Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pipiet Senja Tulari Pelajar dan TKW Malaysia Ilmu Menulis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2011 14:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Jilbab dan baju lengan panjang senantiasa menutupi tubuhnya yang kecil. Usianya sudah memasuki masa uzur. Raut wajahnya sudah tampak sangat tua. Sekilas dia hanyalah sosok perempuan tua biasa seperti kebanyakan perempuan tua lainnya. Sesekali bahkan dia menyebut dirinya hanya seorang nenek tua biasa. Bahkan petugas di bandara pun seringkali menduga perempuan tua ini adalah Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Tapi siapa yang menyangka, dibalik penampilannya itu semua ternyata dia bukanlah perempuan tua biasa. Ia adalah perempuan tua dengan semangat muda.  Itulah Pipiet Senja,  begitu penggiat satra religius di Tanah Air sering memanggilnya.

Selama empat hari kunjungannya di Malaysia, ia menebar ilmu menulis kepada ratusan pelajar, ibu rumah tangga,  dan tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di negeri Petronas tersebut.

Degan mengusung tema, “Katakan Cinta, Dengan Aksara” seminar kepenulisan yang diadakan di KBRI tiga  hari lalu, Sabtu 9 april 2011, dihadiri oleh ratusan peserta, baik dari kalangan mahasiswa, ibu rumah tangga, para siswa SIK juga sebagian di antaranya adalah para tenaga kerja, baik TKI maupun TKW.

Diskusi penulisan yang dilaksanakan oleh FLP Malaysia, bekerja sama dengan KBRI dan SIK (Sekolah Indonesia Kuala Lumpur) berjalan sangat meriah. Acara menampilkan  pembicaran Novelis Pipiet Senja, dan dimoderatori oleh Alwi Alatas, penasehat FLP Malaysia dan juga penulis rubrik sejarah di hidayatullah.com ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam paparannya, Pipet ‘memberi’ bocoran tentang bagaimana memulai dan menjadi penulis. Ia  menghadiahi para WNI yang hadir itu dengan istilah “3M”.
“Apa saja yang mesti dipersiapkan oleh kita untuk menjadi seorang penulis? Jawabannya sederhana saja. Mulailah dengan 3 M! Menulis, menulis, dan menulis!,” cetusnya.

Menurut wanita kelahiran Sumedang 54 tahun silam ini, selain itu, obsesi adalah modal penting yang harus dimiliki jika ingin menjadi penulis. Potensi menjadi penulis ada dalam setiap manusia, tidak peduli seseorang itu apakah mahasiswa, pekerja, pembantu rumah tangga, ibu rumah tangga, tukang becak, atau bahkan pengangguran sekalipun. Dia mencontohkan, para tenaga kerja wanita Indonesia di Hongkong yang telah berhasil menerbitkan karya tulis dalam bentuk kumpulan puisi, cerpen, novel, bahkan naskah skenario.

“Inilah awal mula atau modal yang paling utama untuk menjadi penulis, yaitu dorongan dari dalam. Usahalah dari yang njelimet-njelimet dulu. Menulislah dari hal yang sederhana di sekitar kita. Kalau yang di Hongkong saja bisa, kenapa yang di Malaysia tidak bisa. Menulis, menulis dan menulis. Biarlah ketika menulis itu, mengalir, mengalir, dan mengalir!” ujar Pipiet menyemangati para peserta.

Diskusi juga disemarakkan oleh penampilan grup angklung yang dimainkan pelajar SMA Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK)

Sehari sebelumnya, Pipiet berjumpa dengan ratusan pelajar SMP dan SMA di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIK). Dalam acara itu, antusiasme pelajar SIK juga tidak kalah hebatnya dengan acara serupa yang digelar di KBRI.

Novelis muslimah bernama asli Etty Hadiwati Arief ini sudah menulis sejak masih duduk di bangku SMA. Hingga kini, tidak kurang dari 103 karya tulisnya telah diterbitkan dalam bentuk cerpen, novel, ataupun buku anak-anak.

Kondisi kesehatannya yang menurun sejak kecil tidak menghalangi obsesi besar dalam dirinya untuk berkarya dan memberi manfaat bagi orang lain. Penasehat Forum lingkar Pena (FLP) Pusat ini harus ditransfusi darah secara berkala seumur hidupnya karena penyakit kelainan darah bawaan.*/Ramadhan, Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:menulisold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Politisi Konservatif Australia Ingin Larang Burqa
Tulisan selanjutnya Bom Meledak di Masjid Polresta Cirebon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?