Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gereja Amerika Rugi Miliaran Dollar Akibat Skandal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 April 2012 11:56
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Konferensi Waligereja America Serikat (USCCB) baru-baru ini mengeluarkan laporan tentang skandal seks yang melanda Gereja di negara itu, yang menyebabkan milaran dolar melayang.

Ini tentu sangat mengejutkan. Apalagi skandal itu sudah membuat panas telinga banyak umat Katolik di sana setelah media membongkar satu per satu kasus-kasus skandal para klerus itu.

Sekarang, dengan munculnya laporan itu barangkali membuat orang tambah menggeleng-gelengkan kepala, atau bahkan marah dan kecewa. Karena selain telinga panas, ternyata kasus-kasus itu merugikan Gereja Katolik AS hingga miliaran dolar.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa kerugian yang ditimbulkan -tidak tanggung-tanggung- mencapai $2.488.405.755 atau kurang lebih sekitar 21 triliun rupiah (jika menggunakan kurs rata-rata 9.100 rupiah per dolar). Jumlah yang sangat banyak tentunya.

Menurut USCCB, seperti yang dikutip CatholicCulture.org, pada tahun 2011 itu sendiri, total kerugian yang ditanggung keuskupan-keuskupan di Amerika mencapai $108.679.706. Demikian dikutip Cath News.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dari jumlah itu $54.4 juta untuk penyelesaian kasus, $6.1 juta untuk terapi para korban, $36.7 juta untuk pengacara, $9.9 juta untuk tunjangan bagi para pelaku, serta $5.6 juta untuk biaya lain-lain. Bukan hanya itu. Ada juga biaya ekstra yang dikeluarkan yang mencapai $35.372.010.

Dengan demikian, secara terperinci, total uang yang dihabiskan baik untuk menangani kasus skandal seks di keuskupan-keuskupan maupun tarekat religius selama kurun waktu antara tahun 2004 -2011 mencapai $2.488.405.755. Dari jumlah itu $2.129.982.621 untuk keuskupan dan eparki dan $358.428.134 untuk tarekat religius.

Jumlah kasus

Tahun lalu dilaporkan ada 21 anak dibawah umur yang diduga mengalami pelecehan oleh imam atau diakon. Tujuh di antara laporan itu dinyatakan ‘bisa dipercaya’ oleh pihak penegak hukum, tiga dinyatakan laporan palsu, lima dinyatakan sebagai pelanggaran batas, dan tiga lagi masih dalam penyelidikan.

Sedangkan jumlah orang dewasa yang diduga mengalami pelecehan oleh imam atau diakon di masa lalu mencapai 683 orang, dengan tuduhan diarahkan kepada 551 imam dan tujuh orang diakon.

Tapi anehnya, dari jumlah imam yang disebutkan itu 253 orang sudah meninggal, 58 orang sudah menjadi awam, 184 sudah “dipecat” dan 281 dinyatakan sudah pernah ada dalam audit sebelumnya.

Dari sekian banyak kasus yang dilaporkan itu, sekitar 68 persen terjadi atau mulai terjadi antara tahun 1960 hingga 1984 dengan mayoritas korban (82 persen) adalah laki-laki, meskipun ada juga (11 orang) dari anak di bawah umur adalah anak perempuan.

Meskipun banyak yang mencibir Gereja Katolik AS atas kasus-kasus ini, namun tanggungjawab yang ditunjukkan di sana bisa diacungi jempol.

Dalam laporan itu ditemukan pula bahwa keuskupan-keuskupan di AS (untuk pertama kali) memberikan bantuan kepada 453 orang yang datang melapor tahun 2011 dan meminta bantuan penyembuhan atau rekonsiliasi. Sementara sekitar 1.750 orang yang sudah datang melapor pada tahun-tahun sebelumnya masih terus diberikan pelayanan oleh gereja.

Memang menyedikan juga karena ditemukan bahwa setengah dari para korban masih berusia antara 10-14 tahun pada saat mereka mengalami pelecehan. Tentu saja trauma itu dibawa hingga usia dewasa.

Barangkali yang membuat orang juga bertanya-tanya, kebanyakan kasus yang dilaporkan pada tahun 2011 lalu merupakan  kasus-kasus yang terjadi antara 1975-1979. Itu artinya kasus itu dilaporkan 30 tahun kemudian.* 

Foto:Ilustrasi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejakatolikMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buah Ciplukan Sebesar Terong, Mungkinkah…?
Tulisan selanjutnya Deg-deg-an…

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?