Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inilah Profil Tirkel Panel, Tim Investigasi Bentukan Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Juni 2010 18:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com —Tim investigasi insiden berdarah Freedom Flotilla akhirnya dibentuk oleh Israel dan telah mendapatkan persetujuan dari kabinet, Senin kemarin. Siapa saja yang dipilih PM Benyamin Netanyahu untuk duduk dalam tim tersebut dan apa tugasnya? Mari kita telusuri lebih lanjut.

Kantor Perdana Menteri Israel telah mengumumkan bahwa yang akan menjadi pemimpin tim investigasi insiden berdarah atas konvoi kemanusian Freedom Flotilla adalah Jaakov Tirkel, mantan ketua Mahkamah Agung Israel. Anggotanya; Shabtai Rosenne, Amos Horev, serta dua pengamat asing William David Trimble dan Kenneth Watkin.

Shabtai Rosenne
Ia adalah anggota tim yang paling tua, 93 tahun. Profesor Rosenne dilahirkan di Inggris pada 1971. Sebagai pakar hukum, ia pernah mendapat penghargaan dari pemerintah Israel dalam bidang yurisprudensi di tahun 1960, dan untuk bidang hukum internasional di Den Haag pada tahun 2004.

Tahun 1948-1967 ia menjadi penasihat hukum untuk Kementerian Luar Negeri Israel, mewakili negara Zionis dalam berbagai konferensi internasional dan mewakili pemerintah Israel dalam kasus-kasus hukum di Mahkamah Internasional.

Rosenne merupakan figur yang disegani dalam bidang hukum internasional dan hukum maritim. Namun demikian, pengalaman dan kepakarannya tidak didasarkan pada bidang hukum yang menyangkut kejahatan perang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Usianya mendekati 100 tahun, tapi Rosenne terampil menggunakan perangkat teknologi seperti komputer.

Amos Horev
Meskipun sempat mendapat kritik atas penunjukan Horev sebagai pakar militer dalam tim penyelidik Freedom Flotilla, PM Netanyahu tidak ragu mendudukkan pria berusia 86 tahun ini sebagai anggota tim.

Pensiunan mayor jenderal ini bahkan dipuji-puji mantan pemimpin Mossad, Zvi Zamir. “Dalam pandangan saya, dia sekarang berada dalam kondisi terbaiknya,” ujar Zamir.

Horev masuk Haganah (paramiliter Israel) pada usia 14 tahun dan menjadi salah seorang yang pertama kali bergabung dalam Palmach (pasukan tempur Haganah) di tahun 1941. Selama invasi Israel ke Palestina atau yang disebut Israel sebagai perang kemerdekaan, ia menjadi komandan di beberapa posisi. Tahun 1954-1966 Horev menjadi kepala divisi persenjataan di IDF.

Selama sepuluh tahun ia duduk sebagai presiden Technion (institut teknologi Israel di Haifa) dan melanjutkan karir sebagai penasihat bidang pertahanan.

Kenneth Watkin
Pria Kanada berusia 56 tahun ini seorang brigadir jenderal yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai bagaimana memerangi teroris dan pelaku teror individu (non-negara). Pakar hukum Israel sangat terkesan dengan pengetahuan Watkin tersebut dan karenanya mereka berharap Watkin bisa memahami posisi Israel.

Watkin baru pensiun dari Angkatan Bersenjata Kanada dua bulan lalu. Ia terlibat dalam masalah penyiksaan dan penghilangan tawanan di penjara Kanada di Afghanistan, di mana beberapa tahanan dilaporkan disiksa atau hilang ketika dipindahkan ke tahanan Polisi Nasional dan Direktorat Kemanan Nasional Afghanistan. Menurut laporan Toronto Star, Watkin menolak untuk bersaksi di Majelis Rendah Parlemen Kanada seputar isu tersebut.

William David Trimble
Pemenang Nobel Perdamaian tahun 1998 berusia 64 tahun ini ikut serta dalam perumusan perjanjian damai di Irlandia Utara, pernah duduk sebagai wakil rakyat di parlemen Inggris selama 15 tahun dan sejak 2006 menikmati kursi di Majelis Tinggi parlemen Ingrris.

Merintis karir sebagai penasihat hukum, pria pengikut gerakan Protestan ini selama 20 tahun berusaha mempertahankan Irlandia Utara tetap menjadi bagian dari Inggris Raya melalui keanggotaannya di Ulster Unionist Party.

