Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Wakil Jaksa Agung AS Jadi Bos FBI

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juli 2019 20:17 8:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 31 Juli 2013 09:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan wakil jaksa agung James Comey, mendapatkan restu Senat untuk menjadi pimpinan badan intelijen dalam negeri Amerika Serikat FBI, Senin (30/7/2013).

Comey, 52, akan menggantikan Robert Mueller yang memimpin FBI sejak 2001 tak lama setelah peristiwa 9/11.

Senat memberikan suara setuju atas Comey (seorang Republikan) dengan hasil voting 93-1.

Voting dilakukan beberapa menit setelah Senator Rand Paul (Rep) setuju untuk melanjutkan kembali proses pemungutan suara yang sebelumnya dihentikan, karena Paul menunggu jawaban FBI tentang penggunaan pesawat tanpa awak di wilayah domestik AS.

FBI menjawab, penggunaan pesawat pengintai tanpa awak di wilayah Amerika Serikat tidak memerlukan surat izin. Meskipun tidak sepakat dengan sikap FBI itu, tapi Paul setuju melanjutkan pemungutan suara sebab FBI sudah merespon pertanyaannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Paul satu-satunya yang memberikan suara negatif terhadap Comey.

Comey menjabat wakil jaksa agung pada masa pemerintahan George W. Bush dari tahun 2003-2005.

Dia mendapat popularitas saat dengan terbuka ke publik mengatakan bahwa tehnik interogasi waterboarding yang dipakai pemerintahan Bush atas para tahanan teroris merupakan bentuk penyiksaan.

“Ketika pertama kali saya mengetahui tentang waterboarding, ketika saya menjadi seorang wakil jaksa agung, reaksi saya, sebagai seorang warga negara dan pemimpin, adalah, ‘Ini merupakan penyiksaan’. Dan saya masih berpendapat demikian,” kata Comey kepada panel di Senat dikutip France24.

Comey mengatakan dia menyampaikan pandangannya itu saat masih berada di bawah pemerintahan Bush, tetapi kalah dalam upaya untuk menghentikan CIA menggunakan tehnik seperti waterboarding dan pencegahan tidur atas para tahanan dari kelompok perlawanan terhadap pemerintah AS.

Tindakannya itu mendapat dukungan dari Partai Demokrat yang menentang program pengintaian domestik oleh pemerintahan Bush.

Setelah meninggalkan Departemen Kehakiman tahun 2005, Comey menjadi konsultan di perusahaan raksasa Lockheed Martin.

FBI memiliki pegawai hampir 36.000 orang, termasuk 13.785 agen khusus yang menyelidiki kasus mulai dari terorisme domestik dan internasional, hingga pelanggaran HAM, kasus narkoba, kejahatan kerah putih serta korupsi uang rakyat.

FBI menjadi bagian dari jaringan operasi intelijen Amerika Serikat, yang sering dikritik karena menyadap informasi dalam jumlah besar melalui telepon dan internet.

Comey menyebut tindakan penyadapan besar-besaran itu sebagai “alat penting dalam kontraterorisme”, namun dia menginginkan transparansi yang lebih dalam penggunaannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sepuluh Malam Terakhir jadi “Wisata Spiritual”
Tulisan selanjutnya Wamenag Harapkan Kuota Haji Bertambah di Tahun Mendatang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?