Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Agresi AS Renggut 2.300 Nyawa Rakyat Baghdad

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Mei 2003 07:11 7:11 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Mei 2003 07:11
Bagikan
Bagikan

Akhirnya luka akibat agresi ke Iraq terkuak sudah. Selain telah menghilangkan semua khasanah sejarah, termasuk ekonomi, serangan AS di wilayah Baghdad menelan korban jiwa paling tidak 1.101 warga sipil –kebanyakan di antara mereka adalah wanita dan anak-anak, demikian menurut catatan 19 rumah sakit terbesar di kota tersebut.

Catatan rumah sakit mengatakan bahwa 1.255 korban tewas lainnya kemungkinan juga warga sipil, termasuk kaum wanita dan anak-anak.

Sejumlah lainnya korban tewas kebanyakan tidak dilaporkan ke rumahsakit dan mereka semua dikuburkan di kuburan dangkal yang digali secara darurat di berbagai tempat di ibukota Iraq itu atau di kuburan, di halaman belakang rumah, di taman-taman dan kompleks masjid. Lebih dari 6.800 penduduk sipil cedera, demikian menurut catatan rumahsakit. Jurubicara Pentagon menyebutkan bahwa satu korban sipil saja dalam perang itu artinya sudah cukup banyak korban, namun pakar sejarah militer mengatakan bahwa berbeda dengan perang yang lalu, jumlah korban tewas cukup kecil.

Jumlah korban tewas terbesar kelihatannya terjadi dalam serangan 5 dan 6 April ketika pasukan AS mulai berperang dengan caranya untuk memasuki Baghdad. Di RS Shaheed al-Adnan di Baghdad Pusat, misalnya, petugas menunjukkan ada 44 penduduk sipil tewas pada priode 17 hari pertama serangan, kemudian 41 lainnya untuk lima hari terakhir, termasuk tanggal 24 pada 5 April dan 12 pada 6 April.

“Saya sedang melakukan operasi pada seorang korban yang ditembus peluru lehernya, seorang lainnya yang cedera pada bagian kepalanya dan saya mengatakan mereka sudah dapat dibawa pulang keesokan harinya.” Kata seorang dokter.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di Najaf, misalnya, RS Teaching Najaf melaporkan bahwa hingga Minggu pihaknya menangani 286 mayat sipil yang tewas selama perang invasi ke Irak. Pada priode yang sama, rumah sakit itu menghitung ada 57 militer yang tewas.

Laporan itu menunjukkan 1.101 kematian yang menurut para dokter jelas warga sipil, 845 di antaranya tercatat ditampung di tiga rumahsakit Al-Kharama, Al-Askan dan Yarmuk yang terletak di dekat bandara Baghdad. Sebagai tambahan 1.255 korban tewas lainnya kemungkinan warga sipil juga, kata sejumlah dokter, dan semuanya telah dilaporkan ke tiga rumah sakit di dekat bandara itu. Di Al-Kharama, 30 persen dari 450 mayat adalah kaum wanita dan anak-anak, kata beberapa dokter.

Menurut Dr. Amir K. Daher, korban sipil dalam agresi AS ini jauh lebih besar dari perang-perang lainnya di mana pada Perang Teluk 1991 pertama lalu diperkirakan 3.500 tewas akibat pemboman dan korban lainnya adalah ‘karena dampak langsung perang’.

Menanggapi korban ini, Pemerintah Presiden George W. Bush mengatakan pihaknya tidak akan mencari tahu angka kematian di pihak Iraq, baik dari kalangan militer atau sipil.

Angka kematian di kota Baghdad itu belum termasuk korban serangan di kawasan Iraq lainnya yang diperkirakan mencapai ribuan jiwa.

Sebelum serangan dilakukan, AS pernah mengatakan pada masyarakat dunia, bila pasukannya adalah orang-orang terlatih yang persenjatai dengan senjata canngih dan otomatis yang tidak pernah meleset dari sasaran apalagi melukai warga sipil. Kenyataannya, semua janji itu adalah omong kosong belaka. (afp/wpd/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rakyat Afghan Tolak Pasukan AS dan Inggris
Tulisan selanjutnya Pemerintah Tetap Akan Lakukan Operasi Militer di Aceh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Suriah Larang Kelompok Bersenjata Selain Militer Negara
Berita

Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap

Berita
8 Juni 2026 10:25
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?