Hidayatullah.com- Acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlangsung sejak Rabu (27/03/2013) telah usai. Pada acara penutupan, digelar tabligh akbar dan pembagian sembako bagi kaum dhu’afa.
Rakerwil Hidayatullah NTT ditutup oleh Ketua MUI NTT, Abdul Karim Makarim di Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima Kota Kupang, Sabtu (30/3/2013). Hadir pula dalam acara ini imam-imam masjid se-Kupang, para muallaf dan kaum dhu’afa, dengan total 500 peserta.
“Dalam perjalanan Pesantren Hidayatullah Kupang dimulai dari tahun awal berdiri hingga sekarang, telah banyak membantu dakwah di Kota Kupang khususnya dan NTT pada umumnya,” kata Abdul Karim dalam sambutannya.
Menurutnya, Hidayatullah adalah lembaga yang kader-kadernya telah tersebar di mana-mana termasuk di NTT. Dengan modal semangat dan kerja keras, lanjutnya, kini Hidayatullah telah memberikan banyak andil kepada masyarakat NTT khususnya dan Indonesia umumnya.
“Ke depan semoga Hidayatullah NTT bisa bekerjasama dengan MUI NTT untuk melakukan gerakan dakwah yang lebih baik, insya Allah,” katanya lagi.
Sambutan juga disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Hidayatullah NTT Ustadz Usman Mamang. Usman mengatakan, Hidayatullah NTT akan melebarkan sayapnya dengan membuka cabang di berbagai daerah di NTT.
“Kini Hidayatullah NTT telah hadir di tiga kabupaten dan satu kota. Insya Allah ke depan, Hidayatullah NTT akan hadir di dua puluh tiga kabupaten dan kota di NTT,” harapnya.
“Dengan adanya Hidayatullah di berbagai kabupaten dan kota di NTT bisa memberi pencerahan dan dakwah kepada masyarakat agar kembali ke jalan Allah SWT. Sehingga persolan keumatan bisa diatasi bersama,” tutup Abdul Karim.
Tabligh Akbar
Dalam acara Tabligh Akbar, hadir Ustadz Anwari Hambali dari Hidayatullah Balikpapan sebagai keynote speacker. Ustadz Anwari berpesan, dalam menghadapi kehidupan ini banyak cobaan yang dihadapi. Dibutuhkan persiapan untuk membawa keselamatan dalam hidup manusia setelah kematian.
“Bagaimana rasanya kita merasakan kematian? Ada orang yang merasakan kematian dengan rasa yang sangat sakit, itulah orang-orang kafir. Kemudian ada orang yang merasakan kematian itu sangat nikmat itulah orang-orang yang beriman. Mereka rindu ingin bertemu dengan Tuhannya, yaitu Allah SWT,” pesannya.
Anwari menganalogikan orang yang rindu ingin bertemu Allah SWT. Yaitu, ketika seseorang dalam mempersiapkan diri untuk mudik bertemu orangtua yang ada di kampung halaman. Ketika mempersiapkan untuk mudik, segala usaha telah dikerahkan untuk bertemu dengan orangtua.
“Saat bertemu kedua orangtua kerinduan itu telah terbayar dengan usaha yang maksimal. Begitulah kira-kira,” imbuhnya.
Acara penutupan tersebut juga dirangkai dengan membagikan sembako kepada para muallaf dan kaum dhua’fa sebanyak 250 kepala keluarga. Juga bantuan kepada guru honor sebanyak 10 orang.
“Semoga acara ini terus berlanjut untuk ke depannya agar kaum dhu’afa bisa mendapatkan tambahan spirit iman dan tambahan rezeki,” harap Muhibbin, salah seorang penerima bantuan.
Rakerwil Hidayatullah NTT dibuka Ketua Departemen Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Hidayatullah, Ustadz Abdul Muhaimin, di Batakte Kupang Barat. Acara ini digelar atas dukungan Hidayatullah.com, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kupang, PW Hidayatullah NTT, Pimpinan Daerah Hidayatullah Kota Kupang, MKS Group dan Masjid Nurul Hidayah Kelapa Kota Kupang.* Usman Aidil Wandan/Kontributor Hidayatullah.com di Kupang.