Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perkawinan Super Mewah Hanya untuk Akhiri Kumpul Kebo

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 30 April 2011 11:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pernikahan sering disebut sebagai ikatan yang sakral dan suci menandai hubungan dua lawan jenis untuk memulai bahtera rumah tangga. Hanya saja, kesucian itu tak punya nilai dan hanya sebagai formalitas jika telah diciderai, meski dibalut dengan pernikahan mewah dan pemberkatan di gereja, seperti pernikahan Pangeran William dari Inggris dengan Kate Middleton yang baru saja dilakukan di Gereja Westminster Abbey, London (29/4).

Media Inggris Daily Beast, menyebutkan pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton merupakan salah satu dari  10 pernikahan anggota keluarga kerajaan yang menelan biaya hingga puluhan juta dolar. Bahkan untuk kalangan pesohor dan milyarder dunia yang memiliki kekayaan jauh lebih banyak, biaya pernikahan itu sangat tinggi.

Sebagaimana yang diberitakan media, biaya penyelenggaraan diyakini mencapai US$70 juta. Untuk gaun pengantin saja biayanya US$300.000 – US$450.000 dan kue pernikahan US$78.000. Biaya keamanan US$33 juta, biaya floris US$800.000.

Pesta pernikahan tidak hanya digelar oleh Ratu Inggris Elizabeth II dan Pangeran Charles, tapi juga oleh para pejabat tinggi Inggris yang menerima tamu negara di rumah-rumah dinas mereka.

Biaya itu belum termasuk kerugian ekonomi yang ditimbulkan, karena hari Jum’at 29/4 saat pernikahan dilangsungkan, ditetapkan sebagai hari libur. Inggris ditaksir kehilangan produktivitas senilai US$6 milyar sebagai dampaknya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Angka-angka itu sangat menyesakkan dada bagi banyak warga Inggris, mengingat negara sedang mengalami defisit anggaran US$256 milyar.

Kumpul Kebo

Saat memasuki Gereja Westminster Abbey hingga ke depan altar, tangan kiri Kate Middleton selalu digandeng oleh ayahnya. Tangan itu baru diserahkan oleh sang ayah ketika Kate dan William akan mengikrarkan janji nikah, dengan bimibingan Uskup Agung Canterbury Rowan Williams pemegang otoritas tertinggi sekte Kristen Anglikan, untuk kemudian digenggam William. Hal ini sebenarnya menyimbolkan, bahwa seorang gadis baru boleh disentuh pasangannya saat mereka telah menikah.

Tapi ironisnya, sebagaimana yang diketahui masyarakat dunia, kedua mempelai tidak lain adalah bekas teman sekolah yang juga teman kumpul kebo, tinggal bertahun-tahun di bawah satu atap tanpa ikatan perkawinan.

Berbeda dengan pasangan Putri Diana yang dipercaya masih perawan saat menikahi Pangeran Charles di usia 20 tahun, pasangan William-Kate diketahui tinggal seatap mulai Desember 2007, setelah sempat berpisah pada April tahun yang sama. Mereka juga pernah tinggal beberapa bulan di Anglesey, sebuah pulau di Wales Utara.

William langsung jatuh hati pada Kate pada acara peragaan busana di kampus berasrama mereka St. Andrews, saat perempuan yang berasal dari kalangan biasa itu berlenggak-lenggok memamerkan pakai tidur transparan — sehingga terlihat jelas pakaian dalam, kulit dan bentuk tubuhnya.

Beberapa kali mereka bahkan kepergok paparazzi baru keluar dari klub malam pada pukul 3 dini hari.

Hanya karena ada ultimatum dari keluarga keraajan dan pengacara Middleton, maka pasangan itu tidak menjadi korban kejaran pers dan paparazzi sebagaimana yang dialami mendiang Puti Diana, ibu dari William yang tewas dalam kecelakaan mobil di Paris saat William berusia 15 tahun.

Namun dengan alasan peristiwa langka, media internasional — termasuk Indonesia — berbondong-bondong meliput dan menyiarkan acara pernikahan pasangan kumpul kebo itu secara langsung dan menciptakan demam “Royal Wedding”. Sementara warga Inggris sendiri, mayoritas tidak peduli dengan perkawinan salah satu keturunan ratu mereka.

Sebagaimana hasil survei YouGov menyebutkan, “Mayoritas masyarakat Inggris tidak akan mengunjungi London untuk mengikuti prosesi pernikahan keluarga kerajaan ataupun pesta jalanan yang diselenggarakan untuk menghormati peristiwa (perkawinan) yang akan datang itu.”

Hasil survei menunjukkan hanya 3% yang akan mendatangi pesta jalanan, dan 2% melihatnya ke Westminster Abbey, 35% menonton dari televisi. *

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bakal Ada Lembaga ‘Pesaing’ LPPOM?
Tulisan selanjutnya Maximus: “Islam Rujukan Mesir, karena Muslim Mayoritas”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?