Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yahudi Jerman Malu atas Demonstrasi Holokaus di Israel

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Januari 2012 08:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketua Komunitas Yahudi di Jerman, Dieter Graumann, Selasa, mengaku “terkejut” dan “malu” setelah para demonstran ultra-ortodoks di Israel mengenakan lambang Holokaus, termasuk bintang kuning, dalam aksi demonstrasi mereka belum lama ini.

Kepada Suratkabar Koelner Stardt-Anzeiger, presiden Dewan Pusat Yahudi di Jerman itu mengatakan, ia tidak hanya terkejut dengan gambar-gambar aksi tersebut tetapi juga malu dengan citra distortif Holokaus yang mereka berikan.

“Gambar-gambar itu mengejutkan saya. Dan, saya juga malu, Yahudi melakukan hal seperti itu, memberi citra distortif Holokaus,” katanya.

“Kami, kaum Yahudi di Jerman, selalu mengatakan, jangan pernah menyalahgunakan ingatan tentang Holokaus. Kalau sekarang orang Yahudi melakukannya, itu sangat memalukan,” kata Graumann yang kedua orangtuanya dikirim ke kamp konsentrasi oleh Nazi.

Unjukrasa pada akhir pekan lalu di lingkungan ultra-Ortodoks Yerusalem, Mea Shearim, diikuti ratusan pria dan anak laki-laki. Beberapa di antara mereka mengenakan bintang kuning dan yang lain seragam bergaris dari kamp kematian Nazi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rapat umum itu seolah-olah diadakan untuk mengecam pemenjaraan pria pemimpin serangan terhadap toko buku agama lingkungan yang dituduh masyarakat garis keras tidak menjual buku keagamaan.

Tapi laman berita ultra-Ortodoks Kikar Hashabbat menyatakan unjukrasa itu menanggapi kecaman media dalam beberapa pekan belakangan terhadap masyarakat tersebut dan usaha mereka menegakkan pemisahan menurut jenis kelamin.

Kikar Hashabbat menyatakan pengunjukrasa mengenakan bintang kuning, yang terpaksa dipakai orang Yahudi di Jerman dan negara yang diduduki Nazi untuk mengenali diri di depan umum, sebagai “tindakan luar biasa”.

Tapi, Graumann menekankan bahwa pengunjukrasa itu “hanya sebagian kecil masyarakat di Israel, yang keras dan menghasilkan gambar menjijikkan”.

“Itu tidak mewakili masyarakat Israel, yang pada umumnya ditandai semangat cinta kehidupan,” tambahnya.

Puluhan penentang perbedaan berdasarkan atas jenis kelamin naik bus warga Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem pada Minggu untuk mengecam aturan tak tertulis bahwa wanita duduk di belakang.

Unjuk rasa yang berlalu tanpa kekerasan itu terjadi saat pembedaan terhadap wanita oleh sempalan keras dalam masyarakat Yahudi ultra-Ortodoks itu membangkitkan perasaan kuat di Israel, sesudah serangkaian kejadian, yang memaksa pemimpin politik bergerak.

Pria dan wanita dalam unjuk rasa itu, kebanyakan dari mereka anak muda, berkumpul tidak jauh dari stasiun pusat bus Yerusalem di dekat lingkungan keagamaan, kata saksi.

Kelompok sepuluh orang kemudian naik bus berkeliling lingkungan ultra-Ortodoks, dengan pengunjukrasa duduk di kursi depan, yang bertentangan dengan aturan tak tertulis, yang memperuntukkan bagian depan bus bagi pria dan belakang untuk wanita.

Saksi itu menyatakan unjuk rasa itu tidak memancing tanggapan dari penumpang ultra-Ortodoks.

Acara itu diselenggarakan lembaga Yahudi liberal dan kelompok lain, yang bergerak beberapa tahun melawan perlakuan berdasarkan atas jenis kelamin dalam angkutan umum, yang sering dilakukan ultra-Ortodoks.

Unjukrasa itu terjadi setelah beberapa pekan perbantahan panas tentang peran masyarakat ultra-Ortodoks di Israel, dengan berpusat pada upaya mereka melakukan pemisahan gender di angkutan dan bahkan di jalan.

Perbantahan itu, panjang dan panas, menjadi berita utama setelah saluran berita Israel menayangkan laporan tentang kota Beit Shemesh, tempat pria ultra-Ortodoks meludahi wanita, yang mereka katakan berpakaian memancing, dan bahkan menghina gadis delapan tahun atas busananya, yang “tidak sopan”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putaran Ketiga, Kemenangan Islam Dibayangi Kudeta
Tulisan selanjutnya Polri Berterima Kasih Dikado 1200 Sandal Jepit

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Berita
2 September 2026 21:40
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Terbaru

  • Kasus Narkoba Wanita Presenter TV Mesir Dihukum Mati Bersama 11 Orang
  • Erupsi Anak Krakatau, MUI Ajak Masyarakat Ikhtiar Patuhi Petunjuk Keselamatan
  • Hari Pertama Sekolah yang Tak Kunjung Usai, Bocah Palestina Syahid Dibom ‘Israel’
  • Delapan Negara Muslim Kompak Kecam Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • ‘Israel’ Kehilangan Ribuan Dokter, Brain Drain Makin Parah
  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?