Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ahmadinejad: Perundingan Palestina-Israel Untungkan Obama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Oktober 2010 14:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, proses perundingan perdamaian langsung Palestina-Israel hanya dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di dalam negerinya.

“Tak ada perubahan dalam proses perundingan perdamaian Palestina yang hanya dimaksudkan untuk mengumpulkan dukungan bagi Obama di Amerika,” katanya, seperti dikutip situs kantor Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, akhir pekan lalu.

Pernyataan Presiden Assad itu terungkap dalam kunjungan resminya di Iran dan pertemuannya dengan Presiden Ahmadinejad. Dalam pertemuan itu, Presiden Ahmadinejad juga mengeritik AS dan sekutunya, Israel.

Tanpa menjelaskan apakah ucapannya ditujukan pada proses perundingan Palestina-Israel yang dimediasi AS, Ahmadinejad menyebut Amerika diambang kehancuran dan rezim Zionis terekspos. Dia pun memuji perlawanan Presiden Bashar al-Assad terhadap musuh bebuyutan Iran itu.

Sebulan berjalan, proses perundingan damai langsung Palestina-Israel yang ditengahi AS itu terancam ambruk setelah Israel tak lagi memperpanjang moratorium sepuluh bulan pembangunan pemukiman baru warga Yahudi di atas tanah rakyat Palestina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Presiden Ahmadinejad dan para pejabat Pemerintah Iran mengabaikan proses perundingan tersebut karena Teheran memang tak mengakui keberadaan Israel.

Pemerintahan Obama sendiri berupaya keras membangun hubungan bilateralnya dengan Suriah dan mendorong Damaskus untuk mengambil jarak dari Teheran.

Di tengah upaya itu, para pejabat senior AS, termasuk Menteri Pertahanan Robert Gates, justru menuding Iran dan Suriah mempersenjatai kelompok Hizbullah di Libanon dengan roket dan misil canggih.

Hizbullah dan Israel terlibat perang 34 hari pada 2006. Dalam perang itu, Libanon kehilangan 1.200 orang warganya, sedangkan di pihak Israel, jumlah korban tewas hanya 160 orang.

Berbeda dengan mayoritas korban di pihak Libanon yang umumnya warga sipil, sebagian besar korban di pihak Israel adalah tentara.

Pemberitaan media Iran hari Sabtu menyebutkan bahwa agenda pertemuan Presiden Assad dan para pemimpin Iran akan diwarnai isu Libanon, Iraq dan Palestina.

Kunjungan ke Iran sendiri dilakukan Presiden Assad beberapa hari setelah mantan Perdana Menteri Irak Iyad Allawi mengatakan bahwa dia sudah meminta Suriah membujuk Iran agar menjauhkan diri dari perjuangannya meraih kursi perdana menteri bersama Nuri al-Maliki pasca-Pemilu Maret 2010.

Dalam satu konferensi pers di Damaskus hari Rabu, Allawi menuding Iran mencampuri urusan dalam negeri Iraq.

“Kami meminta para pemimpin yang punya hubungan baik dengan Iran agar meminta negara itu tidak mencampuri urusan Iraq, dan kami membahas isu ini dengan Presiden Assad,” kata Allawi.

Dalam kaitan ini, Allawi mengatakan, Presiden Assad berjanji mengupayakannya bagi kepentingan Iraq dan stabilitas kawasan.

Dalam kunjungannya ke Iran itu, Presiden Assad dianugerahi medali penghargaan oleh Presiden Ahmadinejad.

“Suriah terus mendapat ancaman para Zionis dan sekutunya. Ini menunjukkan peran Suriah dalam memelihara keamanan di kawasan,” kata Presiden Ahmadinejad dalam pidatonya yang disiarkan stasiun TV nasional.

Berakhirnya moratorium 10 bulan pembangunan permukiman baru warga Yahudi di atas tanah rakyat Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat itu membahayakan proses perundingan perdamaian.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas berulang kali mengatakan bahwa dia akan meninggalkan meja perundingan perdamaian langsung dengan Israel itu jika pembekuan pembangunan itu tidak dilanjutkan. [ap/sk/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jalan Terjal Seorang Manager Membangun Karir dan Keluarga
Tulisan selanjutnya Muslim Indonesia Berpeluang Sumbang Peradaban Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ukraina Tidak akan Pernah Bergabung dengan NATO, Kata Mantan Jenderal Ternama

Berita
4 Agustus 2026 18:19
Di Tengah Tekanan Amerika Serikat, Chad Jadi Negara Kelima yang Keluar dari ICC
Hari Pertama Saudi Education Expo 2026, Ribuan Pengunjung Padati SMESCO Jakarta
Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian

Terbaru

  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
  • Erdogan Buka Pintu Bagi Negara Sahabat Gabung Perjanjian Pertahanan Makkah
  • Tiga Negara Muslim Bersatu, Serangan ke Satu Negara Dianggap Serangan ke Semua
  • Nasyiatul Aisyiyah Gelar Muktamar ke-15, Dihadiri 6.700 Kader
  • Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
  • Serangan Houthi Lukai 11 Orang, Koalisi Saudi: Sengaja Targetkan Sipil
  • Menko Pangan: Ponpes dengan 1.000 Santri Lebih Boleh Bikin SPPG
  • Investigasi Drop Site: Ada Pejabat PBB Jadi Informan ‘Israel’
  • Mayoritas Orang Amerika Menentang Perang AS-Iran, Menurut Jajak Pendapat Reuters/Ipsos
  • Kebohongan Profesor Cambridge Jason Arday yang Diungkap Media

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?