Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Generasi Muda Kristen AS Tak Lagi ke Gereja

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Maret 2009 03:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebagaimana diberitakan Christian Today Ahad lalu, survei ARG menyatakan bahwa 95 persen kaum muda Kristen AS berusia 20-29 tahun, rutin menghadiri gereja pada saat usia sekolah dasar hingga menengah pertama.

Kemudian, hanya 55 persen kaum muda Kristen tetap menghadiri gereja saat duduk di bangku sekolah menengah atas. Dan saat mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, hanya 11 persen yang masih menghadiri gereja.

Penelitian America’s Research Group (ARG) yang bertemakan; “Mengapa kaum muda meninggalkan gereja” ini, dan  kemudian diterbitkan dengan judul “Already Gone”, sangat mencengangkan gereja.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa 40 persen kaum muda Kristen yang hengkang dari gereja, mengaku bahwa mereka pergi karena meragukan kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sedangkan 43,7 persen di antaranya mengatakan bahwa mereka tidak lagi memercayai kebenaran Alkitab saat duduk di bangku sekolah menengah atas.

Para kaum muda Kristen yang tak lagi ke gereja ini mengatakan bahwa mereka tidak memercayai Alkitab karena itu ditulis oleh manusia (24 persen); tidak diterjemahkan dengan tepat (18 persen); isi Alkitab banyak yang saling bertentangan (15 persen); dan tidak dapat dibuktikan secara ilmiah (14 persen).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Generasi muda yang hilang dari gereja, membuatku sangat prihatin, baik secara pribadi maupun profesional,” tutur Ken Ham, seorang penulis, pembicara, pendiri dan Presiden dari Answers in Genesis and Young Earth, yang berdomisili di Amerika Serikat.

Ini berarti, menurut Ham, Sekolah Minggu telah gagal memperkuat keimanan dari para generasi muda Kristen. “Sekolah Minggu moderen lebih berperan membentuk moralitas dan spritualitas anak-anak—bukan iman Kristen,” keluh Ham, seraya mendorong para umat kristiani di AS untuk benar-benar mempertimbangkan hasil survei tersebut sebelum mengambil tindakan seperti ‘membubarkan’ Sekolah Minggu.

Ham mengatakan bahwa sementara para guru Sekolah Minggu mengajarkan mengenai cerita-cerita di Alkitab,  anak-anak tersebut dibiarkan “sendiri” mempelajari biologi, antropologi, geologi, astronomi, dan pelbagai ilmu pengetahuan lainnya. Akibatnya, cerita-cerita di Alkitab lebih ditafsirkan sebagai “cerita dongeng” ketimbang sejarah dari peradaban manusia.

 “Bagi mereka, (kisah) Alkitab tidak nyata,” terang Ham. “Di gereja, kita mengajarkan mengenai moralitas, hal-hal spiritual, hubungan sesama manusia… (tapi) tidak mengajarkan mengenai ilmu alam.”

 “Siapa bilang itu bukan tugas gereja? Padahal Alkitab banyak menyinggung mengenai geologi, biologi, dan ilmu-ilmu alam lainnya,” tutur Ham prihatin. “Akibatnya kita kehilangan generasi penerus.”

Menurut pengamatan Ham, banyak pendeta dan guru Sekolah Minggu yang mengajarkan—apa yang menurut Ham—kompromisasi. “ Di mana mereka mengajarkan bahwa teori evolusi dapat dipercaya. Bahwa usia bumi sudah mencapai jutaan, bahkan miliaran tahun, bukan enam ribu tahun—seperti yang diajarkan Alkitab,” urai Ham.

Itulah mengapa, kata Ham, para kaum muda Kristen mulai mempertanyakan kesahihan Alkitab, khususnya Kitab Kejadian—sehingga mereka mulai tidak mempercayai keseluruhan isi Alkitab.

“Jika kita mengajarkan pada mereka untuk meyakini Firman Tuhan, sebagaimana mempercayai peristiwa kebangkitan dan mukjizat-mukjizat Yesus, kisah Yunus di perut ikan… tapi tidak memberitahukan kepada mereka perlunya meyakini kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian sebagaimana mestinya—kita telah membuka pintu,” kata Ham. “Pintu untuk meragukan otoritas Alkitab,” jelas Ham.

 “Kita telah membiarkan dogma sekuler humanis meracuni generasi muda Kristen Amerika. Saatnya gereja-gereja kembali pada otoritas Alkitab, yang dimulai dengan meyakini Kitab Kejadian,” pungkasnya. [glm/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pejuang Taliban Tawan Serdadu Amerika
Tulisan selanjutnya Bisnis Berbasis Amanah, Masih Adakah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?