Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Cara Yahudi Hindari Flu Babi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2009 16:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com--Orang Yahudi sepertinya agak sulit menerima kenyataan bahwa mereka tetap terinfeksi virus flu babi meskipun sudah menghindari babi, sesuai larangan agamanya. Berbagai upaya dilakukan agar terhindar dari virus itu, mulai dari yang rasional hingga yang tidak masuk akal.

Jangan mencium tangan rabi atau gulungan Taurat, demikian pesan penguasa Israel  kepada umat Yahudi guna meredam penyebaran flu babi di negara itu.

Dalam pesan yang dikirim ke sinagog-sinagog menjelang perayaan tahun baru Yahudi, kementerian kesehatan mengatakan bahwa jabat tangan boleh saja tetapi setelah itu harus cuci tangan.

Adalah kebiasaan umum di kalangan orang-orang Yahudi untuk mencium tangan rabi yang mereka hormati.

Pada hari Jumat lalu, Israel melaporkan ada korban ke-22 virus flu babi (H1N1), dan sudah lebih dari 3.000 orang telah terinfeksi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan Agustus, satu kelompok yang terdiri sekitar 50 rabi dan dukun Yahudi terbang melintasi wilayah udara Israel dengan menumpang pesawat, seraya mengucapkan doa-doa dan meniup terompet dari tanduk untuk menangkal flu babi.

Para pemimpin keagamaan mengelilingi Israel “untuk menghentikan pandemi sehingga tidak ada lagi orang yang mati karenanya”, kata rabi Yitzhak Batzri.

“Kami yakin bahwa berkat doa, bahaya sudah bisa dilewati,” tambah Batzri.

Flu babi rupanya tetap tidak melewatkan negara Yahudi. Meskipun mereka telah berupaya tidak menggunakan nama-nama yang tidak dianggap kosher (halal menurut Yahudi).

Deputi Menteri Kesehatan Yakov Litzman, anggota partai ultra-relijius, pernah mengatakan di bulan April bahwa nama “flu babi” tidak boleh digunakan karena mengandung nama dari binatang “babi” yang dilarang oleh Yudaisme.

Sebagai gantinya, ia mengatakan pihak berwenang harus menyebut virus yang melanda dunia itu dengan sebutan “flu Meksiko.”

Namun, hal itu tidak disetujui oleh duta besar Meksiko untuk Israel, sementara perwakilan Israel di Meksiko bersikeras tidak mau menggunakan isitlah “flu babi.”

Akhirnya Tel Aviv mundur dari usaha untuk mengubah nama virus tersebut, yang sejauh ini telah memakan korban 22 orang tewas di Israel, dan menginfeksi lebih dari 3.000 orang lainnya.

Pada 30 April 2009, The World Health Organisation (WHO) badan PBB yang mengurusi masalah kesehatan, pernah mengumumkan himbauan untuk berhenti menggunakan istilah “flu babi” atau “swine flu” dengan alasan untuk melindungi binatang babi dan karena istilah itu bisa memberikan dampak buruk bagi ekonomi secara luas.

Himbauan WHO itu sempat membuat ramai dunia. Sebagian pihak bertanya-tanya mengapa istilah “flu babi” tidak boleh digunakan, padahal virus penyakit itu memang aslinya berawal dari hewan babi dan memiliki gen virus dari babi, burung dan manusia, meskipun para ilmuwan hingga saat ini tidak tahu bagaimana virus itu bisa menginfeksi manusia.

Sejak awal kasus flu itu merebak dan istilah “flu babi” digunakan, tidak ada yang mempermasalahkannya. Sampai saatnya Israel “bersuara” di bulan April, menyeru untuk tidak menggunakan istilah itu. Siapa yang tidak tahu Israel Lobby, yang selalu berupaya dengan segala cara melindungi kepentingan ekonomi mereka, termasuk dengan mempengaruhi pemerintah Amerika dan sekutunya serta PBB.

Dan Islam, sudah mengabarkan kelicikan Yahudi sejak lebih dari  1.400 lalu. Dari Jabir bin ‘Abdillah r.a, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. pada tahun penaklukan kota Makkah bersabda, “Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi dan berhala.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana menurut anda lemak bangkai sesungguhnya benda itu dipakai untuk mengecat perahu, meminyaki kulit dan dipakai untuk bahan bakar lampu oleh manusia?” Rasulullah saw. berkata, “Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi, ketika Allah mengharamkan atas mereka lemak, mereka memanaskannya (mencairkannya) kemudian menjualnya dan memakan hasil penjualannya,” (HR Bukhari [2236] dan Muslim [1581]).[di/meo/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Posisi Muhammadiyah
Tulisan selanjutnya Mengintip Ramadhan di Liga Jerman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?