Hidayatullah.com–Amnesty International menuding berbagai pemerintahan dunia mengabaikan janji mereka untuk menegakkan era baru penghormatan atas hak asasi manusia.
Dalam laporan tahunannya, lembaga itu menyebutkan bahwa Amerika Serikat adalah negara yang paling merusak HAM, dengan mencoba cuci tangan atas penyiksaan yang mereka lakukan.
Amnesty juga berpendapat Amerika Serikat telah gagal menyelidiki secara tuntas kasus penyiksaan tawanan perang Irak di penjara Abu Ghraib Baghdad.
Menurut Amnesty, perilaku Amerika Serikat itu justru menyulut pelanggaran HAM di seluruh dunia.
Menurut Sekjen Amnesty International, Irene Khan, ia memperingatkan akan adanya agenda ideologi baru dari Amerika Serikat yang menggunakan istilah kebebasan dan keadilan untuk menerapkan kebijakan penyebaran ketakutan dan ketidak-amanan.
Pelanggaran AS terhadap hukum internasional membawa dampak fatal di dunia, karena merupakan contoh yang buruk dan digunakan sebagai pembenaran bagi segala jenis pelanggaran HAM. Demikian kata Irene Khan, seraya menambahkan, jika negara adidaya di dunia tidak mengindahkan hukum dan HAM maka itu bisa mendorong negara lain melakukan pelanggaran berat tanpa takut dihukum. (bbc/dwwd/cha)