Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

5000 Rudal Libya Raib, Barat Salahkan Al Qaidah

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 2 Oktober 2011 05:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–PBB mengatakan kuatir akan keamanan senjata kimia dan rudal darat-ke-udara di Libya.

Kepala urusan politik PBB, Lyn Pascoe, mengatakan kepada Dewan Keamanan, bahwa perubahan yang cepat di negara itu telah meningkatkan risiko menyangkut keamanan senjata kimia.

“Perlu segera diambil tindakan untuk mencegah senjata Libya itu jatuh ke tangan kaum ekstremis,” ujarnya dikutip Radio Australia.

Seperti diketahui, sebanyak 5.000 rudal anti-pesawat SAM-7 dari arsenal mantan pemimpin Libya Muamar Khadafi telah hilang. Demikian dikatakan seorang pejabat militer pemerintah baru negara itu, Sabtu (1/10/2011).

“Khadafi telah membeli sekitar 20.000 rudal SAM-7 buatan Soviet atau Bulgaria,” kata Jendral Mohammed Adia, yang memimpin bagian peralatan perang kementerian pertahanan, katanya pada upacara simbolis untuk melumpuhkan sebagian dari cadangan itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Lebih dari 14.000 dari rudal-rudal itu telah digunakan, hancur atau sekarang di luar misi. Sebagian besar cadangan itu di Zintan” di Libya baratdaya, katanya seperti dikutip Antara.

“Sekitar 5.000 SAM-7 masih hilang. Sayang, jika sebagian dari rudal itu dapat jatuh ke tangan yang salah di luar negeri,” kata jenderal tersebut kepada wartawan di sebuah bekas gudang senjata pasukan Khadafi di Benghazi.

Ia mengatakan Dewan Transisi Nasional (TNC) Libya telah menemukan sekitar 500 dari rudal yang mudah dibawa itu.

Sistem panduan dan penembakan 10 SAM-7 telah dinetralkan dengan penggunaan palu di depan wartawan, menambah menjadi 170 jumlah rudal yang telah dihancurkan hingga saat itu, kata Adia.

Menanariknya, Amerika Serikat (AS) ikut begitu sibuk  dan mengaku akan bekerja dengan para pemimpin sementara baru Libya untuk mengamankan semua cadangan senjata.

Amerika mengaku, hilangnya  senjata itu dikhawatirkan menimbulkan stabilitas Libya pada masa depan dan bahwa senjata itu dapat jatuh ke tangan kelompok Al Qaidah.

Sebelumnya, tahun 2003 Amerika pernah melakukan invasi atas Iraq dengan alasan adanya senjata pemusnah massal.Namun hingga Negeri 1001 Malam itu porak-poranda, tuduhan itu tak pernah terbukti hingga kini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Libyaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Takut Diboikot, Mesir Revisi UU Pemilu
Tulisan selanjutnya Website Porno Dunia Mencapai 10 Juta Situs

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira

Berita
21 Juli 2026 22:15
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?