Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Belanda Incar Bisnis Air di Libya

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 5 September 2011 01:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Para pemimpin dunia menggelar pertemuan di Paris, Kamis (01/09), untuk membicarakan masa depan Libya. Selain keselamatan, kebebasan rakyat, mereka juga mempunyai agenda yang jelas untuk dibicarakan, yaitu bagaimana mereka bisa diuntungkan secara ekonomis oleh pemerintahan Libya yang baru.

Dengan ‘Libya yang lama’, perusahaan Belanda masih terlihat aktif dalam skala yang kecil di pelbagai sektor. Tapi pada jangka panjang, Libya akan menjadi semakin menarik bagi Belanda, demikian menurut pakar ekspor Bart Jan Koopman.

“Jika kestabilan bisa tercipta dalam pemerintahan Libya dalam jangka waktu dekat ini, maka ada potensi yang luar biasa kaya bagi negara ini. Sebagian besar tentunya datang dari industri minyak dan gas. Potensi sedemikian besar jadi bisa dipakai untuk membangun Libya dan ada kesempatan bagi Belanda untuk berbisnis dengan negara ini.”

Tapi Belanda tidak hanya tertarik pada industri minyak. Menurut Koopman ada beberapa bidang yang bisa menarik peran perusahaan Belanda, seperti misalnya agrikultur dan infrastruktur. Dan tentu saja air.

Unicef dan Program Pangan Dunia harus menyediakan air minum bagi rakyat Libya. Di bawah gurun-gurun Libya terdapat persediaan air yang melimpah. Cadangan air Nubian Sandstone yang berumur 40 ribu tahun diperkirakan mengandung 150 ribu kilometer kubik air. Cadangan air ini terbentang dibawah Libya, Mesir, Sudan dan Ethiopia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Qadhafi sudah memulai sebuah proyek mega pada tahun 80-an untuk bisa mengakses apa yang disebut sebagai air ‘fosil’ yang diberi nama ‘Great Man Made River‘ sungai besar buatan manusia. Dalam proyek itu, dia juga meminta bantuan pakar asing. Banyak karyawan yang terlibat dalam proyek bernilai milyaran ini. Misalnya Universitas Teknologi Delft Belanda bekerjasama dengan Institut UNESCO-IHE. Meskipun the Great Man Made River belum juga selesai, beberapa tahun belakangan Libya sudah membuat kota pelabuhan yang moderen.

Libya merupakan pelopor di kawasan regional bagi kerjasama internasional bidang perairan, kata Neno Kukurich dari IGRAC, sebuah lembagi bagi penyediaan air bawah tanah di Delf, Belanda.

“Libya memainkan peran yang penting dalam rencana kerjasama regional dalam bidang perairan. Ini dimulai dengan worshop yang diadakan di Tripoli dan dilanjutkan dengan konferensi di Tripoli tahun 2008. Tidak lama sebelum perang, menetri perairan Libya memulai pusat pembagian air tanah. Jadi Libya juga ikut mendukung,” jelas Kukurich.

Dampak perang, antara lain pemboman NATO di pabrik yang memproduksi pipa ledeng bagi proyek Great Man Made River, juga menyebabkan hambatan bagi penyediaan sarana air minum. Dalam pemulihan proyek mega seperti inilah, kesempatan bagi perusahaan Belanda. Juga di bidang lainnya di Libya, Belanda bisa terlibat dalam pembangunan kembali, kata  András Szöllösi-Nagy dari Unesco.

“Pengetahuan Belanda di bidang tehnologi air sangat unik di dunia. Saya yakin bahwa perusahaan Belanda akan terlibat dalam pelbagai fase. Tapi tentu saja semua tergantung pada masyarakat internasional, terutama PBB, untuk memutuskan apa yang akan dilakukan setelah perang.” tambahnya.

Rezim Qadhafi membuat rencana sistem pembuangan air dan pelabuhan baru. “Karena persediaan air bawah tanah pada prinsipnya tidak menjanjikan, maka harus dicari alternatif lain, misalnya penggunaan kembali air limbah,” kata profesor  András Szöllösi-Nagy dari pusat pengetahuan perairan Unesco.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendemo EDL Menentang Islam Ditangkap Polisi
Tulisan selanjutnya Perdebatan 1 Syawal Berlanjut di Arab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?