Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Perdebatan 1 Syawal Berlanjut di Arab

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 5 September 2011 03:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Penetapan 1 Syawal tahun 1432 Hijriyah yang menurut sebagian besar negara Muslim di Arab dan Asia jatuh pada tanggal 30 Agustus 2011, ternyata menyisakan perdebatan. Setidaknya di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Sejumlah ulama Saudi menilai, astronom dan ilmuwan Saudi Khalid Al Zaaq membuat orang kebanyakan menjadi bingung, karena meragukan kesaksian yang menyatakan bahwa hilal sudah terlihat pada Senin petang (29/8), atau pada hari ke 29 Ramadhan.

Sebagaimana diketahui, pihak berwenang Saudi menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Selasa 30 Agustus 2011, setelah mendapatkan kesaksian dari orang-orang yang dikenal integritasnya bahwa hilal telah terlihat pada tanggal 29 Ramadhan malam (29/8).

Namun, ketetapan itu kemudian menjadi perdebatan setelah kata-kata Al Zaaq, yang menyatakan bahwa hilal tidak mungkin terlihat pada 29 Ramadhan, dikutip secara luas oleh media-media lokal baik cetak, elektronik maupun online.

Hal itu menyebabkan keraguan dan kebingungan di kalangan masyarakat umum.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam khutbah Jum’atnya (02/9) di Masjid Imam Turki di Riyadh, Mufti Besar Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Al Asyeikh mengatakan bahwa prosedur melihat hilal yang dilakukan senantiasa mengikuti sunnah. Syariah telah menerangkan prosedur itu dengan jelas. Umat Islam tidak akan pernah meninggalkan sunnah dan mengikuti pendapat-pendapat yang keliru.

Bulan di berbagai wilayah Arab Saudi terlihat sangat jelas keesokan harinya, atau pada Selasa malam (30/8). Hal itu mengukuhkan pernyataan yang mengatakan bahwa hilal sudah terlihat pada Senin malam tanggal 29 Ramadhan.

Sejumlah warga di sebelah barat Al Ais juga mengatakan bahwa mereka telah melihat bulan [baru] pada Senin malam selama 30 menit.

Pernyataan penduduk Al Ais itu kontradiktif dengan pernyataan para ahli astronomi yang mengatakan bahwa bulan tidak mungkin terlihat pada waktu itu.

Sementara itu di Uni Emirat Arab, Mufti Besar Dubai Dr. Ahmad Al Haddad menegaskan bahwa klaim yang meragukan akurasi pemantauan hilal yang dilakukan pihak berwenang adalah salah dan tidak berdasar.

Komite pemantauan hilal Uni Emirat Arab yang diketuai Menteri Kehakiman Dr. Hadif Juan Al Dahiri, terdiri dari para ahli astronomi dan sejumlah saksi-saksi. Mereka bersaksi dan mengumumkan bahwa hilal 1 Syawal telah terlihat pada Senin malam 29 Ramadhan. Di mana berarti Idul Fitri jatuh pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2011.

Syeikh Al Haddad menghimbau agar perdebatan tidak berdasar mengenai penentuan 1 Syawal yang masih ada segera diakhiri. Ia juga menegaskan bahwa adakalanya puasa Ramadhan itu 29 hari dan tidak selalu 30 hari, sebagaimana disampaikan dalam hadist Rasulullah.

Muslim yang berpuasa selama 29 hari tidak perlu khawatir, karena pemantauan hilal untuk penentuan Ramadhan dan Syawal sudah dilakukan jauh hari.

Menurut Syeikh Al Haddad, untuk menghindari perselisihan berkepanjangan tentang penentuan bulan baru, negara-negara Muslim seharusnya memiliki mekanisme pemantauan hilal yang sama, disetujui dan dipatuhi oleh semua negara. Jika tidak, maka perdebatan yang sama akan terus muncul di kemudian hari.

“Kita sangat perlu sebuh satelit khusus, dengan hasil [pengamatan] yang mengikat negara-negara Muslim, guna menghapus kesalahan manusia dan menghindari perdebatan panampakan bulan,” kata Syeikh Al Haddad.

“Sekelompok ulama di Al Azhar, Mesir, sedang mengerjakan proyek ini, yang akan dibahas dalam sebuah konferensi dunia, yang rencananya segera akan digelar oleh Liga Muslim Dunia di Makkah, atas sponsor dari pihak kerajaan,” jelas Syeikh Al Hadad.

Di kawasan Arab dan Teluk sebagian besar negara merayakan Idul Fitri pada hari Selasa (30/8). Sementara yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu (31/8) antara lain adalah Oman dan Iran.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Belanda Incar Bisnis Air di Libya
Tulisan selanjutnya Rusia: Libatkan Pemerintahan Lama dalam Rekonsiliasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?