Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

‘Mengemis’ Bantuan Amerika untuk Negosiasi ‘Damai’ dengan Zionis

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 9 Mei 2011 09:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pimpinan Otoritas Palestina dari faksi Fatah, Mahmud Abbas, dinilai telah meminta-minta kepada sekelompok Yahudi Amerika agar mendesak Kongres Amerika untuk tidak menghentikan bantuan dananya sebesar ratusan juta dolar.

PIC melaporkan, sejumlah anggota Kongres Amerika sudah mendesak Washington agar menghentikan aliran dana ke Fatah karena rekonsiliasinya dengan Hamas yang dicap teroris oleh Amerika.

“Kami butuh bantuan Anda (untuk mendekati) Kongres,” demikian Abbas kepada rombongan J Street, kelompok yang menyebut dirinya pro-Israel dan pro-damai.

“Saya dengar desas-desus bahwa Hamas akan hadir di Tepi Barat atau berbagi kekuasaan (dengan Fatah) di sini,” demikian Abbas. “Ini tidak mungkin terjadi. Pemerintahan yang baru akan taat kepada kebijakan saya dan saya ini anti-teror dan kekerasan.”

Pimpinan Jeremy Ben-Ami menyatakan, “Kami akan bawa pesan ke Washington bahwa mungkin inilah kesempatan terakhir (bernegosiasi) dengan seorang pemimpin Palestina yang mau berdamai dengan Israel.”

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Abbas menyampaikan rencananya menciptakan sebuah negara Palestina berdasar batas-batas 1967, melewati proses pertukaran tanah dengan pihak Zionis serta permintaannya agar penjajah Zionis menghentikan pembangunan pemukiman-pemukiman untuk 2-3 bulan saja.

“Kalau dua syarat itu dipenuhi, kami bersedia kembali ke meja perundingan dengan Israel,” ujar Abbas.

“Pilihan pertama kami ya negosiasi,” katanya. “Kalau ini bisa dilaksanakan sekarang, kami bersedia melupakan saja urusan September ini.”

Yang dimaksud Abbas dengan “urusan September” ini adalah rencana mendesakkan pengakuan Sidang Umum PBB atas negara Palestina.

Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu direncanakan akan berada di Washington pada 20 Mei dan pidato di depan Kongres Amerika mengenai rencana negosiasi damai dengan Palestina.

Abbas sudah menyatakan, pemerintahan rekonsiliasi tidak akan berafiliasi baik dengan Fatah maupun Hamas, dan segala sesuatu akan diatur oleh kebijakannya. Selain itu, menurut Abbas, tidak akan ada perubahan di Tepi Barat berkenaan dengan masalah “keamanan dan kerjasama dengan Israel.”

Zionis menghentikan aliran dananya kepada pemerintahan Mahmud Abbas sebagai hukuman karena “memasukkan teroris ke dalam pemerintahannya.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rakyat Palestina Gembira Bersatunya Fatah-Hamas
Tulisan selanjutnya Teroris: Antara Perspektif Penindas dan Tertindas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?