Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Al Ghamidi Tidak Jadi Dipecat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 April 2010 16:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kabar mengenai pemecatan Ahmad bin Qasim Al Ghamidi, Kepala Hai’ah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, cabang Makkah ditarik dari situs Kantor Berita Saudi, demikian lansir Aljazeera.net (26/4/2010). Setelah dua jam dipublikasikan pada Ahad sore, penonaktifan dibatalkan. Keputusan itu juga menyangkut stabilisasi Hai’ah Amar Ma’ruf Nahi Munkar  cabang Makkah.

Ini bukanlah keputusan pertama yang tertuju pada Al Ghamidi. Hal serupa terjadi pada awal Desember tahun 2009, dimana penonaktivan Al Ghamidi sempat  mencuat, setelah menyatakan bahwa ikhtilath dibolehkan. Hanya saja Dr Abdul Muhsin Al Qafari, jubir Hai’ah menyanggah kabar itu.

Beberapa pekan sebelumnya, terjadi perdebatan antara mereka yang mendukung Al Ghamidi dan mereka yang berada dalam barisan Salafi, mengenai masalah ikhtilath, di televisi.  Perdebatan yang melibatkan Al Ghamidi itu juga dipublikasikan di salah satu kanal televisi. Disamping masalah ikhtilath, Al Ghamidi juga berpendapat bahwa shalat berjama’ah bukanlah amalan yang diwajibkan dan bolehnya wanita menjalankan kendaraan.

Pandangan Al Ghamidi sendiri bertentangan dengan pandangan yang diikuti Hai’ah Amar Ma’ruf sendiri, yang menilai bahwa ikhtilath adalah perbuatan haram dan pelakunya harus dihukum. Dan Hai’ah juga melakukan patroli ketika waktu shalat hampir tiba, untuk memperingatkan agar  warga melakukan shalat di masjid.

Dr Khalid Ad  Dakhil, profesor sosiologi dan ilmu politik di Universitas Malik Saud di Riyadh menilai bahwa ada konflik internal di dalam Hai’ah sendiri, yakni terjadinya pertentangan tajam antara “kelompok terbuka” dengan kelompok Salafi  mengenai beberapa masalah khilafiyah dalam fiqih.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Khalid menyebutkan bahwa Al Ghamidi dan kelompok pendukungnya memperoleh perlindungan dari gerakan reformasi yang dimotori oleh Raja Abdullah, yang ditandai dengan dibukanya Universitas Ilmu Tehnik Malik Abdullah pada akhir tahun 2009, yang mencampurkan mahasiswa laki-laki dan perempuan dalam kelasnya.

Khalid menambahkan, bahwa sejak tahun 2008 Ha’aih Amar Ma’ruf Nahi Munkar mendapat banyak kritikan dari lembaga pers lokal. Fenomena ini menunjukkan adanya lampu hijau dari pemegang kebijakan potilik, untuk  mengkritik badan keagamaan negara. Ini mengisyaratkan bahwa Saudi mulai memasuki era keterbukaan. Pembatalan penonaktifan Al Ghamidi sendiri merupaka bagian dari upaya reformasi terhadap Hai’ah dari pemerintah resmi. [tho/jzr/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lagi-lagi Penindasan Evolusionis di AS
Tulisan selanjutnya DPR Usulkan Revisi UU Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York

Berita
9 September 2026 14:02
‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
Qatar: Negara Teluk Jangan Hanya Andalkan Perlindungan AS
Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • Trump Diam soal Sanksi Inggris terhadap Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
  • Silver Economy, Cara Turki Hadapi Naiknya Populasi Lansia
  • Negara-Negara Muslim Sambut Keputusan 12 Negara Barat Mensanksi ‘Israel’
  • Balas Sanksi terhadap Permukiman Ilegalnya, ‘Israel’ Ancam Tutup Konsulat Inggris
  • ‘Israel’ Percepat Pembangunan 1000 Rumah untuk Pemukim Ilegal di Tepi Barat
  • Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
  • Al-Azhar Kecam Aksi Penistaan Al-Quran di Gereja New York
  • 11 Negara Eropa dan Kanada Sepakati Larangan Dagang dengan Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Media ‘Israel’: UEA Pernah Peringatkan Zionis Soal Operasi Thufan Al-Aqsha

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?