Hidayatullah.com—Presiden Bolivia Evo Morales hari Selasa (31/3/2015) memecat Menteri Pertahanan Jorge Ledezma, karena masalah pakaian rompi kontroversial yang dikenakannya saat melawat ke negara tetangga Chile, lapor BBC.
Pemerintah Chile mengkritik Ledezma karena mengenakan rompi yang menampilkan gambar logo klaim Bolivia atas daerah pantai yang lepas dari teritorinya ke Chile pada perang abad ke-19 M.
Ledezma melawat ke kota Copiapo di utara Chile dengan menumpang pesawat Angkatan Udara Bolivia hari Selasa kemarin, guna mengirimkan bantuan air minum.
Copiapo dan daerah sekitarnya mengalami bencana banjir bandang yang dipicu oleh curah hujan sangat tinggi, yang merupakan hujan terderas selama 80 tahun terakhir. Sedikitnya 23 orang tewas dan 57 lainnya dinyatakan hilang, serta banyak perkampungan yang tidak memiliki air minum dan listrik.
Dalam kunjungannya Ledezma mengenakan rompi bertuliskan, “Laut itu milik Bolivia,” yang dilengkapi gambar peta dengan warna bendera Bolivia melingkupinya.
Bolivia menjadi negara tanpa garis pantai selama 136 tahun, sejak wilayah pesisirnya sepanjang 400km lepas ke tangan Chile saat Perang Pasifik.
Sejak lama Bolivia mencoba mendapatkan kembali wilayah tersebut, dan beberapa kali menegangkan hubungannya dengan Chile karena masalah itu.
Dua tahun silan, Bolivia mengajukan gugatan atas Chile ke Mahkamah Internasional di Den Haag. Pengadilan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa itu belum mengeluarkan putusannya dalam masalah tersebut.
Kepada stasiun radio lokal Ledezma mengatakan bahwa dia berkunjung ke Chile untuk mengantarkan bantuan air minum kepada korban banjir. Dia ke sana untuk membantu, bukan memprovokasi.
Ledezma mengaku mengenakan rompi itu setelah dirinya merasa kedinginan.
Ledezma mengatakan dia sering mengenakan rompi itu dan berbagi sentimen atas moto yang tertulis di jaket tanpa lengannya tersebut. Tetapi dia menegaskan bahwa bukan topik itu yang ingin diangkatnya saat berkunjung ke Chile.
Presiden Bolivia Evo Morales meminta maaf kepada Chile dan mengatakan bahwa keputusan mengenakan rompi itu adalah keputusan pribadi Ledezma.
“Kita tidak boleh melakukan jenis kesalahan semacam itu. Tidak ada menteri yang otonom dan tidak ada ruang untuk keputusan pribadi,” kata Morales saat pengambilan sumpah pengganti Ledezma.
Presiden Bolivia itu mengangkat seorang bekas rektor universitas, Reymi Ferreira, sebagai menteri pertahanan yang baru.*