Tahun 1995 ia menjadi pemimpin partai itu dan setuju melakukan pembicaraan yang digagas mantan senator Amerika Serikat George Mitchell, yang berakhir pada perlucutan senjata pasukan Republik Irlandia (IRA).

Hal yang menarik dari Trimble si penerima Nobel Permaian ini adalah,  pada 31 Mei lalu, bersamaan dengan serangan militer Israel atas konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla yang merenggut 9 nyawa dan melukai puluhan aktivis lainnya, ia justru membentuk “Friends of Israel Initiative” yang bertujuan melawan upaya-upaya delegitimasi dari eksistensi negara Zionis Israel. Para tokoh pendiri Friends of Israel Initiative lainnya adalah mantan PM Spanyol Jose Maria Aznar, mantan Presiden Peru Alejandro Toledo, bekas Dubes AS untuk PBB John Bolton, filsuf Italia Marcelo Pear dan sejarawan Inggris Andrew Roberts.

Israel mendapatkan kecaman keras dari dunia internasional serangan mematikan di atas kapal Mavi Marmara, tetapi para pendukung Zionis Israel menyalahkan para aktivis kemanusiaan yang berusaha memberikan bantuan ke Gaza. Mereka menyebut upaya menerobos blokade Israel atas Gaza sebagai tindakan yang disengaja untuk mendelegitimasi Israel dan membahayakan keamanan negara Zionis, karena para aktivis memberikan bantuan ke wilayah yang dikuasai Hamas.

Yakoov Tirkel
Yakoov Tirkel atau kadang disebut Jacob Turkel, pernah menjabat sebagai ketua Mahakamah Agung Israel. Oleh karena tim investigasi insiden Mavi Marmara buatan Benjamin “Bibi” Netanyahu diketuai oleh pria berambut perak ini, maka tim juga dikenal dengan Tirkel Panel.

Seperti halnya dengan penunjukan Horev, tidak semua warga Israel setuju pilihan Bibi atas Tirkel.

Media Israel, Haaretz, dalam sebuah editorialnya menyebut panel bentukan Netanyahu ini tidak akan punya gigi dan kekuatan, karena ketuanya sendiri tidak percaya terhadap panel semacam itu. Dalam wawancara dengan Army Radio, tulis Haaretz, Tirkel mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali membentuk komite penyelidik pemerintah. Ia menentang pengamat asing dan menyatakan dengan jelas bahwa ia bukan seseorang yang senang menarik kesimpulan atas individu dan memecat siapa saja yang bertangungjawab atas kegagalan. Ketika Haaretz menanyakan kembali tentang pernyataan itu, Tirkel menjawab, “Saya tidak ingat apa yang saya katakan.”

Mungkin Haaretz ingin memberitahu khalayak bahwa ketua tim penyelidikan insiden berdarah ini adalah seorang pria tua yang pikun.

Ada empat tugas yang dilimpahkan Israel kepada tim penyelidik aksi brutal militer Israel. Pertama, meneliti aspek keamanan dari blokade laut terhadap wilayah Gaza menurut hukum internasional. Kedua, Mengkaji tindakan-tndakan Israel dalam menegakkan blokade lautnya dan pencegahan armada internasional yang akan berlabuh di Gaza pada 31 Mei 2010 menurut hukum internasional. Ketiga, Mengkaji tindakan yang dilakukan oleh para penyelenggara armada yang menuju Gaza dan mengidentifikasi para partisipannya. Keempat, mengkaji apakah tindakan Israel dalam menghadapi tuntutan pelanggaran hukum perang yang ditujukan kepada Israel, sebagaimana yang terjadi pada insiden tersebut, sesuai dengan kewajibannya sebagai negara dan juga hukum internasional.

Kita amati dan tunggu, apakah kelima pria tua pilihan PM Israel Benjamin Netanyahu itu bisa bekerja dengan baik sesuai dengan standar internasional dan bukan standar negara Zionis Israel dan sekutunya. [di/hrz/ynet/tik/jpo/ hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dampak Video Porno Sangat Fatal Bagi Anak
Tulisan selanjutnya Ulama Iran: Mengingkari Wilayat Al Faqih, Murtad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?