Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Partai Kristen Swiss Kampanyekan Larangan Menara Masjid

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Februari 2009 11:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Amnesti International mengecam kampanye larangan pendirian menara masjid di Swiss. Menurut badan HAM ini, larangan itu justru bertujuan untuk memicu ketakutan terhadap umat Islam dan mendorong xenofobia demi kepentingan politik.

“Inisiatif ini bertujuan untuk membela diri terhadap Islamifikasi yang marak di Swiss. Namun cara ini justru mendiskreditkan umat Islam dan mencemarkan nama baik mereka,” kata Daniel Bolomey, Ketua Amnesti International di Swiss.

Pada tahun lalu, Partai Rakyat Swiss (SVP) dan Partai Kristen berhaluan ekstrem meluncurkan kampanye melarang pembangunan menara masjid di Swiss. Partai sayap kanan mengklaim pembangunan menara bukan merupakan hal utama untuk tempat ibadah, tapi lebih sebagai simbol hukum Islam yang tidak cocok dengan sistem hukum Swiss.

Kampanye ini memicu kecaman di dunia politik Swiss. Pemerintah mengecamnya sebagai tidak konstitusional dan diskriminatif.

SVP berhasil mengumpulkan 113.000 suara untuk mendesak agar dilakukan pemungutan suara tentang larangan menara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Berdasarkan hukum di Swiss, orang-orang yang berhak dalam pemilihan, dapat mengajukan pemungutan suara rakyat bila berhasil mengumpulkan 100.000 tanda tangan dalam waktu 18 bulan. Diperkirakan referendum akan digelar sebelum November. Referendum nasional atas isu itu akan bersifat mengikat berdasarkan sistem demokrasi langsung.

Amnesti menilai bahwa para pengkampanye ingin mengekspoitasi ketakutan terhadap muslim dan mendorong xenofobia untuk kepentingan politik.

“Bagi mereka, masalah ini tidak ada hubungannya dengan menara. Dalam realita, mereka ingin memanfaatkan ketakutan yang sudah ada di masyarakat dan mengobarkan perasaan xenofobia untuk kepentingan politik,” simpul Bolomey.

Partai Demokratik Bebas FDP berhaluan kanan tengah juga mengecam kubu kanan jauh dengan menegaskan bahwa cara itu hanya akan memicu ketakutan tak berdasar terhadap umat Muslim di Swiss. Kampanye ini sendiri juga membuat sekitar 350.000 muslim terkejut. Banyak dari mereka sudah mengajukan kampanye selama puluhan tahun agar agama mereka diakui.

Swiss adalah negara sekuler. Konstitusi setempat menjamin kebebasan berekspresi beragama. Masjid-masjid di Swiss cenderung berupa gudang tak terpakai dan pabrik.

Di seluruh negeri, hanya ada empat masjid dengan menara. Tak satu pun dari masjid ini mengumandangkan adzan. Di Bern, ibukota Swiss, masjid terbesar berdiri di atas bekas lahan parkir bawah tanah.

Islam adalah agama kedua di Swiss setelah Kristen. Namun umat Islam kerap jadi sasaran permusuhan. [iol/hat/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengurus Gereja Sesalkan Penutupan Bhakti Luhur
Tulisan selanjutnya Andi: Belum Saatnya Orang Sulawesi Jadi Presiden

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Berita
5 September 2026 16:18
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?