Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Balita Dipenggal, Wanita Saudi Butuh Penitipan Anak

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Oktober 2012 06:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menyusul kasus pemenggalan kepala anak perempuan berusia 4 tahun oleh pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia di Yanbu pada hari Rabu kemarin (27/9/2012), para ibu bekerja di Arab Saudi meminta Kementerian Pendidikan untuk membuka tempat penitipan anak.

“Apa yang terjadi pekan kemarin menunjukkan bahwa kita tidak lagi dapat mempercayai para pembantu untuk menjaga anak-anak kita,” kata Amal Saleh, seorang ibu dua anak yang bekerja sebagai manajer di perusahaan periklanan di Jeddah, kutip Arab News (1/10/2012).

Wanita itu menambahkan, setelah mendengar apa yang terjadi dengan anak kecil tersebut, dia segera menyurati direktur pelaksana dan CEO perusahaan tempatnya bekerja untuk meminta disediakan tempat penitipan anak di bagian wanita. Dia menyeru agar semua wanita bekerja melakukan hal yang sama.

“Menurut saya jika semua wanita bekerja mengirim petisi kepada perusahaan tempat mereka bekerja dan meminta tempat penitipan anak, maka hal itu akan mengubah masyarakat menjadi lebih baik,” kata Amal Saleh.

Wijdan Al Harbi, seorang ibu tiga anak pegawai sebuah perusahaan telekomunikasi meminta hal serupa kepada perusahaannya di Riyadh. Awalnya, pimpinan perusahaan tidak mau menyediakan fasilitas itu, tetapi setelah mendenger kasus Yanbu tersebut ia kemudian mau mempertimbangkannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seorang ibu lain yang bekerja sebagai perawat di sebuah klinik swasta di Jeddah, Majda Al Zahrani, juga mengharapkan hal yang sama. Tetapi, ia khawatir nantinya perusahaan justru menyewa pengasuh dari luar negeri dengan alasan bayarannya lebih murah. Sementara banyak wanita Saudi yang kompeten dalam bidang perawatan dan pendidikan anak untuk dipekerjakan di pusat penitipan anak.

Lutfia Salman seorang psikolog asal Abha mengatakan, dia merasa tradisi meninggalkan anak-anak kecil kepada pembantu sudah salah sejak awal. Tetapi masih banyak orangtua bekerja yang melakukan hal itu demi untuk menghemat uang.

“Anak di bawah usia lima tahun tidak pernah boleh ditinggal bersama pengasuh atau PRT asing, karena bagian dari perkembangan anak yang paling penting terjadi pada masa ini. Meninggalkan anak-anak kepada pengasuh yang tidak memiliki kemampuan mengasuh yang baik, dalam jangka panjang akan mengakibatkan masalah dalam kemampuan bahasa dan sosial anak,” jelas Salman.

Menurut studi yang dilakukan Booz & Company, wanita bekerja di Saudi sekarang ini jumlahnya kurang dari 15 persen jumlah angkaan kerja Kerajaan Arab Saudi, naik 5,2 persen dari tahun 1992.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakindonesiaold migrateSaudiwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag: Kesenjangan Terjadi karena Agama Dipisahkan dari Ekonomi
Tulisan selanjutnya Protokol Anti Penistaan Agama Baik, Tapi Lebih Baik Hukum Penista di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?