Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Islamisasi Ilmu Pengetahuan, Jalan Alternatif Dominasi Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juli 2013 13:45 1:45 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juli 2013 13:45
Bagikan
Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud dalam sebuah acara
Bagikan

Hidayatullah.com–Al-Qur’an merupakan sumber intelektualitas dan spiritualitas. Ia merupakan basis utama bukan hanya bagi agama dan pengetahuan spiritual, melainkan semua jenis ilmu pengetahuan. Berbeda dengan epistemologi Barat yang bersumber pada akal dan panca indera. Konsekuensi epistimologi Barat melahirkan aliran pemikiran sekuler seperti; rasionalisme, empirisisme, skeptisisme, relativisme, agnotisisme, humanisme, eksistensialisme, materialisme, sosialisme, kapitalisme, komunisme, dan liberalisme.

Demikian disampaikan Prof. Dr. Wan Mohd Nor Wan Daud, Pimpinan Center for Advanced Studies on Islam, Science and Civilisation (CASIS), Universiti Teknologi Malaysia dalam diskusi bertema “Alternatif Terhadap Modernitas Barat” yang diadakan belum lama ini  di Aula Gambir Hotel Sofyan, Menteng-Jakarta. 

 “Untuk itulah dalam menjawab tantangan hegemoni westernisasi ilmu yang kini melanda dunia Islam, kaum Muslimin memerlukan sebuah ‘revolusi epistemologis’ melalui islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer yang dilakukan pada institusi tingkat tinggi,” demikian ujar Wan Daud.

Dalam makalahnya berjudul “Islamization of Contemporary Knowledge and the Role of the University in the Context on De-Westernization and Decolonization” Wan Daud menjelaskan bagaimana berbagai aliran pemikiran Barat saat ini telah mempengaruhi cara pandang seorang Muslim, khususnya mahasiswa.  

Sebagai reaksi terhadap pemikiran Barat, membuat dunia terpusat pada Barat. Meski demikian, dominasi pemikiran Barat itu tidak akan bertahan lama. Sebab diprediksi tahun 2020-2025 akan muncul berbagai gerakan yang menentang modernitas Barat. Selain adanya usaha islamisasi, ada juga afrikanisasi dan modernitas China.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

“Akan ada satu zaman di mana golongan non Barat akan menentang pemikiran Barat. Lihat saja modernitas China, yang sudah mulai dirasakan pergerakannya, gerakan ini merupakan upaya China untuk lepas dari kungkungan Barat. Kini, China telah melakukan manuver-manuver yang dapat menyaingi dunia Barat,” tambah Prof Wan.

Menurutnya, dalam sejarah, China kuno merupakan salah satu peradaban yang besar dan berilmu. Dengan modernitas China, mereka berupaya untuk mengembalikan kejayaan perdaban China. Hal ini tertuang dalam buku “When China Rules The World”. Sedangkan Afrikanisasi memang belum terlalu terlihat. Gerakan ini muncul sebagai reaksi terhadap dominasi Barat di Afrika selama ini. Dan tidak seperti Barat, kedua gerakan ini tidak memaksakan apa yang menjadi pandangannya.

Islamisasi ilmu pengetahuan

Hanya saja menurutnya, islamisasi, berbeda dari kedua gerakan di atas. Ini terjadi karena islamisasi, selain bersumber dari dari Sang Khalik (Allah Subhanahu Wata’ala) gerakan islamisasi tidak muncul untuk menentang, melainkan untuk mengarahkan epistemologi Barat kepada epistemologi Islam yang bersumber pada al-Qur’an dan Hadist.

Menurutnya, gerakan islamisasi ilmu pengetahuan tidak menentang karena islamisasi tidak berarti secara penuh menolak ilmu dari Barat.

”Dampak positif dari modernitas Barat harusnya tidak menghalangi kita untuk mengevaluasi dampak dari westernisasi tersebut baik kepada bangsa non Barat dan bangsa Barat sendiri. Ketika banyak dari pemikir-pemikir dan negara-negara non Barat telah melakukan banyak upaya untuk menciptakan kerangka berpikir yang lebih baik, negara-negara dan umat Muslim juga harus bisa mengimbangi dengan menggalakkan dekolonisasi dan de-Westernisasi melalui proses Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer.”

Karena itu, menurutnya, apa yang dilakukan dalam islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer adalah dengan adab dan adil. Artinya, pengenalan dan pengakuan terhadap realitas bahwasanya ilmu dan segala sesuatu yang ada terdiri dari hierarki yang sesuai dengan kategori-kategori dan tingkatan-tingkatannya, dan bahwa seseorang itu mempunyai tempatnya masing-masing dalam kaitannya dengan realitas tersebut dan dengan kapasitas serta potensi fisik, intelektual dan spiritualnya. Paradigma inilah yang tidak dimiliki oleh berbagai aliran pemikiran Barat, menjadi konsekuensi logis karena mereka berjalan tanpa ada petunjuk dari wahyu.

Prof. Wan  menambahkan bahwa  islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer harus dilakukan pada institusi pendidikan tingkat tinggi. Sebab institusi pendidikan tinggi berperan penting dalam pengembangan seorang Muslim secara individu maupun masyarakat di seluruh dunia.

Proses Westernisasi dan Kolonisasi masih hadir dengan berbagai bentuknya di era globalisasi ini, oleh karena itu, usaha dari ilmuwan Muslim untuk mengislamisasikan ilmu-ilmu pengetahuan kontemporer bukan semata-mata upaya untuk memelihara identitas religius dan kultural saja, tetapi juga untuk menawarkan alternatif yang lebih baik dari modernitas Barat yang lambat laun menunjukkan kelemahannya di dunia global.

Salah satu upaya dalam proses dewesternisasi dan islamisasi ialah dengan menggunakan konsep Universitas Islam dan adab.*

kiriman Rizka Fitri Nugraheni, Rianda Febrianti dan Greta Kharisma Ardiyanti. Ketiganya penggiat Komunitas Penggenggam Hujan Universitas Indonesia dari Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Budaya, Prodi Sastra Inggris

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratepistimologiislamisasi ilmuWan Mohd Nor Wan Daud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anak-anak PAUD Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Baksos
Tulisan selanjutnya Dua Pria Diperiksa Terkait Peledakan Masjid Wolverhampton

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?