Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Penyerang Istana Topkapi Orang Gila

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 6 Desember 2011 11:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang pria bersenjata yang melakukan serangan ke Istana Topkapi di Istanbul, Turki, hari Rabu pekan lalu, menurut keterangan ayahnya mengidap gangguan jiwa dan memiliki catatan kriminal.

Pria yang kemudian diketahui identitasnya sebagai Samir Salem Ali Elmadhavri, melukai seorang tentara dan satpam sesaat setelah ia memasuki halaman Istana Topkapi. Sebelum akhirnya tewas ditembak polisi, Samir terlibat baku tembak dengan aparat keamanan selama lebih dari satu jam. Baca berita sebelumnya: Topkapi Dibuka Kembali setelah Insiden Penembakan.

Dilansir oleh kantor berita Cihan (05/12/2011), tiga hari setelah kejadian ayah Samir yang berusia 72 tahun, Salim Elmadhavri, beserta saudara laki-lakinya Muhammad Elmadhavri didatangkan dari Libya ke Turki guna membantu penyelidikan polisi.

Salim Elmadhavri mengatakan bahwa putranya tersebut menderita gangguan mental sejak kanak-kanak dan secara bertahap semakin memburuk sejak tahun 2009.

Dalam kurun tujuh bulan terakhir kondisinya semakin parah dan keluarga telah berupaya mengobatinya berkali-kali.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Samir memiliki sebuah catatan kriminal, saat di Swedia tahun 2009 telanjang di tempat umum lalu ditangkap polisi. Akibatnya, Salim didenda dan diperintahkan menjalani perawatan pskologis selama tiga bulan. Setelah keluar dari rumah sakit ia kembali ke Libya.

Ayah Samir baru mengetahui keberadaan anaknya di Turki pada hari kejadian. Sebelumnya ia mengira Samir berada di Libya bersama istri dan tiga anaknya.

Salim Elmadhavri tidak yakin perbuatan putranya itu sengaja direncanakan sebagai protes terhadap Turki. Ia yakin hal itu terjadi semata karena gangguan mental yang diderita Samir.

Setelah kejadian, Salim langsung mendatangi Kedutaan Turki di Benghazi dan meminta maaf atas perbuatan anaknya.

“Para pejabat (di kedutaan) baik kepada saya. Saya ingin agar mayatnya dikembalikan ke Libya … Kami memohon maaf ribuan kali kepada negara Turki dan bangsa Turki. Keadaan mentalnya tidak begitu baik. Jangan anggap ini sebagai serangan terhadap Turki,” kata Salim perihal aksi nekat yang dilakukan putranya, Samir.

Orang-orang sempat mengira serangan itu dilakukan sebagai aksi balas dendam atas sikap Turki, terkait ketegangan politik yang terjadi antara rakyat dan pemerintah Suriah. Oleh karena, saat kejadian Samir sempat mengaku bahwa dirinya berasal dari Suriah.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Kebanjiran Imigran Ilegal
Tulisan selanjutnya Kasus Racun dalam Produk Coca-Cola Terjadi Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?