Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Orang Prancis Semakin Senang Teler

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 Juli 2013 17:48 5:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 Juli 2013 17:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Prancis sampai saat ini bangga dengan budayanya menenggak minuman keras yang tergolong moderat dibanding orang-orang Eropa lainnya. Namun data statistik menunjukkan orang-orang Prancis sekarang semakin senang mabuk-mabukan.

Dilansir France24 (29/7/2013), “beuverie express” (dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah binge drinking) di masyarakat Prancis menurut laporan terbaru semakin meningkat, khususnya di kalangan anak muda.

Binge drinking merupakan kegiatan teler bersama yang biasa dilakukan masyarakat Barat, di mana dalam kurun waktu singkat atau beberapa jam saja sejumlah orang menenggak minuman beralkohol dalam jumlah banyak. Mabuk-mabukan ini biasanya dilakukan berkelompok dan untuk merayakan suatu peristiwa, seperti kenaikan jabatan, ulang tahun dan lain sebagainya, sehingga dianggap sebagai kegiatan sosial. Istilah “beuverie express” dalam bahasa Prancis untuk menyebut binge drinking, sudah diakui resmi oleh lembaga bahasa Komisi Umum Terminologi dan Neologi Prancis.

French Society for the Study of Alcohol bulan Maret 2013 merilis laporan yang menunjukkan bahwa konsumsi minuman beralkhol di negara Prancis mengakibatkan 400.000 kasus masuk rumah sakit setiap tahunnya. Angka itu naik 30 persen dalam kurun waktu 3 tahun terakhir.

“Kami banyak dan semakin banyak melihat orang-orang muda yang teler berat di ruang gawat darurat, yang akan dirawat selama 24 jam, kadang dua hari, sampai sadar,” kata Dr Damien Labarrière, seorang gastroenterologis di kota Orleans, Prancis tengah, kepada stasiun radio Europe 1.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak awal musim panas tahun ini, tiga orang tenggelam di kanal saluran air, karena terlalu banyak menenggak minuman keras saat cuaca panas.

Untuk mengatasi masalah sosial itu, sejumlah kota di Prancis menerapkan pembatasan penjualan minuman beralkohol. Lyon umpamanya, melarang penjualan bir, minuman anggur dan spirits (minuman rendah alkohol) antara pukul 10 malam hingga 6 pagi. Sementara kota La Rochelle yang terletak di tepian Laut Atlantik melarang menenggak minuman keras di tempat-tempat publik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 105 Anak Diselamatkan dari Eksploitasi Seksual di 76 Kota Amerika
Tulisan selanjutnya Ramadhan, Momen Kembali kepada al-Qur`an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?