Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Keamanan Mesir Tangkap 15 Lagi Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Mei 2005 22:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Mesir menangkap 15 anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun itu, Rabu (25/05). Penangkapan terakhir itu menambah jumlah anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun yang ditahan dalam beberapa pekan belakangan ini menjadi 800 orang lebih.

Referendum Rabu meminta rakyat Mesir untuk memilih Ya atau Tidak mengenai amandemen pasal 76 konstitusi yang membuka jalan bagi lebih dari satu calon untuk (dapat) mencalonkan diri dalam pemilihan presiden.

Pemerintah mengatakan referendum itu sebagai "kesempatan bersejarah" tapi oposisi menyerukan boikot, dan mengatakan amandemen itu sangat kecil untuk memungkinkan kesempatan yang adil bagi seorang calon lain dari orang yang dicalonkan oleh Partai Demokratik Nasional yang berkuasa.

Surat kabat oposisi al-Ahrar melaporkan Selasa bahwa pegawai pemerintah telah diberi "perintah tegas untuk datang kerja" pada hari referendum.

"Pejabat pemerintah telah memerintahkan pegawainya untuk bekerja pada pukul 8 waktu setempat agar supaya mereka semuanya tidak dapat pergi bersama-sama untuk memilih," kata surat kabar itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Awal pekan ini, Mufti Besar Mesir Ali Gomaa mengatakan merupakan tugas keagamaan bagi warga untuk mengambil bagian dalam referendum itu.

Sejumlah pejabat pemerintah menyerang orang yang menyerukan pemboikotan, dengan beberapa (pejabat) melukiskan keputusan itu sebagai "keremajaan dan kebangkrutan politik".

"Referendum pura-pura"

Warga Mesir, Rabu (25/5), mengikuti referendum. Pemungutan pendapat rakyat ini bertujuan menentukan perubahan sistem pemilihan presiden dengan kandidat tunggal menjadi pemilihan multikandidat. Namun pelaksanaan referendum ini diwarnai unjuk rasa dari pihak oposisi Mesir.

Saat berdemonstrasi di Kairo, pengunjuk rasa dari kelompok Kifaya menilai, referendum tersebut cuma pura-pura. Sebab, peraturan baru itu justru memastikan Presiden Mesir Husni Mubarak tak mempunyai lawan kuat sebagai kandidat presiden. Ujungnya, Partai Demokrasi Nasional, partainya Mubarak, bakal tetap berkuasa.

Pengunjuk rasa menilai, referendum untuk mengganti sistem pemilihan presiden menjadi multikandidat cuma pura-pura. Sistem ini dikhawatirkan justru membuat Husni Mubarak menjadi calon kuat. Tapi para demonstrans justru dicokok polisi Mesir.

Sebelumnya, kader-kader Al-Ikhwan Al-Muslimun Mesir terus melakukan protes kepada pihak pemerintah sebagai bentuk protes pemerintah negara tersebut yang terus melakukan tindakan sewenang-wenang terutama terhadap kegiataannya. Para anggota organiasi Islam berpengaruh itu melakukan protes dengan slogan anti-Mubarrak yang telah bertangan besi. (bsc/sant)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Amnesty: Amerika Sulut Pelanggaran HAM di Seluruh Dunia
Tulisan selanjutnya Semua anggota Komisi Pemberantasan Korupsi Thailand Dihukum

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid

Berita
22 Juli 2026 12:30
MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?