Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Arab Israel Protes Kurikulum Sejarah

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Juni 2012 19:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Keputusan Kementerian Pendidikan Israel untuk memasukkan dua tokoh politik terkemuka Zionis ke dalam kurikulum sejarah sekolah-sekolah Arab di Israel menuai protes.

Orang-orang Arab yang tinggal di Israel memprotes keputusan Menteri Pendidikan Gideon Sa’ar yang memasukkan nama David Ben Gurion dan Menachem Begin sebagai “topik tahun ini” untuk 2013, lansir Al Arabiya (20/6/2012).

Topik tahun ini merupakan bagian dari pelajaran, di mana siswa wajib mempelajari topik tertentu dan berpartisipasi dalam aktivitas yang tekait dengannya. Setiap tahun topik tersebut diganti.

Jamal Zahalka, warga Arab anggota Knesset, mengirimkan nota protes menuntut pembatalan pemaksaan topik Begin dan Ben Gurion kepada murid-murid di sekolah Arab. Menurutnya, pelajaran yang termasuk di dalamnya kunjungan ke museum-museum yang mengenang kedua tokoh itu, tidak hanya melecehkan identitas dan perasaan pelajar Arab, tetapi juga menyalahi sejarah mereka.

“Proyek ini membuat anak-anak menganggap pelaku kriminal [Begin dan Ben Gurion] sebagai politisi yang memiliki pinsip dan terhormat,” kata Zahalka dalam salinan surat yang didapat Al Arabiya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Hal ini berlawanan dengan sejarah Palestina dan ingatan masyarakat di mana Ben Gurion dan Begin adalah penyebab tragedi yang dialami rakyat Palestina,” tegasnya.

Menurut Zahalka, proyek tersebut melanggar semua perjanjian internasional yang melindungi hak budaya dari kelompok minorita agama atau etnis. “Kaum minoritas berhak melestarikan identitas mereka dan proyek ini membahayakan identitas pelajar Arab, lewat pemaksaan ideologi Zionis terhadap mereka.”

Follow-Up Committee on Arab Education (FUCAE) yang bertugas memonitor proses pendidikan di sekolah-sekolah Arab di dalam Israel, mengecam keterlibatan Kementerian Pendidikan dalam masalah yang bermuatan politik.

Bagi orang Arab, kata FUCAE dalam pernyataannya, David Ben Gurion bertanggungjawab atas pengusiran rakyat Palestina dan perampasan tanah-tanah mereka di tahun 1950an dan 960an. Sementara Menachem Begin bertanggungjawab atas serangan teroris sebelum 1948 atas rakyat Palestina dan juga pembantaian Sabra Shatila di Libanon.

Muhammad Hayadri, ketua FUCAE, menyeru kementerian agar menghentikan kebijakannya yang menyerang warga Arab di Israel, terutama para pelajarnya.

“Kami juga menuntut kementerian berkonsutasi dengan perwakilan komunitas Arab di Israel sebelum melakukan perubahan dalam kurikulum sekolah-sekolah Arab,” pungkasnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arabisraelold migratepalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abu Ismail: Tetap di Tahrir Hingga Militer Turun
Tulisan selanjutnya Petrus Golose Sebut Solo Menjadi Kantong Jaringan Terorisme

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?