Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

‘Masjidil Aqsa Seperti Tangan Terikat Rapat’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Mei 2010 09:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com & Sahabat Al-Aqsa—Kapal Mavi Marmara—Tidak kurang dari 60 sinagog Yahudi sudah didirikan untuk mengepung komplek Al-Quds atau Masjidil Aqsa, bagaikan tangan yang dibungkus dan diikat rapat, sehingga sama sekali tidak bisa bergerak. Selain itu, tentara penjajah Israel juga telah mendirikan puluhan pos pemeriksaan militer di atas kerat-kerat tanah komplek Al-Quds.

“Bayangkan kalau hal itu terjadi di Masjidil Haram dan Ka’bah, tentu kita segera terbang membela masjid suci itu dari perampokan,” kata Syeikh Ra’id Salah, dalam majelis khusus dengan delegasi Indonesia-Malaysia pagi tadi seusai shalat dhuha tadi (jam 1 siang WIB), di atas Mavi Marmara, kapal utama kafilah Freedom Flotilla yang sedang menuju Gaza.

Syeikh Ra’id adalah ketua organisasi “Palestina 1948”, organisasi rakyat Arab Palestina yang memperjuangkan kembalinya seluruh tanah wakaf umat Islam dalam bentuk Palestina merdeka yang utuh sesuai batas-batasnya tahun 1948, dengan Al-Quds sebagai ibukotanya. Tidak dipecah-pecah seperti sekarang, sebagian di Gaza, sebagian di Tepi Barat.

Sudah berkali-kali ia dipenjarakan dan diteror oleh tentara penjajah Israel. Pria yang dijuluki “Jurubicara Masjidil Aqsa” oleh rakyat Palestina ini menjelaskan bahwa komplek Masjidil Aqsa luasnya 144 dunum (1 dunum = 1000m2).

Menurut Syeikh Ra’id, tentara penjajah Israel, menerapkan peraturan yang terus berubah-ubah bagi siapa yang hendak masuk dan shalat di Masjidil Aqsa. “Terkadang dibatasi harus di atas usia 50 tahun, minggu berikutnya diturunkan 45 tahun, minggu berikutnya hanya boleh shalat Jumat, minggu depannya lagi shalat Jumat pun harus bawa ID card, begitu seterusnya,” kata Syeikh Ra’id.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Intinya, menurut beliau, Israel ingin agar Masjidil Aqsa terputus dari kehidupan warga Muslim Palestina dengan cara membuat mereka tidak senyaman mungkin untuk masuk ke Aqsa.

Meremehkan Al-Aqsa

Menurut Syeikh Ra’id, Masjidil Aqsa disebut secara spesifik oleh Allah di dalam Al-Quran, karena itu, terancamnya Al-Aqsa adalah sebuah isu Al-Quran, isu Aqidah. “Siapa yang menganggap remeh isu terancamnya Al-Aqsa ini berarti dia meremehkan Al-Quran,” tegasnya.

Syeikh Ra’id juga menyebutkan strategi operasi pendirian negara Israel yang lebih setengah abad silam diletakkan oleh David Ben Gurion, Perdana Menteri Israel yang pertama, “Tidak akan berdiri Israel tanpa dikuasainya Al-Quds, dan tidak akan dikuasai Al-Quds tanpa berdirinya Haikal (kuil Yahudi).”

Menurutnya, Israel telah berhasil mendirikan Israel dan menguasai Al-Quds, tapi sampai hari ini mereka belum mendirikan Haikal. “Kenapa?” tanya Syeikh Ra’id kepada delegasi Indonesia-Malaysia.

Beberapa orang coba menjawab, dan jawaban itu dianggap baik oleh beliau. Namun Syeikh Ra’id memberikan jawabannya sendiri, “sebab Israel tidak akan mendirikan Haikal kecuali di atas tanah yang sekarang berdiri Masjidil Aqsa di atasnya. Artinya apa? Artinya Haikal Yahudi hanya akan bisa berdiri kalau Masjidil Aqsa dihancurkan tanpa bekas.”

Akhirnya Syeikh Ra’id yang kalem, tawadhu, dan murah senyum ini, mengingatkan bahwa kini semakin besar tanda-tanda akan terjadinya An-Nakbah kedua.

An-Nakbah
(Musibah Besar) menimpa rakyat Palestina selama kurun waktu menjelang pendirian negara Israel bulan Mei 1948, dan beberapa waktu sesudahnya.

Menurut Syeikh Ra’id, selama terjadi An-Nakbah, Israel yang dibantu sepenuhnya oleh Amerika Serikat, Inggris dan Prancis, melakukan tiga tindakan kriminal besar.

Kriminalitas pertama,
menghancurkan 500 kampung dan desa Palestina tanpa bekas.

Kriminalitas kedua, menghancurkan 1200 masjid tanpa bekas bangunan.

Kriminalitas ketiga,
membunuh sebanyak mungkin orang Palestina, mengusir sebanyak mungkin, dan menteror terus-menerus semua orang Palestina sehingga yang tersisa selalu hidup dalam ketakutan.

An-Nakbah Kedua

“Sesudah peristiwa An-Nakbah jumlah warga Palestina yang tersisa di wilayah yang dijajah Israel sepenuhnya hanya tinggal 90 ribu orang, termasuk kami berdua,” Syeikh Ra’id menunjuk rekannya, Muhammad Zaidan, ketua Komite Penindaklanjutan Hak-hak Rakyat Palestina.

Saat ini, menurut Syeikh Ra’id, ada tiga tanda besar akan terjadinya An-Nakbah yang kedua: pertama, Knesset, parlemen Israel telah mengeluarkan undang-undang baru yang membolehkan pemerintah mengusir dan membatalkan kewarganegaraan seseorang yang menentang negara Israel dari tanah Palestina.

Tanda kedua
, rabi-rabi utama Yahudi telah mengeluarkan fatwa-fatwa yang secara terang-terangan menghalalkan darah orang Palestina.

Tanda ketiga,
makin seringnya terjadi penghancuran paksa rumah-rumah warga Palestina yang dikawal oleh ratusan tentara Israel untuk diubah menjadi pemukiman Yahudi.

Menurut Syeikh Ra’id, “Batu kilometer yang akan dicapai adalah pendirian negara Israel Raya, yang syarat utamanya adalah diusirnya seluruh warga Palestina yang masih tersisa di dalam, yang kini jumlahnya diperkirakan 1,5 juta orang, dan dihapusnya hak kembali bagi mereka yang berada di luar Palestina.”

Tahun 2010 ini, menurut Syeikh Ra’id adalah tahun yang sangat penting, karena Zionis Israel mencanangkan tahun ini sebagai tahun untuk mewujudkan kata-kata Ben Gurion tadi, “…tidak akan dikuasai Al-Quds, kecuali dengan berdirinya Haikal (hancurnya Masjidil Aqsa).” Karena itu Syeikh Ra’id berpesan ke seluruh umat Islam sedunia, “Bangunlah, Masjidil Aqsa sungguh-sungguh sedang terancam.” [Dzikrullah, Santi Soekanto, Surya Fachrizal/Hidayatullah.com]

 
Salurkan Bantuan Anda untuk Palestina melalui; Sahabat Al-Aqsha & Hidayatullah.com
 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kapal Yunani Tak Bisa Lanjutkan Perjalanan
Tulisan selanjutnya 15 Orang dari Kapal Free Gaza Movement Gabung Mavi Marmara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?