Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Gaza Banjir Doa dan Simpati, Zionis Banjir Caci-maki

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 November 2012 04:58
Bagikan
Netanyahu yang kini jadi sasaran kemarahan parlemen Israel
Bagikan

Hidayatullah.com—Pasca pengumuman gencatan senjata, pemerintah Palestina di Gaza langsung mengumumkan bahwa Kamis (22/11/2012) sebagai hari Kemenangan Nasional dan hari libur nasional.

Pemerintah menyerukan kepada segenap warga untuk merayakan hari ini dan mengunjungi keluarga korban yang gugur dan membantu korban luka sebagai solidaritas nasional, demikian kutip Pusat Informasi Palestina (PIC).

Sejak pagi warga Palestina mulai saling mengunjungi guna melihat kondisi masing-masing, di samping mengunjungi korban luka dan keluarga korban yang gugur, serta melihat puing-puing akibat agresi Israel.

Kelompok mujahidin Brigade Izzuddin al-Qassam menyatakan bahwa selama 8 hari Perang Batu Sijjil, mereka menembakkan 1573 roket ke arah penjajah Zionis.

Brigade Izzuddin al-Qassam menjelaskan sehari sesudah kemenangan, mereka menembakkan enam buah rudal jarak jauh M-75 produksi mereka sendiri, serta menggunakan enam roket jarak jauh Fajr-5, termasuk satu ke arah kota Herzliya, tiga ke arah Baitul Maqdis yang dijajah, tujuh ke arah ‘Tel Aviv’ dan satu lagi ke arah Bersheva.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Mereka mengarahkan juga tembakan mereka arah pesawat-pesawat, kapal perang dan tank Zionis.

“Untuk pertama kalinya kami menggunakan misil jarak jauh kami yang dapat menjangkau 80 km. Untuk pertama kalinya mereka sampai ke ‘Tel Aviv’ dan Jerusalem dan memaksa pihak penjajah mengibarkan bendera putih (menyerah),” demikian pernyataan al-Qassam.

Banjir Simpati dan Caci-maki

Sementara itu, PM Ismail Haniyah menerima sambungan telephone dari Presiden Tunisia, Munshif Marzuqi, yang menyampaikan selamat atas kemenangan perlawanan di Gaza menghadapi agresi Israel.

Marzuqi menyampaikan apresiasi kemenangan rakyat Palestina dan keteguhan warga Gaza, di samping ungkapan belasungkawa bagi keluarga korban yang gugur syahid. 
Di saat yang sama, para penguasa militer penjajah Zionis-Israel kini tengah menuai badai kritik dan celaan di dalam negeri, terutama dari kalangan legislator.

“Hamas menang kali ini,” demikian diakui pimpinan oposisi, Shaul Mofaz. “Dan yang kalah habis-habisan adalah Israel. Netanyahu sebaiknya mundur saja.”

Seorang anggota parlemen Knesset Zionis, Aryeh Eldad, bahkan sempat mengatakan, Netanyahu seperti anjing paranoid.

“Netanyahu telah meminta militer untuk meninggalkan perang, yang tidak lain adalah budak, seperti anjing paranoid.”

“Pengumuman diberlakukannya gencatan senjata dengan Hamas menunjukkan bahwa.’Israel’ sudah mengibarkan bendera putih dan tunduk terhadap terorisme,” tambahnya.

Anggota Knesset lain, Michael Ben Ari, telah meminta PM Israel benyamin Netanyahu untuk mengundurkan diri di tengah kegagalannya mengelola agresi baru ke Jalur Gaza. Dia menuduh Netanyahu telah “menyeret Israel ke dalam kegagalan.”

Shaul Mofaz, yang tak lain juga ketua Partai Kadima,  mengatakan, kemenangan Hamas di babak ini justru paling merugikan Israel.

“Alih-alih mengizinkan tentara Israel bekerja untuk menghancurkan Hamas, pemerintah Netanyahu justru keluar dari invasi ini sambil menyeret ekor secara memalukan, tanpa merealisasikan satu tujuanpun dari operasi militer yang dilancarkan ke Jalur Gaza.”

Di saat Hamas dan Gaza banjir simpati dan doa, banjir caci-maki dan tekanan justru terjadi pada pemerintah Benyamin Netanyahu. Semua, mendesak, pemerintah berkuasa segera undur diri.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Salah Kirim Sinyal Peringatan Roket
Tulisan selanjutnya Didorong Peningkatan Perdagangan di Kalangan Negara Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?