Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Quraisy Shihab: Syiah Puluhan, Tidak Bisa Dipungkiri ada yang Sesat

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 19 September 2012 13:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bertempat di Gedung Graha Sucofindo, Jalan Pasar Minggu, Kav 34 Jakarta Selatan, Selasa kemarin (18/09/2012), Ahlul Bait Indonesia (ABI) mengadakan seminar “Menuju Kesepahaman dan Kerukunan Umat Islam”. Acara seminar  tersebut sekaligus menandai peluncuran buku Syiah berjudul “Buku Putih Mazhab Syiah Menurut Ulama Syiah yang Muktabar” yang dirumuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI.

Prof.Dr Quraisy Shihab yang menjadi keynote speaker, mengatakan, buku itu sebagai upaya untuk meluruskan dan mengenalkan apa dan siapa Syiah sebenarnya. Direktur Pusat Studi Al-Qur’an ini menilai bahwa apa yang terjadi di Indonesia sekarang ini adalah karena kesalahpahaman.

“Tidak bisa ada persamaan kalau tidak ada kesepahaman, tidak ada kesepahaman kalau tidak ada pemahaman atas diri sendiri dan orang lain,” ungkapnya.

Prof. Quraisy mengakui bahwa Syiah banyak kelompoknya. Ia juga mengakui bila memang ada juga Syiah yang sesat.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa Syiah itu banyak kelompoknya. Syiah ada puluhan. Kita tidak bisa memungkiri ada Syiah yang sesat, bahkan ada juga kelompok Syiah yang menyesatkan Syiah lain,” jelasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia juga berpendapat bahwa bersatu dalam akidah, perumusannya tidak harus sama.

Acara yang dihadiri oleh ormas-ormas seperti NU dan Muhammadiyah itu juga dihadiri oleh Dr. Umar Shahab, Ketua Dewan Syuro ABI dan Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Shadra, Masdar F. Mas’udi (PBNU), tokoh Syiah yang juga Direktur Moderat Institute Dr. Muhsin Labib serta Prof. Dr. Zainun Kamal, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Muhsin Labib yang menjadi salah satu narasumber dalam acara tersebut berpendapat soal wilayatul faqih yang ada dalam ajaran Syiah.

“Wilayatul faqih sama saja dengan kepausan. Kita tidak apa-apa sama dengan Kristen, karena mereka adalah Ahlul Kitab. Hubungan wilayatul faqih adalah pertanggungjawaban keagamaan Syiah, tapi itu tidak berarti menghilangkan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia,” jelasnya.

Muhsin yang juga lulusan Hauzah Ilmiah Qom, Republik Iran ini mengakui bahwa selama ini Syiah sering tidak diberi hak jawab.

“Ini saatnya Syiah membuka diri, jangan sampai kita dianggap tidak mau membuka diri. Kita tidak benar-benar eksklusif hanya sering tidak diberi hak jawab,” akunya.

Dalam paparannya, ia juga sempat menyinggung bila bahwa NU adalah proses upaya untuk menggabungkan Sunni-Syi’ah dan juga menuduh fatwa MUI Jawa Timur tentang kesesatan Syiah sebagai ‘legalisasi untuk membunuh”.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratesyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ingin Lebih Cerdas Dari Warren Buffett?
Tulisan selanjutnya MUI Imbau Umat Islam Tidak Emosional

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Berita
20 Oktober 2026 21:55
Jihad Santri di Era Modern
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Terbaru

  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?