Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dokumen Asli Pembubaran Uni Soviet Hilang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Februari 2013 20:29 8:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Februari 2013 20:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mereka yang ingin melihat bukti otentik tentang pembubaran negara Uni Soviet (USSR) hanya bisa membaca salinannya saja, sebab dokumen aslinya dinyatakan hilang.

Dilansir Russia Today Jumat (8/2/2013), dokumen bersejarah itu hilang di Belarusia. Seorang mantan pemimpin Belarusia yakin dokumen asli pembubaran Uni Soviet disembunyikan oleh pejabat tertentu untuk mengambil keuntungan dari dokumen penting tersebut.

Dokumen yang dikenal dengan Belavezha Accords itu ditandatangani pada 8 Desember 1991 oleh pemimpin negara yang bergabung di bawah bendera Uni Soviet yaitu Rusia, Belarusia dan Ukraina. Selain menyatakan Uni Soviet “dihentikan eksistensinya”, dokumen tersebut juga menyebutkan tentang pembentukan negara persemakmuran Commonwealth of Independent States (CIS).

Dokumen Belavezha Accords dikabarkan dibuatkan tiga salinan yang sama masing-masing untuk Belarusia, Rusia dan Ukraina.

Namun, berdasarkan laporan hasil penyelidikan oleh koran Komsomolskaya Pravda (KP) diketahui bahwa masing-masing para pemimpin ketiga negara itu hanya menyimpan salinan dokumen saja, sedangkan dokumen asli yang berbahasa Rusia hilang dari arsip kantor Kementerian Luar Negeri Belarusia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Upaya untuk menemukan dokumen asli itu sudah dilakukan berulang kali sejak tahun 1990-an. Namun, tidak ada jawaban pasti yang diberikan para pejabat terkait mengenai di mana keberadaannya. Mantan sekretaris eksekutif CIS Ivan Korotchenya kepada KP mengatakan yakin dokumen historis tersebut diambil oleh para pejabat senior, karena “arti pentingnya yang sangat fundamental” ketika itu. Tidak ada orang yang mau megemban tanggungjawab atas penandatanganan perjanjian itu, imbuhnya.

Sementara itu mantan pemimpin Belarusia Stanislav Shushkevich memiliki penjelasan yang lebih pragmatis mengapa dokumen itu hilang dari arsip. Menurut Shushkevich dokumen tersebut memiliki nilai historis yang bisa mendatangkan keuntungan. Pejabat komunis manapun bisa meliihat adanya nilai tinggi yang dimiliki oleh dokumen penting tersebut di masa depan, kata Shushkevich kepada KP. Dia mengarahkan telunjuknya ke arah menteri luar negeri Belarusia ketika itu Pyotr Kravchenko.

Kravchenko yang ketika itu bertanggungjawab untuk menyimpan dokumen saat penandatanganannya yang dilakukan di hutan taman nasional Belovezhskaya Pushcha, menolak untuk berkomentar atas masalah ini. Dulu dia pernah menyombongkan diri dengan mengatakan memiliki semua draft dari Belavezha Accords, yang sekarang ditulisnya menjadi buku.

Menurut seorang jurubicara CIS kepada kantor berita RIA Novosti, hilangnya dokumen asli pembubaran Uni Soviet dan pembentukan CIS itu tidak masalah sebab salinan resminya juga memiliki kekuatan hukum. Oleh karena itu, tidak ada konsekuensi hukum dari hilangnya berkas dokumen Belavezha Accords, imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengakuan Pramuka Homoseksual Amerika Ditunda
Tulisan selanjutnya Muslim Indonesia Bisa Bersatu dengan Al-Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda

Berita
5 Juli 2026 14:14
Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
Ngaku Bisa Terbang, Pendeta Hindu di India Tewas Usai Terjatuh dari Bukit
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
  • Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
  • UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
  • Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
  • Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?