Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iraq Selidiki Pelecehan Terhadap Tahanan di Bunker Pemerintah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 November 2005 03:02
Bagikan
Bagikan

Kamis, 17 November 2005

Hidayatullah.com—Dalam laporan itu, banyak di antara mereka telah dipukuli dan kekurangan gizi serta sejumlah lagi tampaknya disiksa. Semua tahanan tersebut ditemukan Ahad malam, selama penyerbuan oleh tentara AS yang sedang mencari seorang remaja laki-laki yang hilang.

Mereka ditemukan di sel bawah tanah di dekat kompleks Kementerian Dalam Negeri di Jadriya, wilayah Baghdad tengah, dan banyak di antara mereka memperlihatkan tanda kelaparan berat dan pemukulan, kata beberapa pejabat Irak dan sumber militer AS.

“Saya diberitahu bahwa ada 171 tahanan yang disekap di satu penjara Kementerian Dalam Negeri dan mereka tampaknya kekurangan gizi,” kata Perdana Menteri Ibrahim Al-Jaafari kepada wartawan.

“Juga ada ngomongan bahwa mereka telah menjadi sasaran penyiksaan,” katanya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebelumnya menteri dalam negeri menyebut jumlah tahanan itu sebanyak 161 dan mengatakan ia `terkejut ketika mengetahui perlakukan yang telah mereka terima`.

“Mereka diperlakukan dengan cara yang tak layak … mereka dilecehkan,” kata Hussein Kamal.

“Saya tak pernah menyaksikan situasi seperti itu selama dua tahun terakhir di Baghdad, ini yang paling buruk, “ katana kepada CNN.

“Saya melihat tanda penyiksaan fisik akibat pemukulan brutal, satu atau dua tahahan lumpuh dan kulit berbagai bagian tubuh sebagian tahanan lagi mengelupas,” katanya.

“Ini benar-benar merupakan perlakuan yang tak dapat diterima dan dicela oleh Menteri serta setiap orang di Iraq, “ katanya.

Di Washington, jurubicara Departemen Luar Negeri AS Adam Ereli menyebut tuduhan mengenai pelecegahan tersebut sebagai `mengganggu`. Amerika Serikat, yang sebagian tentaranya telah bersalah melakukan pelecehan terhadap tahanan Iraq, ingin Iraq menghukum personelnya kalau tuduhan itu terbukti kebenarannya, katanya.

"Kami tak melakukan penyiksaan. Dana kami tak percaya bahwa orang lain mesti melakukan penyiksaan," kata Ereli kepada wartawan.

"Jadi, ketika ada kasus orang dituduh melakukan penyiksaan, kami menanggapinya secara sungguh-sungguh; kami memandangnya dengan keprihatinan. Dan kami kira mesti ada penyelidikan dan mereka yang bertanggung jawab mesti dihukum, " katanya.

Kamal mengatakan semua tahanan tersebut mulanya ditahan dengan surat penangkapan tapi tak mengatakan waktunya. Mereka sekarang telah dipindahkan ke instalasi lain dan menerima bantuan medis.

Belum jelas mengapa mereka telah ditangkap. Sebagian besar tahanan dicurigai mendukung aksi perlawanan kelompok Sunni terhadap kaum Syiah dan pemerintah pimpinan suku Kurdi.

Masyarakat Sunni di Irak telah menuduh milisi yang memiliki dengan Kementerian Dalam Negeri –yang dikuasai pengikut Syiah– dan partai politik Syiah menangkapi teman mereka dalam berbagai serbuan dan menahan mereka tanpa proses pengadilan. Pemerintah telah membantah tuduhan tersebut.

Kamal menyatakan Al-Jaafari, seorang pengikut Syiah, telah memerintahkan penyelidikan kasus tahanan di bungker tersebut, yang akan dipimpin oleh wakil perdana menteri dari suku Kurdi.

"Siapa pun yang melecehkan tahanan itu, atau setiap tahanan di Iraq, akan memikul tanggung jawab hukum dan diseret ke pengadilan, " kata Kamal.

Beberapa prajurit dan sumber militer AS `terkejut` ketika mereka menemukan tahanan itu, sebagian dari mereka memiliki tanda bekas pemukulan, dan mereka kelihatannya tak memperoleh makanan yang layak selama berpekan-pekan.

`Itu tak kami duga sama sekali, kami sedang mencari seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun,` kata seorang prajurit dari Divisi Infantri Ke-3 AS –pasukan yang berpangkalan di Baghdad dan melakukan penyerbuan tersebut.

Tuduhan itu muncul menyusul skandal pelecehan di penjara Abu Ghraib, yang mencuat tahun lalu. Beberapa prajurit AS dinyatakan telah melakukan penyiksaan secara fisik dan pelecehan seks terhadap tahanan di penjara bereputasi buruk tersebut di pinggir kota Baghdad.

Sedikitnya delapan prajurit berpangkat rendah AS sejauh ini telah diseret ke pengadilan militer karena terlibat dalam pelecehan itu, yang membuat marah rakyat Iraq dan menyulut aksi perlawanan dua tahun. (rtr/rri/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 70% Tayangan Anak dan Remaja Berbahaya
Tulisan selanjutnya Mahkamah Israel Legalkan Mutilasi Bocah Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?