Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Selama 16 Tahun Ratko Mladic “Dalam Perlindungan” di Serbia

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 27 Mei 2011 07:37
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Selama 16 tahun menghindari kejaran hukum, Jenderal Ratko Mladic tampaknya diuntungkan oleh bantuan di dalam dan di luar Serbia.

Bulan lalu isterinya, Bosiljka, diadili di Beograd dengan dakwaan memiliki senjata api secara ilegal. Dia mengatakan, dia yakin suaminya sudah meninggal.

Dia mengatakan di depan pengadilan, satu senapan otomatis dan beberapa senjata genggam yang ditemukan di rumah mereka di Beograd sewaktu polisi melakukan pengeledahan pada tahun 2008, adalah milik suaminya.

Kepolisian Serbia akhirnya menemukan Jenderal Mladic di Desa Lazarevo, dekat Zrenjanin di Serbia utara, dan mendapati dia berkeliaran dengan nama Milorad Kamadic, kata laporan stasiun radio Serbia, B29, di situs internetnya hari Kamis (26/5).

Jenderal Mladic dikenai dakwaan kejahatan perang pada tahun 1995, tetapi hidup bebas secara terbuka di Serbia, sampai setelah Slobodan Milosevic digulingkan dari kekuasaan pada akhir tahun 2000.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia tetap menjadi anggota resmi militer Serbia-Bosnia sampai sampai tahun 2002, dan menarik uang pensiunan militer dari Beograd sampai akhir tahun 2005.

Dia disebut-sebut secara berkala mengunjungi berbagai kawasan di Bosnia untuk merayakan hari lahir bersama para koleganya di masa perang dan pergi berburu di hutan-hutan terpencil.

Pada tahun 2009, muncul rekaman video yang tampaknya menunjukkan Jenderal Mladic bersama dua wanita dengan pemandangan musim dingin. Di dalam video itu jenderal buronan tersebut disebut-sebut bersama isteri dan menantu perempuannya di satu kawasan ski.

Film yang ditayangkan di TV Federasi Bosnia itu diyakini diambil pada tahun 2008.

Pada tahun 2002, wartawan BBC, Paul Martin, mendekati sebuah desa di Beograd tempat Jenderal Mladic diyakini bersembunyi.

Seorang wanita mengatakan, dia melihat Jenderal Mladic secara reguler mondar-mandir di satu taman berdekatan sambil membawa anjingnya.

Tetapi wartawan BBC dihadang dan diusir oleh pengawal keamanan dan diperingatkan agar tidak kembali ke tempat lagi.

‘NATO enggan’

Sebagian orang yakin, tidak hanya jaringan militer Serbia dan para pejabat keamanan yang membuat Mladic bisa bebas berkeliaran, melainkan keengganan masyarakat internsional, setidaknya pada tahun-tahun pertama.

Carld Bildt, mantan utusan PBB untuk Bosnia setelah perang, mengatakan kepada BBC bahwa para anggota NATO menghindari tindakan yang bisa mengancam perdamaian pasca perang yang masih rapuh.

“Saya kira, ada semacam kengganan kolektif di kalangan para komandan militer NATO dan mereka itu bukan hanya komando Amerika, tetapi juga komando Inggris,” katanya.

“Alasannya adalah karena mereka takut kalau mereka bertindak terhadap Ratko Mladic, akan ada gangguan politik besar atau gangguan lain.”

Namun begitu waktu berlalu, Barat menjadi semakin keras tekadnya untuk memenjarakan Jenderal Mladic dan meningkatkan tekanan terhadap Serbia.

Mahkamah Kejahatan Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY) di Den Haag mengatakan, pihaknya yakin Jenderal Mladic bersembunyi di Serbia selama bertahun-tahun, “dalam jangkauan” pihak berwenang Beograd.

Berdasarkan perhitungan ini dan juga analisis badan-badan intelijen Barat, Uni Eropa kemudian memperingatkan Serbia berulangkali bahwa kegagalannya untuk menyerahkan Jenderal Mladic bisa membuyarkan harapannya untuk masuk menjadi anggota ke blok itu.

Beograd dituduh melakukan serangkaian serbuan oleh kepolisian untuk memuaskan jaksa utama di Den Haag, Serge Brammertz, bertepatan dengan kunjungan regulernya.

Satu apartemen milik putra jenderal itu diserbu berkali-kali.

Pada bulan Mei 2006, UE membekukan perundingan dengan Serbia mengenai Persetujuan Stabilisasi dan Asosiasi, yang menjadi langkah awal menuju keanggotaan UE.

Para politisi Serbia selalu membantah bahwa Jenderal Mladic berada di daerah mereka. Para wartawan mengatakan, mungkin saja benar bahwa tidak tahu apakah dia berada Serbia atau tidak.

Perubahan sikap

Serbia telah berada di bawah tekanan kuat untuk melakukan penangkapan, berkaitan keluhan kepala jaksa penuntut kejahatan perang PBB, Serge Brammertz, awal bulan ini bahwa pihak berwenang tidak melakukan cukup untuk menangkap Mladic dan buronan penjahatan perang lainnya.

Selama bertahun-tahun pemerintah Serbia dituduh juga enggan menangkap mantan pemimpin politik Serbia-Bosnis, Radovan Karadzic. Dia akhirnya ditangkap dan diserahkan ke Mahkamah Den Haag pada bulan Juli 2008.

Rasim Ljajic, menteri Serbia untuk kerja sama dengan pengadilan Den Haag, mengatakan, para pejabat keamanan sudah sempat berjumpa dengan Karadzic yang menyamar habis-habisan ketika mereka mencoba melacak Jenderal Mladic.

Kelihatannya, perubahan pemerintahan belum lama ini membawa perubahan sikap secara mendadak.

Dalam pemilihan parlemen, Partai Demokratis pro-Eropa yang dipimpin Presiden Boris Tadic tampil cukup bagus untuk membangun koalisi pro-Eropa.

Dalam beberapa pekan saja setelah perdana menteri yang baru, Mirko Cvetkovic, memegang kekuasaan, Karadzic ditahan.

Jenderal Mladic waktu itu pasti merasakan bahwa hari-hari kebebasannya sudah akan berakhir.

Penangkapannya sekarang ini kemungkinan akan memuluskan jalan bagi Serbia untuk mendapatkan status calon secepatnya dalam upaya untuk bergabung ke Uni Eropa.

“Atas nama Republik Serbia kami mengumumkan bahwa Ratko Mladic telah ditangkap,” kata Presiden Serbia Boris Tadic kepada wartawan, Kamis (26/5). Dia mengatakan, penangkapan dilakukan oleh Badan Intelijen dan Keamanan Serbia.

Mladic akan diekstradisi ke pengadilan kejahatan perang PBB, katanya. Dia tidak menentukan kapan, tapi, katanya, ‘proses ekstradisi tengah berlangsung’. “Kami mengakhiri masa sulit dalam sejarah kita dan menghapus noda dari wajah anggota bangsa kita di mana pun mereka tinggal,” katanya.

Mladic akan didakwa atas genosida sekitar 8.000 Muslim Bosnia di Srebrenica dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pasukannya selama perang Bosnia 1992-95.

Kepala jaksa penuntut kejahatan perang PBB, Serge Brammertz, bulan depan dijadwalkan melaporkan upaya-upaya dari negara Balkan itu kepada Dewan Keamanan PBB.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia-Irak Lanjutkan Upaya Aktifkan KBRI
Tulisan selanjutnya Rusia Mengutuk Serangan NATO di Libya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?