Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Nikah Massal Terbesar dalam Sejarah di Saudi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Juli 2009 14:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Gubernur Tabuk, Pangeran Fahd bin Sultan bin Abdul Aziz hari Kamis, 2 Juli, menyaksikan pernikahan massal terbesar dalam sejarah yang melibatkan 1.400 pasangan atau 2.800 orang laki-laki dan perempuan. Pesta pernikahan itu diselenggarakan di Gedung Pusat Sosial Pangeran Sultan bin Fahd di Tabuk, wilayah barat Arab Saudi.

Upacara sangat meriah dengan biaya sepenuhnya ditanggung Gubernur. Banyaknya pasangan yang menikah massal ini, menurut Fahd bin Sultan, menunjukkan bahwa tak mungkin manusia bisa hidup sendiri, tanpa orang lain. Semua manusia akan saling tergantung. Laki-laki butuh teman wanita dan wanita butuh teman laki-laki. Demikian seperti diberitakan harian Al-Watan edisi Jumat, 3 Juli.

“Saya menyarankan kepada kalian semua dan saya pribadi agar takut pada Allah Yang Maha Kuasa. Kalian harus tahu bahwa perkawinan adalah tanggung jawab yang sangat signifikan bagi pribadi kalian semua. Sejak kini setiap orang dari kalian akan menjadi bagian masyarakat dan bertanggung jawab penuh terhadap keluarga. Saya ikut berdoa semoga kalian semua berhasil menjalani kehidupan,” kata Gubernur Tabuk yang juga anak Putera Mahkota Arab Saudi itu.

Perkawinan massal adalah upaya kerajaan Arab Saudi untuk memudahkan proses pernikahan di negara kaya minyak itu. Pernikahan di Arab Saudi terbilang mahal karena memungut mahar yang sangat tinggi. Mahar tinggi adalah tradisi yang ingin didobrak sejumlah tokoh Saudi.

Pemerintah dan beberapa lembaga sosial di Arab Saudi banyak memberi bantuan untuk para lajang yang hendak menikah dengan bantuan uang mahar dan lain sebagainya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pangeran Fahd bangga melihat di wilayahnya bisa terselenggara perkawinan massal terbesar dalam sejarah Arab Saudi. Dari jumlah ini, sepertiga datang dari desa-desa di Tabuk.

Mereka sangat gembira bisa berpotret bersama Gubernur Tabuk. Hanya, pasangan wanitanya tidak ditampakkan. [ihj/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahasiswa yang Disiksa Polisi Mesir Masih Trauma
Tulisan selanjutnya Fatwa Palestina: Haram Pelukan dan Ciuman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Terbaru

  • Jadi Kepala Biro Politik, Khalil Al-Hayya Umumkan 6 Prioritas Hamas
  • MNF 2026: Membela Palestina adalah Hak Kita!
  • MUI Siapkan RUU Pencegahan dan Penanggulangan LGBTQ, Akan Dibahas di KUII VIII 2026
  • Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi
  • ‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas
  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?