Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mesir Tempat Paling Berbahaya Bagi Wartawan

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 September 2013 13:04 1:04 pm
Ahmad
Dipublikasikan 20 September 2013 13:04
Bagikan
Bulan Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir membunuh kepala biro provinsi surat kabar pemerintah Al-Ahram dan menangkap wartawan Turki
Bagikan

Hidayatullah.com–Maraknya kekerasan dan gejolak politik di Mesir belakangan ini membuat banyak wartawan yang ditangkap saat bertugas.

Situs berita Aljazeera mencatat, enam wartawan tewas dan sedikitnya 25 dipenjara. Aljazeera adalah media yang paling diincar untuk ditangkap di Mesir saat ini.

Dua wartawannya, Abdullah al-Shami and Mohammed Badr, masih ditahan di Penjara Abu Zabaal.

Sebab itu, saat ini Mesir masuk dalam daftar 5 negara paling berbahaya bagi pekerja pers. Padahal, tiga tahun lalu, Mesir bahkan tidak masuk peringkat 10 besar.

Saat ini masalah kebebasan pers sedang menjadi perhatian pada simposium yang diadakan di Jenewa, Swiss, bersamaan dengan rapat Dewan HAM PBB.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ditembak

Bulan Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir membunuh kepala biro provinsi surat kabar pemerintah Al-Ahram dan menangkap wartawan Turki.

Tamer Abdel Raouf, kepala biro Al-Ahram di Provinsi Buhayra Mesir, ditembak mati saat seorang wartawan dari surat kabar negara bagian lain, Al Gomhuriya, terluka. Keamanan menembaki mobil wartawan Al-Ahram karena dituding berusaha melarikan diri dari pos pemeriksaan jam malam yang dilakukan dari petang hingga fajar. 

Di bulan yang sama, kelompok kebebasan pers, Institut Pers Internasional (IPI), telah meminta militer Mesir untuk melepaskan Tahir Osman Hamde, Kepala Biro Kairo pada Kantor Berita Turki, Ihlas.

Tahir ditangkap pada Selasa (20/08/2013) setelah militer menyerbu kantornya di sebuah hotel di Kairo.  Pasukan keamanan tersebut menyita komputer dan peralatan lainnya.

“Kami sangat mengkhawatirkannya karena ia tidak ada jejak,” kata Ahu Kirimlioglu, manajer produksi kantor berita yang berbasis di London itu kepada The Guardian.

Pihak berwenang Mesir telah menolak untuk melepaskan informasi tentang Hamde. Wartawan ini merupakan warga negara Belanda sehingg Ihlas bekerja sama dengan Kedutaan Belanda untuk mengusahakan pembebasannya.

Koresponden penyiaran Turki lain, Metin Turan, telah ditahan. Dia bekerja untuk penyiaran publik negara Turki, TRT (Turkish Radio and Television Corporation).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bahayajurnalisMesirtewaswartawan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tidak Memusuhi Yahudi, Presiden Rouhani Ajak Politisi Yahudi-Iran ke New York
Tulisan selanjutnya Tekan Peredaran Miras jangan dengan Pendekatan Represif

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Berita
16 Oktober 2026 14:56
Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?