Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kenaikan Pangan 30 Persen Mendorong Kemiskinan Ekstrim

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 27 April 2011 18:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Harga pangan dunia yang melonjak 30 persen dalam dua bulan pertama tahun ini dapat mendorong jutaan orang Asia ke dalam kemiskinan yang ekstrim dan memotong pertumbuhan ekonomi, kata Bank Pembangunan Asia (ADB).

Gejolak harga yang diterjemahkan dalam bentuk inflasi pangan domestik, rata-rata sebanyak 10 persen di banyak negara Asia, dapat mendorong 64 juta orang ke dalam kemiskinan. ADB juga mengatakan dalam laporannya, sebagaimana diberitakan Arab News, Rabu (27/4), hal itu akan mengikis standar hidup keluarga yang sejauh ini sudah hidup dalam kemiskinan.
 
Harga makanan telah terdorong lebih tinggi akibat lonjakan harga minyak, kekurangan produksi akibat cuaca buruk, dan pembatasan ekspor oleh beberapa negara penghasil makanan.
 
Jika makanan yang tinggi itu dan harga minyak bertahan sampai sisa tahun ini, hal ini bisa memotong sebanyak 1,5 persen dari pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang di Asia, kata laporan itu.
 
Beberapa negara akan terkena lebih keras daripada yang lain. Singapura sangat rentan terhadap inflasi karena ‘kota-negara kecil’ itu harus mengimpor semua makanannya. Di sisi lain, Korea Selatan, dengan makanan menyumbang bagian yang relatif kecil dari indeks harga konsumen, perekonomian akan turun lebih ringan.
 
Meningkat pesatnya  biaya makanan ini merupakan kemunduran serius bagi wilayah yang telah cepat kembali pulih dari krisis ekonomi global.
 
Penurunan stok biji-bijian, permintaan tinggi dari negara-negara Asia dengan populasi besar — yang tumbuh lebih makmur, dan berkurangnya jumlah lahan pertanian, akan terus menjaga harga pangan yang tinggi dalam jangka pendek.
 
Kepala Ekonom ADB Changyong Rhee mengatakan, larangan ekspor makanan dan langkah-langkah jangka pendek lainnya harus dihindari. Sebaliknya, ia mendesak pengeluaran yang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan investasi lebih banyak untuk memperbaiki irigasi, penyimpanan makanan, dan infrastruktur lainnya.
 
“Jika kondisi ini tidak dicegah, krisis pangan buruk akan merusak upaya dalam penanggulangan kemiskinan yang dibuat di Asia,” katanya.
 
Keluarga miskin di Asia merupakan yang terkena lebih keras oleh inflasi harga pangan karena mereka menghabiskan sebanyak 60 persen dari pendapatan mereka pada makanan, suatu proporsi yang lebih tinggi dibanding rakyat di negara maju. Negara-negara berkembang di Asia adalah rumah bagi dua pertiga penduduk miskin di dunia – sekitar 600 juta orang – yang hidup dengan $ 1,25 (sekitar Rp 13 ribu) per hari atau bahkan kurang.
 
Sebaliknya, orang-orang di Amerika Serikat dan negara-negara kaya lainnya hanya menghabiskan sekitar 15 persen dari pendapatan mereka pada makanan, sehingga naiknya harga makanan tidak terlalu  berdampak pada dompet mereka. Bahkan banyak makanan yang dijual di negara-negara kaya merupakan hasil proses (manufaktur), sehingga dapat menikmati biaya akhir yang lebih besar.
 
ADB merupakan pemberi pinjaman pembangunan dengan misi mengurangi kemiskinan melalui pinjaman, hibah, dan proyek-proyek bantuan.
 
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), harga pangan global melonjak 34,2 persen pada Februari –lebih tinggi pada bulan yang sama pada tahun lalu, setelah naik 28,4 persen pada Januari. Gejolak sereal, minyak nabati, dan harga daging, berada di balik meningkatnya hanya pangan itu.
 
FAO memperingatkan bahwa 29 negara di Afrika, Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin, dan Karibia, akan membutuhkan bantuan makanan. Afghanistan dan Pakistan  termasuk negara yang akan menghadapi kekurangan pangan parah di sebagian karena faktor-faktor kerusuhan sosial dan konflik etnis.

Kamboja dan Laos juga menghadapi prospek yang tidak menguntungkan bagi tanaman karena hujan yang tertunda dan tidak menentu.*

Keterangan foto: Kondisi penduduk miskin di Indonesia.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Persiapan Freedom Flotilla 2 Masuk Tahap Akhir
Tulisan selanjutnya Ragu Vaksin, Sharia4Indonesia Gelar Pengobatan Ala Nabi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

Berita
21 Juli 2026 22:15
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Terbaru

  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?