merupakan kematian tertinggi dalam satu insiden, dalam suatu aksi kekerasan yang telah berlangsung beberapa bulan di Xinjiang antara Muslim Uighur melawan otoritas dan mayoritas migran etnis Cina, Han. Beijing menuduh, China sedang menghadapi ancaman teroris terorganisasi dari kelompok Islam radikal di wilayah tersebut.

Dilaporkan Huffington Post, Senin (29/04/2013), mereka yang tewas 15 anggota polisi dan pekerja masyarakat, serta enam penyerang. Menurut kantor propaganda Xinjiang, pihak berwenang menggambarkan pelakunya sebagai gang teroris.

Delapan tersangka dibawa ke tahanan setelah bentrokan, dan media milik negara dan pemerintah setempat mengatakan Senin (29/04/2013), 11 lagi telah ditangkap.

Dalam pernyataan yang dimuat di situs, yang dikelola kantor propaganda pemerintah Xinjiang pada hari Senin, mengatakan, 19 tersangka tergabung dalam kelompok teroris yang didirikan pada bulan September yang anggotanya secara teratur menonton video berisi ekstremisme dan terorisme, serta menghadiri khotbah-khotbah ilegal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mengutip polisi, pernyataan itu mengatakan, kelompok itu merencanakan melakukan serangan besar di daerah-daerah padat penduduk Kashgar di musim panas, dan polisi lokal dan pekerja masyarakat melihat mereka sedang membuat bahan peledak pada tanggal 23 April, yang menyebabkan terjadinya bentrokan.

Meng Hongwei, Wakil Menteri Keamanan Publik, seperti dikutip kantor berita resmi Xinhua, mengatakan, pihak berwenang telah menemukan setumpuk bahan peledak rakitan, “senjata mematikan”, dan bendera yang mendukung kemerdekaan Xinjiang, yang semua itu terkait dengan aktivis Uighur sebagai Turkistan Timur.

Meng bersumpah akan bertindak “tangan besi guna penumpasan terhadap terorisme”. Dan pihak polisi akan menggunakan “segala cara yang mungkin untuk menemukan dan menghukum teroris tanpa ampun.”

Gubernur Xinjiang Nur Bekri mengatakan, insiden itu “bukan tentang masalah etnis atau agama, tapi aksi teroris untuk memecah belah tanah air dan merusak persatuan nasional.”

“Para teroris melakukan serangan terhadap korban, termasuk kelompok etnis mereka sendiri,” kutip Bekri, pada upacara penghargaan kehormatan anumerta kepada petugas dan pekerja pemerintah yang meninggal.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan, 10 dari mereka yang tewas di sisi pemerintah adalah orang Uighur, tiga Han, dan dua orang dari kelompok etnis Mongolia. Dua orang Uighur lainnya terluka. Etnisitas para penyerang tidak diberikan.

Seorang aktivis Uighur terkemuka mempertanyakan pernyataan resmi atas insiden tersebut. “Sumber-sumber lokal mengatakan, polisi telah memicu dengan menembak seorang pemuda Uighur pada saat melakukan penggrebekan ke rumah-rumah,” kata Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia yang berbasis di Jerman.

Xinjiang merupakan daerah luas yang berbatasan dengan Asia Tengah, Afghanistan, dan Pakistan, adalah wilayah bagi jutaan orang Uighur. Banyak dari mereka mengeluh atas pembatasan ketat terhadap kehidupan beragama dan budaya yang dilakukan Beijing.

Mereka mengatakan, telah terpinggirkan oleh kebijakan yang memberi kemudahan-kemudahan kepada etnis migran Han.

Beijing mengatakan, telah memperlakukan minoritas secara adil dan menghabiskan miliaran dolar untuk meningkatkan standar hidup di daerah minoritas.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mendagri Saudi akan Buka “Multaqo Ilmi” ke-13 di Makkah
Tulisan selanjutnya Umat Kristen Palestina Minta Paus Menentang Tembok Zionis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Berita
5 Juni 2026 21:50
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?