Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bendera Kuba Kembali Berkibar di Amerika Serikat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 Juli 2015 14:30 2:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 Juli 2015 14:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bendera negara Kuba hari Senin (20/7/2015) kembali berkibar kedutaannya di Washington DC, Amerika Serikat, untuk pertama kali dalam kurun waktu 54 tahun.

Dalam perayaan historis yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez itu, khalayak ramai berteriak-teriak “Fidel, Fidel,” dan “Viva Raul” saat bendera tersebut dinaikkan.

Teriakan orang banyak itu merujuk pada pemimpin revolusi Kuba Fidel Castro dan adiknya Raul Castro, yang sekarang menjabat sebagai presiden negara komunis di kawasan Karibia tersebut.

Setelah hubungan diplomatik kedua negara resmi normal kembali satu menit lewat tengah malam, seorang pejabat Amerika Serikat mengkonfirmasi AFP bahwa Menlu AS John Kerry akan melakukan kunjungan resmi ke Havana pada 14 Agustus mendatang.

Kerry akan menjadi menlu pertama AS yang mengunjungi Kuba sejak 1945.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Walaupun hubungan Kuba-AS sudah resmi berjalan normal kembali, namun bendera Amerika belum tampak berkibar di gedung kedutaannya di Havana.

Di Kedutaan AS, yang terdiri dari 360 staf termasuk 30 orang di antaranya warganegara Amerika, suasananya tampak belum ada perubahan. Bendera AS belum akan dikibarkan di gedung yang menghadap pantai Malecon itu sampai Kerry bertandang ke Kuba.

Sejumlah masalah besar masih harus diselesaikan oleh kedua negara antara lain, ribuan gugatan hukum di AS terkait penyitaan aset-aset milik Amerika yang dirampas saat revolusi Kuba tahun 1959 pimpinan Fidel Castro, pencabutan embargo ekonomi atas Kuba, serta pemulangan pelarian kriminal yang dicari-cari aparat di Amerika.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indikasi Korupsi, Belanja Rumah Tangga PM Netanyahu Diperiksa
Tulisan selanjutnya Belum Mengakui Perkawinan Homosekual Italia Dianggap Melanggar HAM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hari Pertama Saudi Education Expo 2026, Ribuan Pengunjung Padati SMESCO Jakarta

Berita
1 Agustus 2026 18:34
Iran Bantah Serang Pelabuhan Damietta Mesir, Menyinyalir Israel Lakukan False Flag
Komite Teknokrat Palestina Mengaku Siap Mengelola Gaza usai ‘Israel’ Mundur
Pakai Kacamata AI untuk Menyontek Saat Ujian Nasional Pria Korea Selatan Dipidana
Kedubes Amerika Serikat di Berbagai Negara Timur Tengah Imbau Warganya Tinggalkan Kawasan Itu

Terbaru

  • Pemukim Ilegal ‘Israel’ Serbu Sejumlah Desa Tepi Barat
  • Iran Eksekusi Dua Pria Terpidana Mata-mata Israel
  • Presiden Suriah: Tergulingnya Rezim Assad Diperlukan Bagi Timur Tengah
  • Puluhan Warga Palestina Syahid dalam Dua Hari Serangan ‘Israel’, Turki: Netanyahu Sabotase Perdamaian
  • ‘Masjidnya Rasulullah Berfungsi sebagai Sekretariat Negara’
  • Gempa M 5,6–5,7 Guncang Mesir, Getaran Terasa hingga Sejumlah Negara Timur Tengah 
  • 152 Warga Palestina Syahid pada Juli, Tertinggi Tahun Ini
  • Kerusuhan antara Hindu dan Muslim, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Nepal?
  • Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi
  • Kementerian Perdagangan China Bantah Tuduhan Amerika Perihal Kerja Paksa di Xinjiang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?