Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Minta Maaf, Tapi Malah Salahkan Ikhwanul Muslimin

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 4 Februari 2011 08:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seolah hilang ditelan bumi pasca merebaknya tuntutan rakyatnya, suara pemerintah Mesir dan Hosni Mubarak tiba-tiba muncul. Melalui Perdana Menteri yang baru saja dipilih Mubarak, Ahmad Shafiq ia meminta maaf atas bentrokan yang terjadi di pusat kota Kairo Rabu (2/2) malam. Pemerintah juga membantah jika disebut terlibat dalam penggalangan massa pendukung Presiden Mubarak.

Seolah menutupi keinginan rakyat selama 10 hari demonstrasi, dalam pernyataanya, Shafiq menyerukan kepada massa untuk pulang ke rumah masing-masing guna membantu mengakhiri krisis yang sedang terjadi.

Lebih mengejutkan lagi, Mesir Hosni Mubarak mengatakan kepada ABC dalam wawancara pada Kamis bahwa pemerintahnya tidak bertanggung jawab atas kekerasan di Bunderan Tahrir, Kairo. Ia bahkan lebih menyalahkan rival politiknya,  Al Ikhwan Al Muslimun yang selama ini sebagai oposisi.

“Saya sangat tidak gembira (dengan apa yang terjadi) kemarin. Saya tak ingin melihat warga Mesir berkelahi satu sama lain,” kata Mubarak seperti yang dikutip dalam potongan wawancara dengan Koresponden televisi ABC Christiane Amanpour.

“Dia mengatakan kepada saya bahwa dia sangat terganggu oleh kekerasan itu yang kita lihat di Bunderan Tahrir pada beberapa hari terakhir tetapi pemerintahnya tidak bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,” kata Amnapour dalam laporannya mengenai wawancara tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Malah dia menyalahkan Al Ikhwan Al Muslimun, partai yang dilarang di sini,” tambahnya.

Sementara itu Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan aksi protes lebih besar dan konfrontasi serius dapat terjadi di Mesir pada Jumat sementara para diplomat AS menekan pemerintah Mesir agar membantu menghentikan gelombang kekerasan terhadap wartawan.

“Saya pikir ini bukan peristiwa acak,” kata juru bicara Deplu AS P.J. Crowley dalam taklimat dengan wartawan pada Kamis setelah para wartawan dilaporkan mendapat serangan karena meliput aksi protes menentang Presiden Mubarak.

“Ada baiknya untuk antisipasi peristiwa besok … kami kira jumlah pengunjuk rasa di jalan-jalan akan meningkat dan berdasarkan kejadian-kedijan kemarin, bisa jadi akan ada konfrontasi,” katanya.

Crowley mengatakan AS ingin melihat pemerintah Mesir dan kelompok oposisi memulai segera perundingan serius.

Sebagaimana diketahui, hingga kini para pengunjuk rasa masih berada di Lapangan Tahrir meskipun Presiden Mubarak sudah mengatakan tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden September mendatang. Sementara itu, Ikhwanul Muslimin, tetap meminta agar Mubarak segera turun dari jabatannya. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Evakusi Kedua Berangkat, Bantuan Logistik Akan Dibagikan
Tulisan selanjutnya Orang Gemuk Habiskan Uang Pajak di Inggris?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?