Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Australia Tolak Minta Maaf atas Penyadapan pada Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 November 2013 05:18 5:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 November 2013 05:18
Bagikan
Perdana Menteri Tony Abbott di sidang parlemen, Selasa (19/11/2013) tidak mau minta maaf
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintahan Australia melalui Perdana Menteri Tony Abbott akhirnya menolak meminta maaf atas tuduhan penyadapan yang dilakukan Australia terhadap pejabat Indonesia, dan meminta semua pihak untuk berkepala dingin dalam masalah ini.

Pernyataan Tony Abbott disampaikan dalam sidang di Parlemen Australia Selasa (19/11/2013) siang. Ia mengatakan, pemerintahan “mengumpulkan informasi”. Ia juga menambahkan setiap pemerintah “tahu bahwa pemerintah lainnya mengumpulkan informasi’, demikian dikutip Radio ABC Australia.

“Australia tidak bisa dituntut untuk minta maaf atas langkah-langkah yang diambil untuk melindungi kepentingan negara baik sekarang maupun sebelumnya,” ujarnya.

“Selain itu, Australia juga tidak seharusnya dituntut untuk menjelaskan detail atas apa yang dilakukan untuk melindungi kepentingan negara,” kata Abbott.

Meskipun tidak meminta maaf, Abbott menyatakan penyesalan atas terjadinya upaya penyadapan telepon Presiden SBY.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya menganggap Presiden Yudhoyono sebagai teman yang baik bagi Australia,” kata Abbott, “Betul, satu dari teman terbaik yang kita miliki”.

Makanya, kata Abbott, ia sangat menyesal jika laporan media atas penyadapan itu mempermalukan Presiden SBY.

Sementara itu, Pemimpin Oposisi Bill Shorten menyarankan Tony Abbott untuk memikirkan cara terbaik menangani kasus penyadapan yang memicu kemarahan pemerintah Indonesia. Salah satunya, adalah dengan meniru cara Presiden Obama menangani kemarahan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Dalam sidang di Parlemen Australia, Selasa (19/11/2013), Bill Shorten yang juga pemimpin Partai Buruh menyatakan pihaknya akan mendukung segala upaya pemerintah untuk memulihkan hubungan dengan Indonesia.

Sementara dalam sidang itu, anggota parlemen Bob Katter menanyakan kepada Tony Abbott, “Bagaimana tanggapan perdana menteri kalau teleponnya dan telepon isterinya disadap?”

Menanggapi hal itu, Abbbott  mengatakan, “Saya tidak akan mengutuk apa yang dilakukan pemerintah terdahulu terkait dengan aktivitas intelijen. Saya tidak akan minta maaf atas aktivitas intelijen yang dilakukan”.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiaindonesiaintelijenpenyadapan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Back to Campus”, Hidayatullah Perkuat Miniatur Peradaban
Tulisan selanjutnya Ratna Sarumpaet: Soal Penyadapan Pemerintah Jangan Bersikap Munafik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?