Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pidato Erdogan Soal Pengungsi Suriah ‘Tampar’ DK PBB

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 September 2015 09:38 9:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2015 18:53
Bagikan
Islamofobia barat
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Turki Reccep Tayip Erdogan “menampar” negara-negara Barat dengan pidatonya yang berapi-api dalam pembukaan B20, forum bisnis negara-negara G20 di Ankara, Kamis (03/09/2015).

Pidato Erdogan disampaikan menyusul ditemukannya mayat balita pengungsi Suriah, Alan Ghalib di pantai Kota Bodrum, Turki, kemarin. Erdogan mengecam negara Uni Eropa, yang dinilainya telah mengubah Laut Tengah menjadi kuburan bagi pengungsi dan pendatang.

Dia juga menuding Eropa bertanggung jawab atas kematian setiap korban tewas di Laut Tengah.

“Negara Eropa mengubah Laut Tengah –tempat kelahiran peradaban kuno– menjadi kuburan bagi pendatang. Mereka bertanggung jawab terhadap kejahatan saat satu pengungsi kehilangan nyawa,” kata Erdogan dalam pidato di Ankara dikutip AFP.

Erdogan menilai Negara Barat tidak sensitif dalam menyikapi permasalahan yang terjadi di Timur Tengah, khususnya dalam konflik di Suriah dan Iraq. Hal ini, kata dia, berujung pada mengungsinya jutaan orang ke negara-negara tetangga, salah satunya Turki, menggunakan perahu seadanya mengarungi Laut Mediterania.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Mediterania yang merupakan pusat peradaban kuno kini menjadi kuburan para imigran. Barat harus bertanggung jawab atas semua kematian ini. Kemarin bocah berusia tiga tahun ditemukan meninggal dan terdampar, kemanusiaan harus bertanggung jawab,” kata Erdogan dikutip CNN Indonesia.

Dia mengatakan bahwa permasalahan ini adalah buah dari gagalnya sistem keamanan dunia, dalam hal ini Dewan Keamanan PBB yang selalu gagal menelurkan resolusi untuk mengecam rezim Bashar al-Assad yang membantai rakyat Suriah.

Resolusi Suriah selalu terganjal di DK PBB setelah salah satu dari lima anggota tetapnya melancarkan veto.

Struktur lima anggota tetap dalam DK PBB telah lama dikritik oleh berbagai negara karena tidak lagi mewakili situasi geopolitik sekarang ini. Sistem lima negara anggota tetap DK PBB yang terdiri dari Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris dan Perancis tercipta pasca Perang Dunia II.

Reformasi DK PBB telah lama didengungkan, termasuk oleh Indonesia, namun masih sulit dilakukan dengan dominasi negara Barat di PBB yang sangat kental. Erdogan menegaskan bahwa nasib dunia tidak bisa lagi tergantung dari lima negara ini.

“Dunia lebih besar dari hanya lima negara. Takdir 200 negara tidak bisa ada di tangan lima negara ini. Kita harus mengangkat masalah ini. Media selalu mengkritik kami. Saya tidak peduli. Saya akan tetap membela kebenaran,” tegas dia yang disambut tepuk tangan penonton.

Erdogan juga mengkritik negara-negara yang menolak menerima imigran Suriah yang lari dari pembunuhan dan kematian akibat kelaparan. Menurut dia, kemanusiaan telah tenggelam bersama dengan karamnya kapal para pengungsi yang ditolak negara-negara Eropa.

Negaranya, dia menegaskan, tidak akan pernah menolak para pengungsi yang datang. Saat ini ada dua juta pengungsi Suriah yang ditampung di Turki.

“Kami tidak pernah mengeluh dan tidak akan pernah mengeluh. Kami telah mengeluarkan bantuan sebesar US$6,5 miliar untuk melakukan yang terbaik sampai mereka bisa hidup dengan sejahtera,” imbuh dia.

“Negara Eropa, yang seringkali mematok kriteria hak asasi manusia dasar dan kebebasan, mengkhianati prinsip mereka sendiri,” kata Erdogan.

“Kami berpendapat bahwa tidak adil jika kami harus menanggung semua persoalan yang dunia hadapi,” kata Erdogan.

Erdogan menyampaikan komentar tersebut setelah munculnya sebuah gambar mayat anak Suriah berusia tiga tahun yang terdampar di pantai Turki. Sebelumnya keluarga anak itu hendak menyeberang ke Yunani namun mengurungkan niat karena kebijakan keras di Eropa.

“Mayat anak tiga tahun yang mati di kapal yang membawa pengungsi di Laut Tengah terdampar di pantai kami,” kata Erdogan. [Baca: Kisah Abdullah Kurdi Asal Suriah yang Putranya Ditemukan di Pantai Turki]

“Lalu apakah kemanusiaan kita tidak mempedulikan kematian seorang anak tiga tahun di pantai kami?” kata Erdogan mempertanyakan.

Pemerintah Turki pada pekan ini menyatakan menyelamatkan lebih dari 42.000 pendatang di Laut Aegea selama lima bulan pertama tahun 2015. Sementara sepanjang satu pekan terakhir, mereka juga telah menyelamatkan sekitar 2.160 orang.

Turki saat ini menampung 1,8 juta pengungsi Suriah, yang berlindung dari perang. Negara itu juga berulang kali menuding Eropa tidak bertanggung jawab karena tidak mau berbagi beban dalam menampung pelarian.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baratErdoganHAMPBBpengungsipengungsi SuriahPresiden Turki Reccep Tayip Erdogansuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negeri yang Bersusah Hati
Tulisan selanjutnya Ratusan Mahasiswa se-Jabodetabek Demo Tolak Kedatangan Al-Sisi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?