Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Larangan Shalat di Jalanan Prancis Berlaku

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 17 September 2011 14:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Larangan bagi Muslim untuk shalat di jalan-jalan kota Prancis berlaku mulai Jum’at (16/9), setelah dua buah masjid di kota Paris dan Marseille resmi dibuka.

Pekan lalu Menteri Dalam Negeri Claude Gueant mengatakan bahwa tidak akan ada lagi shalat di jalanan terhitung mulai 16 September ini.

“Jika ada yang melanggarnya, maka kami akan menghentikannya,” kata Gueant.

Larangan shalat di jalan di seluruh Prancis berlaku bertepatan dengan dibukanya rumah ibadah baru bagi Muslim di daerah utara Paris. Di wilayah itu, ratusan orang setiap hari Jum’at selalu memenuhi jalan di dekat dua masjid setempat, karena jamaah tidak tertampung di dalam masjid.

Para pemimpin Muslim di distrik multietnis Goutte d’Or telah sepakat dengan pemerintah daerah Paris untuk menyewa barak yang tidak dipergunakan selama tiga tahun.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Masjid yang ada akan ditutup selama dua pekan, untuk mendorong jamaah pergi ke tempat baru itu yang dapat menampung 2.700 jamaah, menurut pejabat pemerintah setempat.

Pemerintah kota terbesar kedua di Prancis, Marseille, juga telah menemukan tempat yang lebih besar untuk dipergunakan Muslim sebagai masjid, sehingga mereka tidak lagi shalat di jalanan.

Menurut pemerintah, shalat di jalanan melanggar peraturan yang melarang penampakan simbol-simbol keagamaan di tempat umum.

Para pemimpin Muslim setempat mengatakan, pembangunan masjid baru tidak mampu mengimbangi kebutuhan Muslim Prancis, yang jumlahnya paling banyak di antara negara-negara Eropa Barat lain.

Data statistik resmi pemerintah menyebut angka 2,1 sebagai jumlah Muslim Prancis. Namun diyakini jumlah sebenarnya lebih dari itu, sekitar tiga kali lipat.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Curi Minyak dan Gas Palestina
Tulisan selanjutnya Kolesterol Jahat Suburkan Tumor Otak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala

Berita
15 Juni 2026 19:00
Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat

Terbaru

  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tak Hanyut Oleh Banjir: Asa Santri Aceh Tamiang Tetap Menyala
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?