Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Samer al-Essawy Kritis, Detak Jantung Melemah

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 9 April 2013 15:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tahanan Palestina di penjara Zionis Israel, Samer al-Essawy, yang telah mogok makan selama 250 hari, menurut dokter yang memeriksanya, bisa mati setiap saat. Para dokter melaporkan, denyut jantung Essawy melambat sampai 30 denyut per menit, jauh lebih rendah daripada rata-rata. Ia pun menghadapi kemungkinan kerusakan otak permanen.

Kakaknya, Shireen al-Essawy, yang juga pengacaranya, melaporkan bulan lalu bahwa pemerintah Israel berusaha menegosiasikan kesepakatan bahwa kakaknya akan dikirim ke pengasingan di Jalur Gaza, tapi ia menolak kesepakatan itu.

Dalam pernyataan, ia berkata, “Sama sekali tidak bisa diterima untuk dikirim ke pengasingan, terutama saat Israel terus meningkat pelanggarannya dengan sasaran tokoh-tokoh Palestina, baik di rumah dan tanah mereka.”

“Ini merupakan keputusan saat Samer dibawa, sejak hari pertama mogok makannya,” katanya. “Apakah itu merupakan kebebasan dan pembebasan, atau mati syahid”.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, kata laman IMEMC News, Senin (8/4/2013), The Palestinian Prisoners’ Society mengadakan konferensi pers dengan mengutuk praktik penahanan administratif Israel, yakni banyak rakyat Palestina ditahan tanpa proses pengadilan, bahkan dalam banyak kasus sampai berlangsung hingga sepuluh tahun.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Praktik penahanan semacam ini menyebabkan Essawy dan banyak tahanan lainnya terlibat dalam aksi mogok makan dalam jangka waktu panjang guna memaksa Israel membebaskan para tahanan politik yang ditahan tanpa tuntutan.

Jawad Boulos, pengacara pada The Palestinian Prisoners’ Society, mengatakan kepada wartawan bahwa lembaga penjara telah melakukan praktik-praktik tidak adil dan ilegal terhadap Essawy dan tahanan lainnya, termasuk memaksa Essawy mengenakan gelang kaki pada pukul 8:00-20:00, dan melarang dia duduk di kursi di kamar rumah sakit penjara.

Mogok makan yang dilakukan Essawy adalah yang terpanjang di antara para tahanan Palestina, dan di antara yang terpanjang yang pernah terlibat di seluruh dunia. Dia telah berulang kali menyatakan bersedia mati untuk menuntut persamaan hak bagi rakyat Palestina, dan menurut dokter, ia mungkin akan segera mati.

Dia telah menolak suplemen vitamin, dan saat ini hanya mengkonsumsi air dengan gula.

Lima tahanan Palestina lainnya saat ini masih melakukan mogok makan. Yang terpanjang Samer al-Essawy yang telah mogok makan sejak 1 Agustus 2012.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendaftar Haji 2,2 Juta Orang, Masa Tunggu Kian Panjang
Tulisan selanjutnya Peringatan 65 Tahun Pembantaian Deir Yasin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya

Berita
5 September 2026 14:50
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?